Just A Little Bit Of Your Heart

Just A Little Bit Of Your Heart
planing



"Mommy, aku dan Keefe serta dad Nathan akan pergi bertiga saja?!" ujar Keith, aku tersenyum kala melihatnya mengerucutkan bibir.


Keefe menepuk bahu Keith perlahan bermaksud menenangkan saudara kembarnya, dengan wajah sendu dan kerucut mungil dibibirnya yang membuatku gemas.


Hubungan keduanya mulai akrab setelah satu bulan lalu Austin pergi untuk kembali ke Indonesia. Aku bersyukur mereka kembali kompak dan saling menyayangi, setelah sempat saling berseteru dengan pendapatan mengenai daddy nya masing-masing.


Aku sudah seperti memiliki dua suami saja,haha...


"Hmmm, iya.. mom akan pergi berdua dengan Sofi..." jawabku.


Hari ini aku dan Sofia berniat pergi berdua, bukan tanpa alasan. Aku hendak membntunya untuk membuat pesta kejutan ulang tahun untuk Nathan. Yeah... meski terdengar kekanakan jika dilihat dari usia Nathan yang sudah masuk kepala tiga.


Tapi tak apalah, jika dia tak menyukainya akan ku paksa ia untuk suka. Yeah setidaknya aku sudah berusaha, jadi hargailah...


"Yahh... kemana?!" tanya Keefe lesuh. 


"Rahasia, sudahlah... sana, daddy Nath sudah menunggu kalian dimobil... hurry!!" ucapku sambil melihat Nathan yang memasang senyum bo**hnya. Tapi tetap terlihat tampan.


Aku terkekeh pelan, saat melihat Keith dan Keefe menunduk sambil bergandengan tangan menuju Nathan yang sudah membukakan pintu mobil.


"Kau yakin tak ingin ikut?" tanya Nathan, ia berjalan kearahku setelah memastikan duo K masuk kedalam mobilnya.


Ku tersenyum manis,  menatapnya dengan jarak dekat seperti ini membuat jantungku berdetak dengan tidak normal. Lebih cepat, dan mampu membuatku bergetar.


"Tidak,  kalian saja yang pergi.. aku dan Sofi akan menikmati waktu, entah itu kesalon atau belanja" jawabku seadanya, aku masih terpesona dengan senyumannya. Oopss, maksudnya sedikit terpesona.


Nathan menangkup wajahku, jarak diantara kami semakin mendekat.


"Nikmatilah, jika aku kembali nanti. Kau harus ikut kemana pun aku pergi, kita habiskan waktu berdua, ahhh berempat maksudku.." ucapnya lalu terkekeh, syukurlah ia tak lupa dengan statusku yang tak sendiri lagi.


"Baik, baik... sudah sana, nikmati waktu kalian.. bersenang-senanglah..." ucapku sambil menyrunkan tangannya dari wajahku dan ku genggam dengan erat.


"Tentu saja, kami akan menikmati liburan ini. Tanpa suara berisik dan cerewet milikmu, tanpa sifat menyebalkan Sofia juga.. ahhhh aku akan sangat menikmatinya.." ucapnya sambil menyugar rambutnya kebelakang lalu mengerlingkan sebelah matanya padaku.


Aku mendengus sebal. " Sudah sana, kapan kau pergi dari sini jika terus menerus bicara, huh??" ucapku sambil mendorong paksa tubuhnya pergi.


Bukannya pergi, pria menyebalkan ini malah menangkup kedua lenganku dan menjadikannya satu.


Cup..


Dengan gerakan cepat ia mengecup keningku. Bahkan aku belum sempat, menikmatinya... Astaga,


"Iya mommy, daddy dan anak-anakmu akan pergi...bye honey..'' ucapnya lalu pergi tanpa rasa bersalah setelah mengecupku.


Aarrghh....


Aku mulai menyukainya.


***


Ku dorong troli sambil memerhatikan bahan masakan apalagi yang akan ku pakai untuk membuat hidangan ulang tahun Nathan.


"Aku benar benar tak sabar melihat reaksinya, Sofi.. kau mau makan sesuatu? aku akan membuatkannya untukmu.." tawarku. Sofia terdiam sejenak kemudian menggeleng.


Gadis ini memang tidak banyak menuntut, sudah hampir satu jam kami berkeliling mencari bahan masakan, namun tak sedikit pun ia mengeluh. Gadis baik...


"kak Maria, terimakasih yaa. Sudah hadir diantara kami, kau tahu kak? Kak Nathan tak pernah bersikap seperti sekarang ini, dulu ia hanya peduli dengan pekerjaannya saja.. Tak pernah ia melakukan liburan seperti yang ia lakukan hari ini..." ucap Sofia, aku tersenyum mendengarnya.


Aku seperti memiliki seorang adik perempuan  jika berbincang bersama Sofia, yeah meski dulu aku juga memilikinya. Tapi sifat keduanya sangat jauh berbeda, Sofia gadis yang penuh kelemah lembutan serta sederhana meski berasal dari keluarga berada,sangat berada. Berbeda dengan Tasya, dia terlalu liar dan kasar menjadi seorang perempuan. Hahh,, rasa sesak itu datang lagi tiap ku mengingat tentang dirinya.


"Sofia.. tidak perlu berterima kasih, aku tidak melakukan apa-apa.." ucapku. 


"Tapi tetap saja, kau itu sudah berhasil membuat kakakku yang sedingin kutub itu perlahan-lahan mencair... Jadi, hubungan kalian berdua bagaimana?? ummm, sudah sampai tahap apa?" ucapnya seraya menaik turunkan kedua alisnya, menggodaku.


 


"Apa kak Nathan sudah menjadikanmu kekasihnya? atau... bahkan sudah melamarmu dibelakang kami,ayolah kakak ipar... bicara, aku sangat tak sabar menanti saat kau menjadi kakak iparku.." tambahnya lagi.


  


 


blush..  


 


Wajahku menghangat.


"Entahlah, aku membiarkannya mengalir bagai air saja..." ucapku lalu dengan cepat mendorong kembali troliku.


"Hei… kau meninggalkan aku kakak ipar!!! Tunggu!" ia berteriak dan aku terkekeh melihatnya. Sesi belanja kali ini sangat menyenangkan.


* * *


Disamping para wanita yang tengah asik dengan belanjaan dan masakannya, para pria justru sedang menikmati liburan dipantai. Meski tanpa adanya sentuhan tangan wanita, liburan Keith, Keefe dan Nathan berjalan sangat seru.


Setelah tadi puas bermain air, tiba saatnya untuk mereka bersantai dibawah teriknya matahari menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus. Payung pantai besar serta kursi pantai untuk mereka bersantai sangat melengkapi liburan kali ini.


"Dad, aku sangat menyukai ini... Lain kali, kita harus pergi bertiga seperti ini lagi ya." ucap Keefe dengan lantang. Pria kecil ini sangat menyukai pantai.


"Baiklah, nanti kita akan membuat rencana disaat aku tidak sibuk bekerja. Bagaimana??" tawaran Nathan langsung disambut antusias oleh kedua pria kecil itu.


"Tapi nanti jangan kepantai lagi ya…" usul Keith, yang sedari awal tidak terlalu menyukai perjalanan kepantai ini.


"Iya dad, aku setuju dengan Keith… Dulu kita pernah kesini bersama Mom dan aunty Sofi… Dan sekarang kita kemari lagi, meski ini juga mengasyikkan hehe.." cetus Keefe.


"Baiklah, jagoan-jagoan daddy… Nanti kita mencari tempat-tempat yang baru okay, kita nikmati saja hari ini dulu... Besok, kita bersenang senang kembali dengan suasana dan tempat yang lain.." ucapan Nathan langsung diangguki oleh Keith dan Keefe.


'Ku harap dengan segera kalian bisa ku miliki seutuhnya, Maria...Keith, Keefe…' batin Nathan, dengan senyum tersungging diwajahnya.


* * *


"Kak, bisa bantu aku sebentar?!!..." ku dengar teriakan Sofi yang sedang memasang hiasan diruang tengah.


Ku matikan kompor sebelum berjalan menemuinya, aku tak mau masakanku berakhir gosong.


"Bagian mana lagi yang akan dipasang?" tanyaku.


Ku lihat ia kesusahan saat menggantung tulisan 'selamat ulang tahun Nathaniel Braxton' itu idenya Sofia,btw.


"Ahh... kau cukup melihatnya dari situ, apakah ini sudah rapih atau tidak?!! ini lurus tidak?!" ucapnya.


Aku mengangguk, kemudian membantunya untuk turun dari tangga. Kami merasa cukup puas dengan tampilan yang bisa dibilang, seadanya ini. Mengingat ini adalah kejutan mendadak.


"Uuhh, akhirnya... selesai juga, aku jadi bisa membantumu didapur... Aku sudah tak sabar menanti kepulangan mereka, kira kira... bagaimana reaksinya ya?" sofia masih terus berceloteh.


Jika boleh jujur, aku pun sama antusiasnya dengan Sofi namun sebisa mungkin aku menutupinya. Aku berharap ia menyukai yang kami lakukan untuknya. semogaaa....