
Sepulang sekolah, aku memang menadapati Mom tidak ada di rumah. Sophie kini masih tertidur di dalam kamarnya. Aku kira anak itu juga ikut Mom jika Mom pergi. Dan ya, seperti yang sudah kalian duga. Aku berjalan kaki dari sekolah hingga rumah. Untung aku sempat menghafali sedikit jalannya dan sisanya bertanya pada orang\-orang yang aku lewati. Jika kalian mengira Mom jahat ....
Menurutku ini terlalu jahat!
Jalannya lumayan jauh apalagi aku harus berjalan kaki. Rasanya aku ingin menangis saja, karna setiap aku berjalan banyak juga anak-anak baru dari sekolahku yang melihatku terus-menerus sedari tadi. Aku tidak tahu tatapan apa yang mereka berikan padaku, yang jelas itu mengerikan!
"Kak Vero!"
Kini kulihat Sophie berjalan menuruni tangga sembari mengucek-ngucek daerah bagian matanya. Aku yakin sepertinya dia baru saja bangun tidur.
"Apa Mom belum pulang?" tanya Sophie yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahku. Suaranya memang agak serak, ciri khas orang yang baru saja bangun tidur.
"Belum," jawabku yang kini tengah duduk di sofa, menonton beberapa acara di tv dengan bosan. Lalu tak lama aku matikan saja sekalian televisinya.
"Jangan dimatikan kak! Sophie juga mau nonton!"
Aku memberikan remote-nya pada Sophie. Dia langsung mengambil alih dan menyalakan lagi televisi, menayangkan sebuah cerita kartun kesukaannya.
Aku melenggang manaiki tangga, ingin masuk ke dalam Kamarku. Belum sempat memegang kenop pintu, aku sudah mendengar bunyi klakson yang nyaring. Aku mengenali suara klakson itu, biasanya dari mobil sedan milik Mom. Buru-buru aku langsung turun lagi dari tangga. Di bawah tadi sudah tidak ada Sophie, tapi televisinya masih menyala. Sepertinya bocah itu sudah lebih dulu kabur dan menghampiri Mom.
Aku langsung pergi menuju pintu utama. Di sana aku melihat Mom berjalan memasuki rumah bersama Sophie di samping yang memegangi boneka barbie kesukaannya.
"Lama sekali. Aku sudah rindu sama Beccy," ucap Sophie. Mom mengelus-elus kepalanya.
Ngomong-ngomong, Beccy adalah nama yang diberikan Sophie untuk boneka barbie-nya itu. Sepertinya tak sengaja Beccy masih tertinggal di mobil, dan Sophie menunggu Mom pasti karna bonekanya.
"Ke mana Mom pergi? Mengapa tidak menjemputku pulang sekolah?" tanyaku dengan nada sedikit marah. Aku benar-benar kesal Mom tidak menjemputku pulang di hari pertamaku sekolah.
Kini Sophie langsung berlari kembali berhadapan dengan televisi. Tapi bocah itu tidak duduk di sofa, melainkan di lantai. Ia menonton televisi sembari berbincang-bincang sendiri dengan bonekanya.
"Ah, iya. Mom lupa. Sebenarnya hari ini Mom ada undangan ke rumah baru aunty Ze. Rumah barunya sangat menakjubkan! Kami menghabiskan pesta bersama dengan minum teh dan cemilan," jawab Mom dengan wajah sedikit riang.
Aku begitu terkejut mendengar kabar kalau aunty Ze pindah ke daerah kota.
"Mom tidak tahu. Tapi Mom berencana untuk melihat rumah lamanya itu bersama. Sudah lama kita tidak ke sana kan? Lagipula aunty Ze tidak melarang kita ke sana. Tapi ia berpesan untuk berhati-hati."
Pasti sangat seru. Berkelana dalam hutan yang rimbun, tidak terlalu banyak cahaya masuk karna banyak dedaunan.
Aku yang tadi marah karna Mom berangsur-angsur mengganti jadi kegirangan.
"Kapan kita ke sana?" tanyaku dengan mata yang berbinar-binar.
"Pekan depan. Mungkin kita juga akan piknik sebentar ke sana," jawab Mom yang membuatku senang.
Wushh~
Aku merasa ada yang melintas cepat tepat di hadapan kami berdua. Mataku sempat tak berkedip beberapa saat, hingga Mom meniup kedua mataku yang membuatku langsung berkedip.
"Ah, Mom!"
Prang!
Ya ampun, suara berisik apalagi itu? Belum juga aku tahu tentang apa yang tadi melintas di hadapan kami, sekarang aku mendengar suara berisik dari arah dapur.
Baru aku ingin melangkah pergi untuk melihat, Mom langsung merentangkan tangannya untuk menghalangku. Aku berkerut bingung atas tingkahnya.
"Jangan! Astaga, Mom saja yang akan melihatnya. Cepat kembali saja ke kamarmu."
"O-oh, okay."
Mom langsung pergi terburu-buru ke dapur. Aku tidak tahu mengapa perubahan Mom begitu cepat saat itu.