
“I’m not heartless, I just learned how to use my heart less,”
-Baptiste
***
Belum nyenyak rasanya aku tertidur, tiba-tiba Henry sudah membangunkanku dengan memanggil namaku berulang kali
"Apa?" Erangku setengah sadar sambil menarik selimutku kembali
"V, bangunlah dan dengarkan aku baik-baik,"
Aku memaksa mataku untuk membukanya dan membangunkan tubuhku
"Matahari akan terbit satu jam lagi, kau harus pergi dari sini dikala orang-orang tidak menyadari keberadaanmu. Maafkan aku karena tidak dapat mengantarkanmu kembali ke rumah, Baptiste akan mengawalmu, dan tunggulah aku sedikit lagi. Aku akan pulang membawa kemenangan bagi bangsa kita,"
ujar Henry lalu menuntunku keluar tenda dan memutarinya lalu kami berjalan dengan penerangan yang minim menuju hutan hingga aku dapat melihat Baptiste dan kudaku disana
"Berjanjilah padaku kau akan tetap di rumah sampai aku kembali," Henry menangkup wajahku, ia kembali mencium dahiku saat aku mengangguk
"Hati-hati,"
***
Jujur, perjalanan bersama Baptiste adalah satu dari sekian banyak hal yang aku benci. Pria kekar itu tidak pernah berhenti untuk sekedar beristirahat setelah berjam-jam berkuda, ia bahkan tidak memperdulikanku yang berusaha mencairkan suasana seperti sekarang
"Knock knock," ucapku berpura-pura mengetuk pintu tak kasat mata diantara kami. Lima detik telah terlewat dan mata Baptiste bahkan tidak berkedip.
"Who's there?" kataku menjawab seakan-akan suaraku seberat suara Baptiste
"Thermos,"
Aku melirik Baptiste yang tetap tidak bergeming dari atas kudanya itu. Aku mendengus dan mulai berbicara dengan tanganku
"Thermos who?"
"Thermos be a better way to get through to you!" Ujarku lantang di telinga Baptiste
Dan pria itu sekarang memacu kudanya meninggalkanku. Sudah kuduga.
Aku memacu kudaku menyusulnya. Di tengah perjalanan dengan pemandangan rumput hijau dimana-mana memang indah namun, jika itu yang kalian lihat sepanjang tiga jam perjalanan maka kalian tau kenapa aku berbicara sendiri. Terlebih lagi, aku tidak bisa melupakan mimpi buruk ku kemarin.
Membayangkan Ollie dan Carry bersama saja sudah membuatku ingin marah sekarang. Pria yang kubela-bela selama ini dan aku masih ingat dengan jelas saat aku beradu mulut dengan Ibu di ruang kerja Ayah untuk membatalkan pertunangan aku dan Henry hanya demi membela Ollie dan lihatlah sekarang. Pria itu menikahi temanku sendiri
"Knock knock,"
Pikiranku langsung buyar saat mendengar suara asing dari sebelahku. Pria bisu itu akhirnya berbicara!
"Who's there?" jawabku bersemangat
"Stopwatch,"
"Stopwatch who?"
"Stopwatch you're doing and pay attention!" Ia berujar sangat keras membuatku terkaget dan kepalaku membentur ranting pohon pinus
Aku memegang kepala yang terasa sakit sambil menatap Baptiste yang tersenyum culas
"Dasar curang!"
Ia menggidikkan bahunya tak peduli, "setidaknya aku lebih pandai dari pria banci sepertimu,"
"Oh ya? Kalau begitu apa kau tau apa yang dikatakan lautan satu dengan yang lainnya?"
Ia tampak berpikir sejenak sebelum menjawab, "ebb tide?*"
Aku menggeleng, "nothing, they just waved. Idiot!"
Ia tampak mencerna perkataan ku baik-baik sebelum mendengus kesal.
"Rasakan itu, otak udang!" Ejekku sambil menertawai wajah seriusnya itu
"Apa kau selalu seperti ini?"
Aku berhenti tertawa dan beralih menatapnya, "maksudmu aku pandai? Kalau itu tentu saja, walaupun aku tidak menempuh pendidikan di sekolah tapi aku—"
"Bukan, maksudku, apa kau selalu tertawa lepas di saat calon suamimu sedang berjudi dengan nyawanya di medang perang?"
Aku terdiam menerima pukulan kata-kata tajam Baptiste kepadaku. Sudah pasti pria di sebelahku ini sangat membenciku dilihat dari caranya membuatku merasa bersalah sekarang
"Bap, dengar. Kau tidak tau apa-apa mengenai pertunanganku dengan Henry dan demi Tuhan, kau tidak berhak mengatakan semua itu padaku disaat kau sendiri bahkan tidak tau apa yang telah ku lalui selama ini,"
Aku menahan air mataku untuk tidak kembali turun saat aku bahkan masih dapat mengingat dengan jelas Ollie yang merangkak di lantai penuh kesakitan seakan hidupnya telah berakhir.
"Aku tidak ingin tau apa masa lalu mu namun, yang ku tau Yang Mulia amat mencintaimu,"
Aku terdiam. Henry? Mencintaiku? Apa Baptiste sudah mabuk? Tidak mungkin seorang pangeran mencintai seorang wanita berdarah Perancis sepertiku saat dia memiliki sederet antrian panjang wanita Inggris yang berasal dari rumah para politisi dan anggota aristokrat di belakangnya.
"Ternyata kau lebih bodoh dariku, Baptiste. Henry tak mungkin mencintaiku,"
Setelah perkataanku itu, aku dan Baptiste tidak lagi berbicara sampai kami kembali ke rumah dengan selamat. Namun, sesuatu yang janggal terjadi, rumah kami kedatangan banyak tamu, bahkan aku dapat mengenali wajah pendeta setempat yang membawa kalung salib besarnya itu
"Apa yang terjadi?"
***
TBC
Glosarium:
•) ebb tide\= air pasang