I Still Love Her

I Still Love Her
Gak Peka



Esok hari, Aldi dan Lyn sedang berada di salah satu bar pilihan Aldi untuk menghabiskan malam minggu mereka dengan bersenang-senang. Sambil menunggu pesanan, mereka mengobrol dengan santai. Tak lama kemudian, pelayan yang bekerja di bar tersebut membawa pesanan mereka yaitu beberapa botol wine dan dua porsi kentang goreng. Pelayan tersebut dengan hati-hati meletakkan pesanan mereka di atas meja dan setelah pekerjaannya selesai ia pun pergi.


"Al, kamu sering ke sini ya?" tanya Lyn yang berbasa-basi.


"Gak sering sih, cuma pernah ke sini sekitar 2 atau 3 kali. Aku jarang minum-minum tau, aku sibuk kerja" jawab Aldi, ia kemudian segera meneguk segelas wine yang telah ia tuang dari botol sebelumnya, begitu juga dengan Lyn.


"Yah cuma segitu? hhh cemen banget kalah sama aku, pantas aja gak laku-laku" ejek Lyn.


"Hhh gak nyambung tau gak, apa hubungannya minum alkohol sama jodoh. Pikiran kamu makin hari makin gak beres, jangan-jangan selama di Inggris kamu kerjaannya main terus ya" bantah Aldi.


"Hhh apaan sih, emang kamu ke sini bareng siapa? terus ada masalah apa sampai datang ke sini?" tanya Lyn sambil menuangkan minumannya ke gelas kecil dan meneguknya untuk yang kedua kali.


"Oh sama Rizky dan juga teman aku, tapi kamu gak kenal sama dia. Aku sih gak ada masalah apa-apa cuma datang aja karena di ajak" jawab Aldi sambil mengunyah kentang goreng di mulutnya.


"Hmm kok aku gak percaya ya si Rizky yang ajak kamu ke sini, bukan sebaliknya ya" Lyn mengerutkan bibir dan matanya menyipit.


"Hhh apaan sih, iya-iya aku yang ajak dia soalnya waktu itu dia murung terus, tapi dia juga mau kok padahal aku gak terlalu maksa" jelas Aldi.


"Wah si Rizky murung kenapa tuh? ada masalah apa emang?" mata Lyn seketika melebar.


"Hmm rahasia lah, kenapa kamu harus tau. Dasar kepo!" ejek Aldi.


"Ih apaan sih, aku juga teman kalian tau. Kenapa sih kalian gak mau mengakui aku, gak kasian apa sama aku" wajah Lyn cemberut.


"Loh-loh bukan begitu, gak usah terlalu di pikirkan. Kamu kenapa sih, jangan-jangan alkohol udah bereaksi ya" balas Aldi, ia kembali meneguk minumannya.


"Jahat banget kalian, bisa-bisanya dingin sama seorang cewek. Toh Rizky juga udah punya istri, apa susahnya anggap aku sebagai teman. Aku juga udah move on dan aku juga gak akan ngejar-ngejar Rizky lagi" wajah Lyn kesal.


"Hhh yang dingin sama kamu itu siapa? bukan aku tapi si Rizky kan? main tuduh-tuduh sembarangan. Kamu bodoh atau buta sih? jelas-jelas kalau aku yang selalu peduli sama kamu. Dasar gak peka!" kata Aldi yang sudah di bawah pengaruh alkohol.


".......Apa kamu bilang? aku gak peka? hahaha kamu udah mabuk ya ternyata hahaha, sudah kamu berhenti minum sekarang! Aku itu orang yang sangat peka tau, bahkan dulu aku bisa tau kalau ada orang yang saling suka di sekolah hahaha" Lyn tertawa lepas, sedangkan Aldi hanya diam dan menatap Lyn.


"Dia bicara apa sih? jelas-jelas dia yang gak peka, hhh bukan dia yang bodoh tapi aku yang bodoh di sini!!" batin Aldi.


Setelah merasa puas dengan menghabiskan beberapa gelas wine, Aldi dan Lyn pun berencana untuk segera kembali ke rumah. Namun, kondisi Aldi sudah sangat mabuk hingga sulit untuk mengontrol dirinya sendiri. Lyn terlihat sangat repot dan kesusahan untuk menggotong Aldi masuk ke mobilnya.


"Haa!! Kenapa kamu bisa jadi begini sih!? udah di bilang jangan minum terlalu banyak!!" teriak Lyn yang sangat marah, ia berusaha menggotong Aldi yang sudah kehilangan kesadaran.


"Apa!? K-kamu!! Awas ya!" Lyn tambah kesal, ia bahkan memukul punggung dan kepala Aldi dengan keras hingga terlihat wajah Aldi yang berusaha menahan kesakitan.


Setelah sampai di mobil miliknyal, Lyn pun membuka pintu mobil tersebut dan membantu Aldi masuk ke dalam. Setelah itu, ia menutup pintu mobil dengan kencang lalu ia lari mengitari mobil dan masuk ke dalam. Lyn mengendarai mobil miliknya menuju ke apartemen Aldi, sedangkan Aldi masih terus bertingkah layaknya orang mabuk.


"Hhh galak banget~" kata Aldi.


"Aku menyesal ajak kamu tau, aku aja masih kuat walau minum banyak. Kondisi kita sekarang itu terbalik, harusnya cowok yang anter cewek pulang ke rumah. Hhh pantas aja kita jomblo terus" Lyn masih kesal.


"Hhh apaan sih, kamu yang ajak berarti harus tanggung jawab dong~. Jadi orang dewasa kek, umur tambah tua tapi gak dewasa-dewasa. Tapi~ kamu cocok sama warna rambut itu, tambah cantik hehehe" kata Aldi.


"Hhh orang ini....kepalanya minta di pukul ya" batin Lyn.


"Hhh~ aku gak tau kalau aku tipe orang yang setia seperti ini, padahal banyak cewek di luar sana~ tapi kenapa aku jadi bodoh seperti ini... Kamu juga!! kenapa segitunya suka sama Rizky, padahal dia dingin dan cuek sama kamu. Hmm~ kita berdua emang orang bodoh" kata Aldi.


".......Berhenti bicara omong kosong! kamu mau di pukul lagi?!" Lyn marah.


***


Sinar matahari terik masuk melewati jendela kamar dan menyilaukan mata Aldi yang sedang tidur di atas kasurnya. Aldi pun membuka matanya dan mengerutkan dahinya karena sekarang kepalanya terasa sangat pusing. Ia pun memegang kepalanya dengan menggunakan kedua tangan lalu memijatnya dengan pelan. Aldi langsung menuju ke kamar mandi dan berencana untuk mandi dengan harapan pusingnya itu bisa hilang.


Setelah mandi, Aldi yang memakai kaos biasa dan celana pendek pun duduk di atas kasur. Ia mengambil hpnya dan melihat bahwa terdapat banyak pesan dan telepon dari Lyn. Dari tadi pagi Lyn mengirim pesan untuk menanyakan kabar dan kondisi Aldi, namun Aldi masih tidur dan baru membacanya saat waktu sudah menunjukkan pukul 10.50 siang.


Ddrrt~ddrrtt~. Tiba-tiba Lyn menelpon Aldi.


"Ya halo? kenapa telepon?" tanya Aldi sambil memijat dahinya.


"Aku ada di depan apartemen kamu nih!!! cepat buka pintunya!!" teriak Lyn, ia langsung menutup teleponnya.


"Apa!? kenapa tiba-tiba sih!! Aduh!" Aldi langsung berlari menemui Lyn yang sedang menunggu di depan.


"Hhh kamu baru bangun? udah mandi belum? kenapa gak balas pesan aku? aku pikir kamu udah mati, makanya aku ke sini" kata Lyn.


"Hhh bicara yang benar dong, aku udah mandi tau" balas Aldi sambil memegang dahinya.


"Ini aku bawakan sup, masih hangat jadi cepat makan!" suruh Lyn, ia langsung membuka penutup mangkuk dan mengambil sendok untuk Aldi.