
Aldi mengendarai mobilnya menuju sebuah rumah, yang jelas itu bukanlah rumahnya melainkan rumah sahabatnya yang nama panggilnya adalah Alvin. Sebenarnya Aldi dan Alvin merupakan saudara jauh, mereka sangat akrab dan sering bersama walau tak pernah satu sekolah.
Aldi memakir mobilnya di depan rumah sahabatnya itu. Sebelum keluar dari mobilnya, ia duduk sebentar dan melihat sebuah rumah di seberang jalan yang tentu bukan rumah yang akan ia kunjungi. Setelah itu ia keluar dari mobil dan segera masuk ke rumah sahabatnya.
"Halo! Alvin? Tante?" teriak Aldi, ia pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
"Yoo kenapa? tumben datang. Mentang-mentang udah sukses jadi gak pernah berkunjung ke sini" kata Alvin yang menghampiri Aldi sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, Alvin pun duduk di samping Aldi.
"Bukan begitu lah, aku juga sibuk kerja tau. Kebiasaan kamu yang selalu menuduh orang sembarangan gak pernah mau hilang ya" ejek Aldi.
"Terus gimana? katanya baru pindah ya di apartemen baru cie-cie, kamu kapan punya istri? haha" goda Alvin.
"Hhh itu tuh pertanyaan yang paling aku benci, mending kasih aku pertanyaan matematika deh. Ngapain buru-buru nikah, umur aku juga masih muda kok. Kamu juga kapan nikahnya? cuma beda satu tahun doang sama aku" balas Aldi.
"Hahaha mentang-mentang jago matematika, dasar!" Alvin tertawa mendengarnya.
"Alvin, rumah yang di seberang jalan itu penghuninya masih sama kan dari dulu? Cowok yang pintar dan ganteng itu. Soalnya akhir-akhir ini kalau ke sini, rumahnya kaya sepi gitu" tanya Aldi sambil menunjuk rumah yang di maksud dengan menggunakan jari telunjuknya.
"Ah itu, penghuninya masih sama kok. Itu sepi mungkin karena dia tinggal sendiri, emang kenapa?" tanya Alvin.
"Nggak kok, cuma penasaran aja. Kira-kira dia punya pacar atau nggak?" tanya Aldi.
"Gak tau, kamu kenapa penasaran soal itu? jangan-jangan.... aku tau Al, kamu udah lama jomblo tapi jangan sampai suka sesama jenis kali" goda Alvin.
"Hahaha apaan sih, aku masih waras tau. Emang kamu gak pernah liat ada cewek yang mampir ke rumahnya gitu?" Aldi terus bertanya demi mendapat informasi.
"Gak tau, aku gak tau kalau dia punya pacar atau nggak. Tapi pernah aku liat ada cewek yang mampir di rumahnya, kayanya orang kaya deh soalnya pakai mobil terus parkir di depan situ. Mungkin teman atau kenalannya? tapi kemungkinan itu pacarnya deh soalnya mereka akrab banget, intinya dia gak punya keluarga atau saudara di sini" jelas Alvin.
"Ooh cewek itu...ciri-cirinya gimana?" Aldi makin penasaran.
"Hmm cewek itu rambutnya pirang dan pendek sampai bahu, aku cuma taunya itu doang soalnya gak terlalu perhatikan sih. Kamu kenapa kepo begitu? kamu agak mencurigakan deh" kata Alvin sambil mengerutkan kedua alisnya.
"Hhh kamu gak usah kepo, ini sangat rahasia" balas Aldi.
"Rambut pendek? terus pirang? intinya itu bukan Selena, Selena kan rambutnya panjang terus hitam dan banyak orang yang rambutnya mirip sama dia. Mungkin Lyn yang salah" batin Aldi.
Setelah mengobrol dengan Alvin begitu lama, Aldi pun kembali ke rumah. Sepanjang jalan ia terus-menerus berpikir apakah ia harus memberitahu Rizky tentang kesaksian Lyn yang mungkin bisa saja salah? Bagaimana jika ia salah langkah? Jika benar Selena diam-diam selingkuh dari Rizky, apa alasannya? Kenapa Selena tega melakukan hal itu?
Aldi pun tiba di apartemennya ketika hari sudah malam, ia masuk dan menuju wastafel totonya untuk membasuh wajah dengan air. Air mengalir dari keran dan Aldi menadahkan kedua tangannya untuk menampung air, seketika ia langsung mengusapkan wajah dengan kedua tangannya hingga basah seluruhnya.
"Selena... Rey... Sebenarnya apa hubungan kalian? Mengapa harus aku yang pertama mencurigai kalian? Hhh ini agak mustahil, Selena gak mungkin melakukannya. Gak ada bukti yang akurat, ingatan Lyn juga gak bisa di percaya. Tapi..." batin Aldi, ia terdiam sejenak untuk menjernihkan pikirannya.
Aldi sebenarnya tahu bahwa Rizky dan Selena memang di jodohkan. Dengan arti lain, Selena awalnya tak mencintai Rizky dan di paksa untuk menikah walau berbanding terbalik dengan Rizky yang memang dari awal sudah mencintai Selena.
Berdasar dari hal itu, Aldi berpikir bahwa Selena mungkin saja mampu untuk melakukan hal itu. Namun, Aldi memutuskan untuk diam dan tak ikut campur dengan masalah tersebut.
Setelah membersihkan tubuhnya, Aldi membaringkan tubuhnya yang lelah di atas kasur. Tiba-tiba hp Aldi berdering karena ada telepon yang masuk, Aldi pun mengambil hpnya dan mengangkat telepon tersebut yang ternyata dari Lyn.
"Ya halo?" sapa Aldi.
"Gimana? kamu udah selidiki soal itu?" tanya Lyn.
".......Soal apa?" Aldi mencoba untuk tak mengerti pertanyaan Lyn.
"Ya ampun, soal Selena yang selingkuh. Kamu gimana sih" Lyn agak kesal.
"Oh soal itu, kita gak punya bukti yang cukup. Pernyataan dari kamu juga masih di ragukan, mungkin saja itu orang yang sekilas mirip dengan Selena. Aku juga udah selidiki kalau cowok itu kemungkinan besar sudah punya pacar dan itu bukan Selena. Selena juga bilang kalau dia baru pertama kali melihatmu, itu artinya kalian mungkin gak pernah bertemu sebelumnya " jelas Aldi.
"Jadi cowok yang ganteng itu udah punya pacar? kamu tau info itu dari mana?" tanya Lyn.
"Aku dapat info dari teman aku, teman aku itu tetanggaan sama cowok ganteng itu. Bentar, kamu bilang cowok ganteng!? hhh apaan sih tampangnya biasa-biasa aja kok, selera kamu rendah juga ya" ejek Aldi.
"Hhh dia ganteng tau, jangan-jangan kamu salah orang ya? aku kan bilang orangnya itu ganteng kaya orang cina atau jepang terus tinggi dan putih! Kamu kayanya salah orang deh" bantah Lyn yang tak terima perkataan Aldi.
"Hhhh aku gak salah orang, Lyn. Iya deh terserah kamu dia ganteng tapi masih gantengan Rizky" kata Aldi.
"...Dan juga masih gantengan aku" kata Aldi agak pelan.
"Apa?! hhh dasar, percaya diri banget ya kamu. Aku sih setuju kalau Rizky masih lebih cakep tapi kalau kamu... aku minta maaf deh" ejek Lyn.
"Hhh iya deh aku jelek" balas Rizky dengan masam muka.
"......Hm mungkin kamu benar, Selena adalah orang yang baik dan juga berasal dari keluarga yang terhormat. Aku rasa gak mungkin dia melakukan perbuatan tak terpuji itu dan memalukan orang tuanya sendiri. Aku rasa ingatanku yang bermasalah haha, kita gak usah terlalu memikirkannya hahaha. Padahal kita sama-sama belum berumah tangga, tapi udah pusing dengan rumah tangga orang lain ya hahaha" kata Lyn.
"Hmm..." balas Aldi.
"Hei! malam minggu nanti minum-minum yuk! aku bosan di rumah hehe, mau nggak?" ajak Lyn.
"Hm oke! kamu yang traktir ya kan kamu yang ajak hehe" balas Aldi.