Just A Little Bit Of Your Heart

Just A Little Bit Of Your Heart
Rindu daddy (Austin??)



"Mom...apa kau sudah tidur?" cicit Keefe perlahan,


Hah, ku kira ia sudah ikut terlelap seperti kakaknya,Keith.


Entah kenapa malam ini keduanya datang dan meminta untuk tidur bersama. 


"Belum, putra mommy kenapa belum tidur?..." tanyaku, ku balik badanku hingga berhadapan dengannya.


"Mom, aku rindu.." ucapnya dengan suara parau, menahan tangis.


Segera ku lihat wajahnya, mata dan hidungnya memerah. Dan akhirnya, menangis. Ku peluk tubuh mungilnya.


"Putra mommy, kenapa menangis,hmm...?" ucapku sambil mengecup puncak kepalanya.


"Aku rindu, aku ingin bertemu dengan daddy, hiks..hiks.." ucapnya ambil menelusupkan wajahnya didadaku.


"Daddy?..bukannya hari ini kalian sudah menghabiskan waktu bersama, sampai mom dan aunty Sofi ditinggalkan berdua. Kenapa sekarang sudah rindu lagi?, mau mommy telpon daddy?..." tawarku.


Kenapa Keefe rindu dengan Nathan, padahal seharian ini mereka menghabiskan waktu bertiga dan sekarang ia sudah rindu dengan Nath?... Ada ada saja.


"Bukan, bukan daddy Nath mom… aku rindu daddy Austin,hiks…" ucapnya, menginterupsi kesalahanku.


Ku hela napas berat mendengarnya.


Jujur saja, aku belum siap dengan keadaan seperti ini. Dimana anakku akan ketergantungan dengan sosok yang dulu tak menginginkan mereka. 


"Keefe, daddy Austin sedang tidak ada disini.. Jadi, lebih baik sekarang kau tidur ya…" bujukku, ku harap ia mau mendengar ucapanku.


"No mommy… aku mau daddy Austin. Hiks.. Hiks…, bagaimana kalau sekarang kita telpon daddy mom.." ucapnya dengan isakan yang mulai sedikit mereda.


"Ini sudah malam, Keefe…"


"Sekali ini saja mom.." cicitnya dengan menampilkan puppy eyes yang huh... membuatku tak tega saat melihatnya.


Lihatlah, jika sudah begini aku bisa apa. 


Dengan berat hati ku ambil ponselku yang berada diatas nakas samping tempat tidur dan melakukan panggilan, ku harap ia tak usah mengangkatnya. Mengingat disana saat ini siang hari, ku yakin ia sedang bekerja. Tak mungkin ia menjawab teleponku.


'''tutt...tutt…..'''''  ku loudspeaker ponselku.


"Daddy sedang bekerja disana, kita tidur dulu ya.." ucapku mencoba membuat Keefe menyerah untuk keinginannya.


Dapat ku lihat wajah murung Keefe setelah mendengar ucapanku.


'Hallo…, Maria…' 


Mataku membulat penuh saat mendengar suara yang tak lain adalah Austin.


Dengan cepat Keefe mengambil ponsel dan menekan unloudspeak, lalu menempelkan ponsel ditelinganya.


baiklah... lagi pula siapa yang mau mendengar suara lelaki itu?....


"iya, sudah malam… tapi aku belum ngantuk.. Daddy kerja?...Wah malam malam begini?!!.... Oh disana siang…" ucapnya sambil terduduk.


Raut wajahnya seketika berubah menjadi sumringah. 


"Haha, iya dad.. Aku sudah membacanya lagi, lagi lagi, lagi lagi lagi….. Banyak sekali laginya, dad… aku ingin buku baru lagi, nanti kita cari sama-sama ya…!!!" serunya. Senyuman lebarnya sampai membuat kedua mata itu menyipit, tertekan pipi tembam miliknya.


Ku perhatikan Keefe memang jadi lebih suka membaca, khususnya buku pemberian Austin. Sering kali ku dapati ia tengah membuka buku cerita yang diberikan Austin, entah dia membaca atau hanya sekedar melihat lihat saja. Yang aku tahu ia akan menyuruhku keluar atau pergi jika aku terpergok sedang melihatnya membuka buku spesial itu.


Meskipun aku tak bisa mendengarkan pembicaraan mereka, namun aku masih bisa memperhatikan "TOPIK" yang mereka bahas.


Masih dalam batas wajar.


"Keith? Dia tidur… iya daddy… Mau!!! Aku mau dad, nanti kita ajak Keith dan Mommy juga kan?!..." ucap Keefe sambil melirik kearahku, dengan senyumannya tentu saja.


"Apa yang kalian bicarakan,hmm?" tanyaku saat mendengar mereka menyeretku dalam pembicaraan rahasia. 


Bukannya menjawab, ia malah mengisyaratkan ku untuk diam. Wahh, lancang sekali anak ini.


"Dad, apa oma dan opa itu baik?....Oh, seperti granpa dan grandma ya...aku ingin bertemu mereka juga!! Nanti aku akan pergi kesana dengan Keith dan mommy... " 


Ku rasa pembicaraan mereka sudah melebihi batas. Ku ambil ponsel itu dan mematikannya. Aku tak mau anakku terlalu dekat dengannya, apalagi dapat ku pastikan jika ia ingin membawa putra-putraku ke Indonesia. Aku masih belum bisa kembali.


"Mom… kenapa dimatikan? Aku masih ingin berbicara dengan daddy!!" ucapnya sambil berteriak padaku.


Ku lihat matanya memancarkan sorot kecewa, aku tahu aku terlalu berlebihan, tapi ini untuk kebaikkan bersama.


"Sudah cukup, tidur!" ucapku tegas. Ku angkat tubuh mungilnya untuk berbaring disampingku.


"Karena kau harus tidur.." jawabku lalu menutup mata sambil memeluknya erat.


Ku rasakan tubuhnya kembali bergetar, namun kali ini aku tak mau menghiraukannya dulu. Tetap ku pejamkan mata dan tak lama kemudian, ku dengar suara dengkuran halus miliknya. 


Huuffttt,


Akhirnya tidur, ku usap pipi merah miliknya. Dan tak lupa milik Keith yang masih pulas dalam tidurnya.


"Maafkan mommy, bukan maksud mom untuk menjauhkan kalian dari daddy… mom, hanya tidak ingin kalian terluka seperti mommy…" ku kecup lagi sambil memeluk keduanya erat.


Aku takut kehilangan kalian berdua....


•••


Ku berjalan menuju dapur untuk memulai aktivitas rutinku, membuat sarapan untuk kedua putraku. Mengingat Sofi sudah kembali kerumah dua hari yang lalu, otomatis aku sendiri yang membuat dan menyiapkannya.


Ku putuskan untuk membuat pancake saja, Keith dan Keefe tidak terlalu ribet dalam urusan sarapan. Alias pemakan apa saja…,


"huammm… mom," 


Ku hentikan kegiatan mencetak adonan pancake sebentar saat mendengar suara yang memanggilku sambil menguap. Ku balik tubuhku dan ternyata Keith, berdiri sambil menggaruk rambut kusut dan tak lupa masih dengan memasang wajah bantalnya.


Ku hampiri dan berdiri sambil berkacak pinggang dihadapannya.


"Kenapa belum mandi?" tanyaku.


"Huamm, mommy... Kita akan pergi kan hari ini?" ucapnya, kali ini dengan mengucek matanya.


Anak ini….


"Mmm, kemarin daddy bilang begitu, kenapa?" ku angkat tubuhnya untuk ku gendong.


"Tidak, aku hanya memastikan jika kita jadi pergi hari ini…." ucapnya, ia menyerukkan kepalanya dileherku.


Tunggu, kenapa hanya Keith yang kemari?!


Dimana Keefe? Biasanya mereka akan datang bersama, kemana pun.


"Dimana adikmu, Keith?" tanyaku.


"Entah, aku bangun tidur dia sudah tidak ada mom…" katanya.


Ku putuskan untuk berjalan menuju kamarku, sambil menggendong Keith. 


 Ku buka pintu, dan tak ku lihat keberadaannya.Ku langkahkan kaki menuju kamar sikembar, dan ternyata ia sedang tertidur diatas ranjangnya. Ku dekati dan duduk disebelahnya yang memunggungiku.


"Baby…" 


Tak ada sahutan, sepertinya ia kembali tidur setelah pindah kemari.


"Keefe…" kali ini Keith ikut menggoyangkan tubuh adiknya.


"mmh… ada apa?.." ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur. Akhirnya ia bangun....


Ku tersenyum melihat tingkah lucunya, namun… tiba-tiba, mataku menangkap pemandangan yang membuat hatiku mencelos. Sedikit......


Ia tidur dengan buku yang diberikan Austin.


"Kenapa tidur disini? Kau bilang semalam ingin tidur dengan mom, tapi sekarang lihatlah… kau malah terbangun disini?!!" ucap Keith dengan mencolek colek pipi adiknya.


Aku masih diam, hatiku bisa merasakan apa yang Keefe rasakan. Rindu untuk bisa bertemu, mungkin hidup dan tumbuh bersama dengan sosok ayah yang sebenarnya. Aku sendiri yang merasakan kelengkapan keluarga dalam hidup, merasa hati tersayat saat anakku tak bisa merasakan yang dulu bisa ku rasakan. 


Ku kerjapkan mataku, mencoba mengusir air mata yang hendak meluncur dari mataku. Aku tak ingin menangis dihadapan putra-putraku.


"*kenapa buku ini ada disini?!!... 


☀☀☀


hai....


maaf ya, kalo lama up!!!


jangan lupa like dan komentarnya ya...


***cerita ini aku buat dengan alur yg lambat*....