Just A Little Bit Of Your Heart

Just A Little Bit Of Your Heart
Dua Puluh Delapan



"kenapa buku ini ada disini?!!..."


"Oh aku tadi membacanya sebentar…" ucap Keefe sambil mengambil kembali buku tersebut dalam pangkuannya.


"Kita sarapan, mom sudah membuat pancake untuk kalian.." ajakku, mencoba mengalihkan perhatian keduanya.


Ketika aku dan Keith sudah beranjak dan berdiri diambang pintu, ku lirik kembali Keefe yang masih saja tertunduk lemas dipinggir tempat tidurnya.


"hurry up... Mom sudah membuatkan sarapan!!" ajak Keith, namun Keefe hanya membalas dengan anggukannya saja.


Ia masih duduk disana. Perlahan kembali ku dekati, dan duduk disampingnya.


"Kenapa?.." tanyaku, ku usap puncak kepalanya.


"Mom, aku ingin…" ucapnya sesaat menatap wajahku, ku lihat ada keraguaan disana.


Cukup lama ia menghentikan ucapannya, namun aku masih setia menunggu apa yang sebenarnya diinginkan oleh putraku ini.


"Nothing... Ayo, kita sarapan Keith…" ucapnya tiba-tiba lalu beranjak menggandeng lengan saudaranya menuju dapur. Dahiku mengernyit..


Apa ini ada kaitannya dengan….


Ahh, sudahlah..


Mungkin ini semua hanya perasaanku saja.


"Mom, ayo.. Aku ingin sedikit tambahan madu diatasnya.." 


Ku tersenyum kala Keith menggoyangkan badannya saat mengucapkan kata MADU, lucu sekali.


Setibanya diruang makan, Keith dan Keefe juga langsung duduk manis dikursinya masing masing. Dengan bantuanku tentunya….


Keduanya tampak senang saat memakan sarapan kali ini, meski tak ada Sofi yang biasa melontarkan ucapan dan candaan garingnya. Entahlah, gadis itu terlalu wahh… untuk sekedar melontarkan candaan candaan seperti itu, menurutku begitu sih. 


"Good morning…." 


Ku lihat seseorang yang datang dan sudah berada dibelakangku, ia memeluk dan mengecup kilat dahiku.


"Thank's darl… bagaimana tidur kalian, nyenyak??" tanya Nath saat menerima sepiring kecil pancake dariku.


"Nyenyak dad, karena kami tidur dengan mommy!!!!" jawab Keith antusias.


"Keefe, kau kenapa boy?? Are you okay, huh?" tanya Nathan khawatir, saat ia menangkap wajah lesu Keefe.


Ku hela napas gusar saat menghadapi Keefe yang memang sedang sedikit sensitif hari ini. 


"Umm, Nath… don't..., jangan tanya atau bahas apapun dulu, please…" ucapku lirih disampingnya.


Aku tak menyukai saat saat seperti ini, demi Tuhan…


"Keefe, setelah ini kau mandi dengan Mommy okay, Keith dengan daddy Nath?!" ucapku, ku harap bisa mengalihkan perhatiannya.


" Baiklah.." jawabnya lemas.


"Keefe… why?.. do you wanna say something to me? Maybe…, I can help you?!" ucap Nath,


Ku lihat pria itu menghela napas perlahan saat tak ada jawaban apapun dari bibir mungil itu, yeahh… memang tingkah laku Keefe yang merajuk seperti ini susah sekali untuk dikendalikan. Keefe termasuk anak yang jarang merajuk, dan sekali ia merajuk maka itu sangat merepotkan.


"Kau bisa menceritakan apapun padaku, apa kau mau sesuatu? Jika iya, kita bicarakan itu berdua okay.., sekarang makan sarapanmu dengan benar, mom sudah membuatnya dengan penuh cinta untuk kalian, hmm…" ucap Nathan.


Ku hela napas lega saat ku lihat Keefe mengangguk setelah Nathan berbicara padanya, meski gerakannya samar.


Nathan tersenyum lembut padaku, lelaki ini penuh kelembutan dibalik sikapnya yang arogan dan datar. Dia mampu merebut perhatian Keith dan Keefe tepat saat pertama kali mereka bertemu. Sungguh, banyak sekali kejutan yang ku temui darinya.


***


Jangan lupa kasih dukungan kalian ya, bisa melalui vote, like atau komentarnya..


Kritik dan sarannya masih aku tunggu juga.


Terima Kasih.