
Author Pov
"Pagi non" sapa bik sum saat melihat Maria datang ke dapur.
Bukan hal baru lagi jika Maria membantunya didapur, bahkan nonanya ini tak sungkan membantunya dalam pekerjaan yang lain, seperti menyapu dan mengepel lantai.
Sangat jarang bik Sum menemui majikan seperti Maria, yang berasal dari keluarga kaya raya namun masih mau untuk melakukan hal yang kerap kali dipandang remeh oleh orang kalangan atas. Sungguh bik Sum merasa dihargai oleh nonanya kali ini.
"Pagi bik, mau makan apa kita hari ini?!" Tanya Maria riang.
"Roti panggang?! " bik sum tersenyum.
"Jangan, aku bosan bik. Gimana kalo kita bikin nasi goreng aja" ucap Maria mendapat anggukan dari Bik Sum.
Mereka mulai bergerak, bik sum hanya membantu mengupas dan memotong bawang serta mengambilkan seafood dari dalam kulkas. Selebihnya Maria sendiri yang memasak nasi goreng tersebut.
Aroma harum masakan tercium oleh Austin saat ia hendak masuk kedalam ruang kerjanya. Ia mengernyitkan dahi, tanpa sadar ia berbalik dan berjalan menuju arah dapur. Suara tawa dapat ia dengar dengan jelas saat ia sampai, bik Sum terlihat sedang duduk sambil tertawa.
Sadar dirinya tengah ditatap oleh seseorang, refleks bik sum menoleh dan menemukan tuannya tengah berdiri disana.
"A. aden, aden mau kopi?!" Tawar bik sum, meskipun ia sedikit heran mengapa den Austin datang kemari. Maria pun tak kalah terkejur, ia menghentikan memasak nasi gorengnya dan menghadap Austin yang tengah memandang kearah mereka, dirinya dan bik Sum.
"Tidak, aku hanya terganggu dengan suara tawa keras dari sini" ucapan Austin membuat suasana menjadi senyap.
Maria tahu, bik sum merasa tak nyaman dengan ini, ia hanya menundukkan kepalanya setelah mendengar ucapan Austin. Ia meraih bahu wanita paruh baya itu dan tersenyum bermaksud menenangkan.
"Bik, nasi gorengnya udah jadi. Nanti taro dimeja makan aja ya. Aku mau keatas ambil tas ku dulu" Maria segera pergi dari sana, meninggalkan Austin, sedangkan bik sum sudah pergi mengambil piring untuk sarapan.
'Untuk apa aku datang kemari?!' batin Austin
ddrrttt.... ddrrrttt...
'Sayang, aku akan menginap malam ini. Dirumahmu' pesan dari Tasya
Austin menarik nafas lelah sebelum pergi menuju ruang kerjanya.
......
"Bik, aku berangkat ya. Nanti suruh pak Owi sama pak Jamal untuk sarapan juga. " ucap Maria.
Setelah sarapan bersama bik Sum, Maria pamit dan segera berjalan menuju teras.
" Pagi pak Owi" Sudah menjadi kebiasaan Maria menyapa seluruh pegawai dirumah ini. Setidaknya ia merasa tak sendiri.Pikirnya.
"Pagi non, mau berangkat ya? Tumben pagi banget non? " tanya Pak Owi yang sibuk mengelap mobil milik Austin terheran sebab baru kali ini ia melihat Maria berangkat lebih pagi dari suaminya.
"Iya pak mau tinjau lokasi pembangunan jadi berangkat pagi deh, nanti sarapan didalem ya kalo sempet" Maria tersenyum ramah.
"Pasti sempet non, orang makanan yang non Maria masak enak enak" Maria mengangguk dan tersenyum.
Maria Pov
Aku berangkat pagi karena aku harus menemani atasanku untuk meninjau pembangunan proyek baru diluar kota.
Berangkat menggunakan taxi, kurasa itu yang terbaik. Aku tak tahu kapan aku akan pulang dari sana, dan aku juga tak mau repot mengemudi mobil saat hari sudah gelap dengan badan pegal nantinya.
Waktu 45 menit perjalanan ku tempuh, dan sampailah aku digedung tempatku bekerja, dimana aku tak pernah merasa disakiti oleh siapa pun. Baru sampai lobi, seseorang menepuk pundakku. Aku berbalik dan menemukan Malvin, bosku.
"Oh hai bos, baru sampai?! " aku ikut tersenyum, karena ku rasa saat ia tersenyum siapa pun yang ada dihadapannya akan ikut juga tersenyum.
"Maria, aku sudah pernah bilang. Jangan panggil aku dengan sebutan itu, kita ini sahabat sejak lama dan kau masih terus saja sungkan padaku. " Dia Malvin Sanjaya, bos sekaligus sahabatku sejak kecil. Awalnya aku tak tahu jika aku akan bekerja dengannya. Sampai suatu hari aku berpapasan dengannya dan ia berkata bahwa aku bekerja untuk menjadi sekretarisnya.
"Okay Malvin, Sorry deh sorry" jawabku dengan senyuman.
"kita ambil berkas dulu, setelah itu kita pergi langsung kesana, aku gak mau kita pulang saat malam hari" Ucapnya,
aku berjalan tepat dibelakangnya. Kami memasuki lift bersama, lift pagi ini masih sangat lengang. Hanya terisi 3 orang, mungkin karena ini masih lumayan pagi?!
Ting....
Sampailah aku dilantai paling atas, lantai 30. Lantai ini bisa dibilang lantai khusus, hanya ada ruangan CEO dan sekretaris saja dan tempat meeting jika sewaktu waktu ada rapat penting sekali, maka ruang rapat itulah yang digunakan.
Ku berjalan dibelakang atasanku, maksudnya Malvin. Aku bergegas menuju meja kerjaku, dan mengambil berkas yang sekiranya akan diperlukan disana karena berkas penting tentu saja sudah berada ditangan Malvin.
"Udah siap semua?" Malvin berdiri didepan pintu. aku mengangguk dan berjalan menghampirinya.
"Ayo.. semuanya sudah siap" ucapku setelah berdiri disampingnya. Dia mengangguk.
*******
Author Pov
kriinggg.. kringggg... kriiinggg...
Deringan telpon menginterupsi Austin untuk beralih dari pekerjaannya sebentar. Oh.. Siska, sekretaris.
"Satu jam lagi Anda ada meeting dengan Sanjaya Corporation." Ucap
"Baiklah, siapa yang akan bertemu denganku disana? " Tanya Austin
"yang akan bertemu dengan Anda adalah wakilnya pak, karena Mr. Sanjaya sedang melakukan pengecekan pembangunan proyek mereka pak." jawab Siska.
Telpon tertutup tanpa Austin menjawab ucapan Siska.
tok.. tok.. tok...
"Masuk"
"Hai sayang, aku kangen banget sama kamu... ummm.. "Tasya datang dan langsung memeluk Austin.
Austin tersenyum melihat kelakuan kekasihnya ini, ia meraih Tasya dan mendudukan dipangkuannya.
"Katanya ketemu malem, tapi sekarang, masih jam 10 kamu udah dateng kesini aja"Austin menangkup wajah gadis kesayangannya ini.
CUP...
ia mencium Tasya dan merengkuh tubuh mungil gadis itu. Tasya merasa senang dengan apa yang Austin lakukan padanya.
•••••••
uh aku minta vote, komentar dan likenya dari kalian semua guys... 😂😂