
Rizky sudah rapi memakai jas dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantornya. Sebelum berangkat tentu ia harus sarapan bersama keluarganya.
Pak Surya ternyata sudah duduk menunggu sarapan, Rizky pun segera duduk bersama mereka. Adiknya yaitu Ilona juga sudah siap dengan seragam SMA nya segera menuju ke meja makan.
"Gimana Ki rumahmu? apa sudah lengkap?" tanya Papanya.
"Belum lengkap Pa, hanya peralatan-peralatan penting yang sudah ada" jawab Rizky.
Bu Yuri sudah menyiapkan menu sarapan di atas meja, ia pun duduk.
"Baguslah, nggak usah terlalu lengkap nanti biar istrimu yang mendekornya" kata Bu Yuri tersenyum.
"Ha? Kak Rizky mau nikah? sama siapa Ma?" kata Ilona sambil mengambil susunya.
"Sama Kak Selena hehe" jawab Bu Yuri tersenyum.
"Ih Mama ada-ada aja, Kakak belum mau nikah, ketemu pasangannya aja belum" kata Rizky sambil mengunyah makanannya dan menatap Ilona.
"Menurutmu gimana kalau Selena yang jadi istrimu?" tanya Pak Surya dengan serius.
"Hm?" Rizky langsung menoleh ke arah Papanya.
"Papa serius mau menjodohkan kamu dengan Selena, kamu setuju nggak?" tanya Pak Surya yang fokus ke makanannya.
Rizky hanya diam dan melihat Mamanya.
"Pak Vicky dan Bu Yuna juga setuju dengan perjodohan ini, jadi terserah kalian berdua mau nggak di jodohkan" tambah Bu Yuri.
"Emm...kalau itu sih... aku..terserah Selena aja, dia mau atau nggak" jawab Rizky.
"Wah kalau Kak Selena jadi istrinya Kakak, aku setuju!!! cantik dan juga ganteng pasti anaknya lebih cakep hahaha" Ilona sangat semangat.
"Hhh apaan sih, mikirnya kejauhan.. kamu masih kecil tau" balas Rizky sambil mendorong kepala Ilona.
"Ih apaan sih, aku bentar lagi mau kuliah loh..." ledek Ilona.
"Besok kita undang keluarga Pak Vicky untuk makan malam lalu bahas perjodohan kalian" kata Pak Surya.
Rizky sangat bahagia karena di jodohkan dengan Selena, namun ia takut bahwa Selena pasti akan menolak perjodohan tersebut.
•
•
•
Rizky sedang bekerja di kantornya, tiba-tiba ada telepon masuk dari Selena.
"Halo Sel" sapa Rizky.
"Ki, abis pulang kantor ini kita ketemu ya? aku mau ngomong sesuatu. Jemput aku di kantor" kata Selena.
"Iya, nanti aku jemput" jawab Rizky.
Setelah pulang dari kantornya, Rizky pergi menjemput Selena. Hari sudah hampir malam.
"Kita mau ke mana, Sel?" tanya Rizky.
"Kita makan dulu" jawab Selena, ia terlihat tak ceria.
Malam ini sedikit hening, sepertinya Selena punya masalah, ia nampak tak ceria.
Setelah makan, Selena mengajak Rizky untuk mengobrol di dalam mobil. Rizky merasa sepertinya apa yang ingin di bicarakan Selena sangat penting sampai-sampai mereka harus bicara di dalam mobil.
"Mau ngomong apa, Sel?" Rizky penasaran.
".......Kita mau di jodohin Ki" kata Selena yang hanya melihat ke depan.
"Oh ternyata dia mau bahas itu, pantas dia terlihat sedih. Aku terlalu banyak berharap" batin Rizky.
"Ki, kamu tau kan Papaku orangnya gimana? aku nggak bisa lawan, Ki. Tapi kalau kamu yang menolak perjodohan ini mungkin bisa" saran Selena, ia menatap Rizky dengan penuh harapan.
Suasana menjadi sangat serius, Rizky bingung apakah ia akan menolak perjodohan ini atau tidak.
"Ha? emangnya kamu setuju dengan perjodohan ini? kita itu harus menikah dengan orang yang kita cintai dan yang mencintai kita, Ki" Selena sepertinya benar-benar ingin membatalkan perjodohan ini, ia berusaha meyakinkan Rizky.
"Tapi... aku mencintaimu, Sel" Rizky sangat terbawa suasana, sehingga ia menyatakan perasaannya kepada Selena. Ia mengatakannya dengan jelas tanpa menatap wajah Selena.
"Ha? sejak kapan?...... gak bisa... kita harus membatalkannya, aku gak mencintaimu, kita gak bisa setuju dengan perjodohan ini kalau cuma kamu yang mencintaiku" tegas Selena, ia kaget dengan pernyataan Rizky.
"Aku tau, Sel. Besok keluarga kita akan makan malam bersama, aku akan batalkan saat itu" Rizky hanya melihat ke depan, ia sedih karena Selena tidak menerima perasaannya.
"Kamu serius?" tanya Selena.
"Iya... kamu tenang saja" kata Rizky, ia sepertinya sudah pasrah dan tidak ingin memaksa Selena untuk mengerti dirinya.
"Makasih ya, Ki" ucap Selena.
Keadaan menjadi hening kembali, Selena merasa tidak enak dengan Rizky.
"Apa ada lagi yang perlu kamu omongin?" Rizky sepertinya sangat terluka, ia bahkan tidak menatap Selena.
"Hmm gak ada, kita pulang saja" jawab Selena.
Setelah mengantar Selena pulang, Rizky langsung kembali ke rumahnya. Ia segera membersihkan dirinya lalu membaringkan tubuhnya ke kasur.
"Hhh cinta tak harus memiliki kan? aku kenapa jadi seperti ini sekarang? bukankah aku sudah biasa hidup seperti ini? Selena... kenapa kamu gak bisa mencintaiku? ck! cinta memang tidak bisa di paksa ya" batin Rizky.
Selena yang sudah pulang, segera berjalan menuju kamarnya walau ia melihat Papanya, ia tetap terus berjalan.
"Besok kita akan makan malam dengan keluarga Pak Surya, jadi jangan bersikap bodoh dan jangan coba-coba menolak perjodohan ini" kata Pak Vicky dengan tegas, Bu Yuna yang melihat itu segera menghampiri Pak Vicky.
"Pa, jangan terlalu memaksa Selena. Pernikahan itu mereka yang jalani, kan gak bagus kalau mereka tersiksa dengan pernikahan ini" saran Bu Yuna.
"Ma, Pokoknya Papa mau Selena setuju dengan perjodohan ini, kalau Selena setuju Rizky juga setuju. Rizky itu hanya mengikuti pendapat Selena, Ma" jelas Pak Vicky.
"Hm terserah Papa" Bu Yuna pasrah. Sebenarnya Bu Yuna sangat berharap perjodohan ini terjadi, namun ia juga sangat tak tega melihat putrinya yang akan tersiksa karena perjodohan ini.
Pikiran Selena kacau, Ia tidak bisa memikirkan jalan keluar dari masalah ini. Selena berharap Rey bisa mengatasi masalah ini.
Setelah Selena selesai mandi, ia bersiap untuk tidur dan langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur.
"Sejak kapan Rizky menyukaiku? Kenapa dia bisa menyukaiku? Dia pasti terluka kalau perjodohan ini di batalkan. Apa aku terlalu egois? Hhhh nggak, keputusan ku sudah tepat" pikir Selena.
•
•
•
Waktu berlalu dengan cepat, malam ini adalah malam yang tidak di nantikan Rizky dan Selena.
Apakah perjodohan mereka akan di batalkan?
Apakah Rizky sanggup membantu Selena?
Ataukah Selena akan melakukan hal bodoh?
Apakah Rey menemukan solusi masalah ini?
Makan malam kali ini sedikit lebih mewah, semua nampak bahagia kecuali Rizky dan Selena yang terlihat tidak senang.
Saat ini karena kedua keluarga sudah tiba, mereka tidak langsung membahas perjodohan ini. Mereka menyantap hidangan mewah di depan mereka terlebih dahulu.
Setelah semua selesai makan, mulailah mereka membahas perjodohan ini.
"Hm makan malam kali ini sebenarnya bertujuan untuk membahas perjodohan Rizky dengan Selena. Jadi, kita harus mendengarkan pendapat mereka berdua, apakah setuju atau tidak dengan perjodohan ini" jelas Pak Surya.
"Hahaha kalau gitu kita dengar pendapat Rizky terlebih dahulu" Pak Vicky tersenyum.
Rizky yang menunduk langsung menatap wajah Selena, Selena yang melihatnya pun terlihat biasa saja.
Rizky mengepalkan tangannya dengan erat. Walau sudah memutuskan untuk membatalkan perjodohan ini, ia tetap ragu.
"Ki? gimana? kamu setuju?" tanya Bu Yuri, Mamanya Rizky.