
Empat tahun kemudian....
Setelah hari dimana aku telah resmi menyandang status baru---janda, ku putuskan untuk pergi menjauh bersama Keith dan Keefe. Memulai hidup baru, ditempat yang baru, dan suasana baru pula. Aku tak pernah mendengar lagi apapun berita tentang dia, dan aku sudah tak peduli akan itu. Tak ingin membuang waktu meski sekedar memikirkan tentang lelaki itu atau mendengar namanya...
Mike, Nate atau siapa pun tak mengetahui kepergianku. Aku tak ingin menemui lagi orang-orang dari masa laluku yang pahit. Aku sudah memiliki hidup baru dan aku bahagia, dengan adanya Keith dan Keefe disampingku. Itu sudah lebih dari cukup.
Kini, aku bekerja diperusahaanku sendiri. Setelah sebelumnya selama satu tahun papa memberikan kesempatan untukku dalam memimpin perusahaannya yang berada dinegara yang sama denganku. Aku sungguh bangga akan diriku sendiri, ku harap anakku pun sama bangganya padaku.
"Mommy.... look at me find a cute little grasshopper..." Keefe datang dengan membawa belalang yang telah dimasukan kedalam wadah.
Ku mengernyit, lalu tak lama kemudian.. Keith datang sambil berlari membawa wadah yang sama dengan adiknya.
"mommy!!!! I found this..."
"What is that?" tanyaku saat melihat toples itu berisi air dan bintik bintik hitam didalamnya. Apa itu?!!!
"frog eggs....but this one already has one foot.... and two hands, It's so funny" Keith memandangku dengan binar keceriaannya, sedangkan aku. Aku terkejut, dan seketika tubuhku meremang. katak... kodok... ihhh jijik..
"baby... tak bisakah kamu, mencari hewan lain selain itu?!" ucapku geli.
"Why?! ini lucu, dan aku suka... saat ku tekan kuat, telur ini akan duaaarrrrrrrr!!!..... pecah, mom" mataku membulat, anakku kenapa begini?! Keefe yang melihat reaksiku justru tertawa.
"Mommy lucu..." Keefe merentangkan tangannya, tanda ingin dipeluk. Ku turunkan badanku hingga sama dengan dirinya.
"I love you, baby boy" ku kecup pelipisnya. Keefe memang memiliki hati yang sangat lembut dan peka jika dibandingkan dengan Keith.
"Love you too, my super mom" ku eratkan pelukanku, cukup lama hingga sebuah deheman kecil nan lucu menginterupsi pelukanku dan Keefe.
"ekkhmm... tapi jika mommy tidak menyukai peliharaan ku ini... Dengan berat hati dan rasa hormat aku akan membuangnya. karena aku sudah berkorban dengan membuang mereka maka giliranku untuk mendapatkan pelukanmu,mom...." aku tekekeh, entah dari mana anakku ini belajar kata-kata seperti itu.
Ku peluk mereka berdua, Keith yang manja, keras kepala dan arogan namun hatinya penuh kasih sayang juga cinta. Keefe yang lemah lembut, rapuh dan penyabar namun ku tahu dia memiliki hati yang kuat dan tegar. Mereka berdua memang saling melengkapi.
"I love you Keith... I love you Keefe... mommy sangat menyayangi kalian berdua, teruslah jadi anak yang pintar... jangan lupa kalian harus saling menjaga, okay" ku tangkup wajah kecil mereka berdua. Dan menghukaninya dengan ciuman diseluruh wajah mereka.
"Mom!! geli... haha.. keith, tolong aku!!!!" aku tertawa saat keith tiba-tiba menciumi wajahku juga..
"Mommy jangan nakal, adikku bisa terkencing kencing karena terus tertawa... kemari, aku akan menjagamu... " Mataku seketika berkaca-kaca. Keith merangkul Keefe, melindunginya..
"mom... mom.. apa aku melukaimu?! aku.. aku hanya menciummu..." ucapan keith membuat ku tergelak..
"Mungkin bibirmu tajam..." ucap Keefe polos.
"Mom menangis, karena mom senang.. putera putera mom yang tampan ini... saling menjaga dan melindungi satu sama lain.." ucapku.
Aku bersyukur memiliki anak yang panda seperti mereka berdua, meski baru berusia kurang dari empat tahun. Mereka sudah menunjukan kepintaran mereka.
*****
Pagi ini seperti biasa, setelah membuatkan sarapan, menyapa mereka dan memastikan nanny mereka sudah tiba. Aku bergegas pergi menuju kantor. Meeting penting untuk keberlangsungan perusahaanku sudah menunggu. Aku tak mau melewatkannya begitu saja.
Dengan jarak yang lumayan dekat, aku cukup menggunakan waktu tiga puluh menit untuk sampai digedung perusahaan besar. Braxton.Group... Aku akan berjuang untuk mendapatkan kerja sama dengan perusahaan besar ini.
"Selamat Pagi... Dari K&K corp..?!" sapaan dari resepsionis ku terima dengan senyuman diwajahku.
"Selamat pagi, saya dari K&K corp.." jawabku.
"Silahkan duduk, Mr. Braxton akan segera datang" ucapnya sebelum ia pergi.
Ku ketukan jariku diatas meja, hingga menghasilkan nada yang tercipta dari tiap ketukannya. Ku hela napas berkali-kali, sudah sepuluh menit ku menunggunya. Sabar... aku harus sabar....
Ku buka ponselku yang tiba-tiba bergetar, ku lihat nama ysng tertera disana. Sofia--nanny Keith dan Keefe menghubungiku? Apa terjadi sesuatu?! Ku geser ikon hijau, dan menempelkan benda itu dikupingku.
"Hallo... Sofi.. apa terjadi sesuatu?!" tanyaku panik.
"Umm... be..begini, Keith... keith.." Ku potong ucapannya. Mendengarnya tergagap seperti itu membuatku tambah panik.
"Ada apa dengan putraku, Sofi?!!!" bentakku. Aku tak peduli dengan keberadaanku disini yang sedang membentak, aku panik.
"Keith terjatuh dari tangga, dan sekarang kami sedang menuju rumah sakit Emmerald... maafkan aku" hatiku semakin khawatir saat mendengar jawabannya. Ku tutup panggilan ini sepihak. Aku harus kembali, tak peduli jika harus kehilangan kesempatan emas ini. Anakku lebih berharga....
"Mau kemana? Kita akan......" Aku terkejut saat berbalik hendak pergi. Seseorang dihadapanku inilah penyebabnya.
"Maafkan aku, aku harus pergi" jawabku, tanganku tertahan.
"Kenapa? Apa karena keterlambatanku, maafkan aku... tapi,, kau sungguh tidak profesional sekali... Dalam dunia kerja kita harus........." ucapnya terhenti.
"Terserah apa katamu, anakku sedang menuju rumah sakit itu lebih berharga... dan aku adalah ibu yang profesional...." Tekanku, ku berlalu pergi setelah berhasil menghentakan lenganku dari cekalannya.
"Keith.... mom akan segera datang..." gumamku, lift ini bergerak sangat lambat.....
"Aku minta maaf... atas ucapanku tadi" ku lirik arah kiriku, aku tak menyadari keberadaannya disini. ucapannya hanya berbuah tatapan jengah dariku.
'ttringg...'
Aku langsung berjalan menuju mobilku, dan pergi menuju rumah sakit. Aku khawatir sekali.
"Keith..... astaga!! Aku khawatir!!" ku percepat laju mobilku, beruntung tak ada kemacetan seperti dinegaraku. Jadi, dengan leluasa aku bisa membelah jalanan disini.
Segera ku parkirkan mobilku, lalu berlari menuju kamar tempat Keith dirawat setelah Sofia memberitahukan sebelumnya.
"Baby... mna yang sakit syang?!" ku lihat kepalanya, terdapat luka disana.
"Aku tergelincir, mom... ini salahku, seharusnya aku membersihkannya bukan malah bermain dengan air susuku yang tumpah itu... " Keith menunduk. terbesit senyum kecil diwajahku. Meski sedang sakit, Keith masih mau mengakui kesalahannya...
"Lain kali jangan diulangi ya, mom khawatir padamu..." perintahku dianggukinya.
"Sofi... lain kali bicaralah yang jelas, tadi kau membuatku panik" ku lihat sofi mmmengangguk kecil, matanya merah dan bengkak.Dia memang termasuk gadis cengeng.....
"I... iya, aku tak akan mengulanginya lagi... maafkan aku, seharusnya aku membawa Keith juga saat itu..." ia masih sesenggukan.
"Tak apa, tapi jangan terulang lagi... mereka berharga untukku..." ku rangkul gadis ini, badannya bergetar hebat.
"Mom.. apa... kau melupakanku?!" ku balikkan badanku, ku lihat keefe yang sudah memasang gaya andalannya. Puppy eyes-nya.....
"Tidak, tentu tidak... kalian berdua berharga unrukku, sangat berharga untukku.." Ku angkat keefe dalam gendonganku.
"We love u mom...." ucap mereka serempak...