Lady Engagement

Lady Engagement
Part 25: On The Way



"Brother and sister together as friends, ready to face whatever life sends,"


-Robert Brault


***


Aku tau aku hanyalah wanita lemah yang beruntung lahir dari keluarga bangsawan. Aku tau bahwa hidupku hanyalah untuk mempertahankan status keluarga kami dan menikahi bangsawan lainnya.


Hanya saja, yang aku tidak tau, kenapa tubuhku tidak mau berkompromi jika menyangkut pangeran sialan itu? Kenapa aku selalu saja bergerak kepadanya sedangkan hatiku tau kalau aku melakukannya aku akan menyakiti Ollie?


"My Lady, apa kau yakin akan pergi menyamar seperti ini seorang diri? Diluar sana, banyak tentara Inggris dimana-mana,"


Aku menghela napasku sebelum memegang kedua tangan Maria dengan lembut, "aku juga tidak ingin melakukan ini tapi, kau tau kalau aku tidak bisa,"


Maria mulai menitikkan air matanya mendengar penuturanku, ia menangis tersedu-sedu sambil terus menggemgam tanganku. "Biarkan saya saja yang menggantikan anda,"


"Jangan, kau terlalu gemulai! Aku punya pengalaman menyamar menjadi pria, aku tau bagaimana mengatasi situasi ini. Kau punya peran yang lebih penting disini," ucapku menyakinkan nya seperti dahulu saat kami di Perancis


Maria mengusap air matanya lalu mengangguk, wanita yang sudah berkepala tiga itu akhirnya melepaskan genggaman tanganku. "Aku akan berusaha sekuat yang aku bisa untuk menutupi jejak anda dari Madam Diana,"


Aku mengangguk lalu memeluknya sebelum mengencangkan sabuk ku serta menyelipkan belati kecil di belakang tubuhku


"Aku harap anda tidak akan menggunakannya," tutur Maria sembari melirik belatiku


Aku tersenyum sebelum keluar kamar dan berlari perlahan menuju pintu belakang


Ketika aku sedang mengeluarkan kudaku, ntah darimana Louis telah berdiri di pintu kandang


"Apa yang kau lakukan? Minggir!"


Louis tak bergeming, bocah tiga belas tahun itu bahkan menancapkan pedangnya di tanah dengan keras hingga membuat kudaku meringkik


"Apa kau tidak waras? Kau menakutinya, bodoh!"


Aku tak menunggu lebih lama lagi dengan tingkah anehnya dan segera menaiki kudaku, "minggir atau kau akan menyesalinya,"


Louis tetap tak bergeming membuatku tak ada pilihan dan menyentakkan tali kekang kudaku namun, saat aku hampir menabraknya, Louis membuka mulutnya


"Aku tidak ingin ada yang pergi lagi," katanya


"Louis.." panggilku sembari turun dari kuda


Louis menepis tanganku yang hendak memeluknya dan berjalan menjauh


"Kau sama saja seperti Ollie dan Alex! Kau tidak peduli dengan Ibu yang menangis setiap malam!"


Aku menelan salivaku ketika tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutku


"Louis, aku—"


"Apa kau ingin membuat Ibu buta untuk menangisi anak gadis satu-satunya di keluarga ini juga pergi meninggalkan nya?"


Aku mengepalkan tanganku menahan amarah, dia sama sekali tidak tau apa tujuanku kesana


"Jawab aku Victoria! Apa kau akan menyuruhku diam seperti dulu lagi? Aku sudah besar! Aku tau apa resikonya ketika wanita ketahuan menyamar menjadi pria,"


"Sudah cukup! Kau lebih baik kembali ke dalam dan jangan ikut campur urusanku,"


Aku menarik kudaku untuk pergi namun, lagi-lagi Louis menahanku


"Victoria! Apa kau tau betapa bahaya nya diluar sana? Kau bisa saja terbunuh!"


Aku mendorong badan Louis hingga adikku itu terhuyung ke belakang lalu kembali berjalan


"Victoria!"


"Apa? Ini satu-satunya kesempatan kita agar bisa mengetahui kondisi Alex! Aku sudah lelah menunggu kabar dari Alex dan Ollie! Aku akan pergi seorang diri kesana dan kau, pria kecil, bantu aku dengan memastikan keadaan Ibu baik-baik saja saat aku pergi,"


Louis tampaknya paham dengan maksudku, ia melepaskan ku pergi dengan satu syarat


"Jika matahari terbit esok hari dan kau tidak pulang, aku akan memberitahu Ibu,"


Aku menatap adikku dan mengangguk. Akhirnya setelah perdebatan sengit itu, aku berhasil berkuda keluar dari Wiltshire dan berjalan menuju Southampton.


***


TBC