I Still Love Her

I Still Love Her
Tinggal Bersama



"Hm?...." Selena kaget dengan pertanyaan Rizky.


"Maksud aku.... aku bisa kok tidur di sofa nanti kamu tidur di kasur aja. ..itu maksud aku, kamu jangan salah paham" jelas Rizky, ia terlihat sedikit gugup.


"Oh hehe, gak usah biar aku aja yang tidur di sofa" tolak Selena.


"Gapapa kamu di kasur aja, lagian


sofanya juga besar kok. Aku bisa tidur di sana" balas Rizky.


"Oke terserah kamu aja. Fyuuh udah dulu, besok aja lanjut beresnya" Kata Selena.


"Iya, lagian ini udah larut malam" kata Rizky, ia terlihat sangat lelah.


"Aku mandi duluan ya?" Selena langsung mengambil handuknya.


Mereka sedikit gugup karena sekarang mereka hanya berdua di kamar. Walau ini bukan kali pertama mereka berada di dalam kamar yang sama, namun suasana kali ini sedikit berbeda karena mereka sekarang adalah sepasang suami istri.


Setelah Selena selesai mandi, Rizky juga langsung mandi. Beberapa menit kemudian, Rizky sudah selesai mandi dan pakai baju tidurnya Ia melihat Selena sudah tidur, ia juga langsung siap-siap untuk tidur.


Mereka berdua tidak bisa tidur, mereka hanya memejamkan mata dan memaksakan diri agar bisa tidur. Hal itu terlihat karena mereka sering bergerak-gerak.


Setelah berjam-jam, baru keduanya bisa tidur dengan nyenyak.


***


Sinar matahari pagi sudah masuk ke dalam kamar mereka dan menyilaukan mata Selena yang masih tidur. Selena kemudian bangun dan keluar dari kamar, ia melihat Rizky sudah selesai mandi dan sedang menyiapkan sarapan pagi.


Kini, pembantu dan tukang kebun di rumah Rizky hanya datang di hari-hari tertentu saja untuk membersihkan rumah. Mereka bahkan tidak tinggal di rumah Rizky.


"Ki, kenapa kamu yang buat sarapan? itu harusnya tugas aku" kata Selena.


"Oh gapapa kok, kamu pasti lelah jadi kali ini aku aja yang buat sarapannya" kata Rizky yang tetap fokus membuat nasi goreng.


"Aku buatin susu ya? kamu suka kan?" tanya Selena.


"Ha? gapapa kok, nanti aku aja yang buatin. Kamu mandi aja dulu" tawar Rizky.


"Ya udah, aku mandi dulu" Selena segera menuju kamarnya untuk mandi.


Setelah selesai mandi, ia kemudian sarapan bersama Rizky. Tentu saja nasi goreng buatan Rizky sangat enak, jadi ia memakannya hingga habis dengan lahap. Selena merasa ia harus banyak belajar memasak sekarang.


"Ki, sejak kapan kamu pelihara anjing? uh lucu banget" kata Selena sambil bermain dengan anjing tersebut.


"Sejak pindah ke sini, kamu baru liat?" Rizky segera menghampiri Selena.


"Tapi setiap aku ke sini gak pernah keliatan anjingnya. Aku baru liat dia kemarin, tapi aku cuekin hehe. Kyaa lucunyaa" Selena terus bermain dengan anjing tersebut.


"Kamu juga imut.." kata Rizky dengan pelan, ia sepertinya tak sadar dengan perkataannya.


"Ha? siapa yang imut? a-aku imutt?" tanya Selena, ia menatap wajah Rizky terlalu dekat sehingga wajah Rizky mulai memerah.


"Ah i-iya kamu imut dan anjingnya juga lucu kan?" kata Rizky dengan rasa gugup dan malu.


"Iya lucu, aku baru tau kalau kamu suka anjing. Kalau aku tau mungkin aku akan kasih hadiah anjing di hari ulang tahunmu haha" Selena tersenyum.


"Hm aku juga baru pertama kali pelihara anjing, hitung-hitung bisa jadi teman supaya gak kesepian hehe" kata Rizky sembil memberi makan anjing tersebut.


"Karena hari ini libur kerja, kita mau ngapain?" tanya Rizky.


"Hm gak tau, aku mau coba belajar masak untuk makan siang nanti" Selena pergi mengambil hp nya.


"Gak usah di paksain, bentar lagi bibi datang beres-beres sekalian masak" kata Rizky.


"Gak usah, biar aku yang masak. Kamu mau makan apa? biar aku cari resepnya di youtube" tawar Selena dengan mengangkat alisnya.


"Gapapa, Sel. Biar Bibi aja yang masak, kita lanjut beresin barang-barang kamu yang di kamar" Rizky menghampiri Selena yang sedang duduk di atas sofa.


"Oh iya ya, aku lupa hehehe. Ayo kita beresin" Selena tersenyum.


Rizky dan Selena mulai membereskan barang-barang dengan giat, sebagian barang-barang Selena sudah di bereskan kemarin malam jadi hanya tersisa sedikit. Setelah selesai bere-beres, mereka kemudian beristirahat dengan santai.


Setelah selesai memasak, Bibi dan tukang kebun langsung pulang ke rumahnya karena ini merupakan waktu mereka pulang.


Tukang kebun yang bekerja di rumah Rizky dan Selena tidak hanya mengurus kebun dan taman di rumah tersebut, ia juga mengerjakan pekerjaan seperti mencuci mobil atau pekerjaan berat lainnya.


Kini waktu menunjukkan pukul 19.13 malam, langit yang gelap di hiasi bulan yang terang dan bintang-bintang yang jumlahnya tak bisa di hitung.


Selena dan Rizky sekarang sedang makan malam.


"Ini kamu sendiri yang masak?" tanya Rizky, ia segera duduk.


"Nggak lah, aku cuma bantuin Bibi masak tadi sekalian belajar" Selena mengambil satu per satu makanan tersebut dengan sendok dan menaruhnya di piring Rizky.


"Hahaha gapapa, liat kamu yang berusaha menjadi istri yang baik aja aku udah bahagia hehe" ucap Rizky sambil memandangi wajah istrinya, ia tentu sangat bahagia.


"Hehe, ini punya mu" Selena memberikan piring yang di atasnya terdapat nasi, sayur, dan lauk.


"Hmm keliatannya enak" kata Rizky.


Setelah makan malam, mereka kemudian nonton film dengan genre horor. Tentu saja terdapat jumpscare yang membuat Selena dan Rizky kaget dan ketakutan, namun beberapa kali mereka secara tak sadar memeluk satu sama lain.


Di saat film hampir berakhir, Hp Selena berdering ternyata ia mendapat telepon dari Mamanya. Mereka pun menjeda filmnya sebentar.


"Halo Ma, ada apa?" tanya Selena.


"Kamu lagi sibuk? hehe. Mama mau datang ke rumahmu, boleh kan?" tanya Bu yuna.


"Hm? tapi ini kan udah malem, lagian juga lumayan jauh" kata Selena.


"Gapapa kok, mama lagi di restoran Jepang jadi deket kok" balas Bu Yuna.


"Ya udah, terserah Mama" kata Selena.


"Oke hehe" Bu Yuna langsung menutup teleponnya.


"Mama kamu mau dateng?" tanya Rizky.


"Iya, padahal udah hampir jam 9 loh" jawab Selena.


"Ya udah gapapa, mungkin rindu sama kamu" kata Rizky.


Tak lama kemudian, bel rumah berbunyi. Selena segera membukakan pintu.


"Hm? tante juga dateng, ya. Mama gak bilang kalau datang bareng tante ke sini hehe" sapa Selena.


"Kok tante sih, sekarang panggilnya Mama oke?" kata Bu Yuri.


"Rizky mana?" tanya Bu Yuna.


Mereka langsung duduk, sebelum itu Selena sudah menyiapkan cemilan di meja. Rizky juga segera menemui mereka dan duduk bersama.


"Kenapa Papa gak ikut?" tanya Rizky.


"Oh, kita itu sebenarnya baru pulang makan di restoran Jepang sama ibu-ibu yang lain, sekalian aja mampir ke sini hehe" jawab Bu Yuri.


"Di rumah sepi loh kalau gak ada kamu, Sel" kata Bu Yuna.


"Hahaha Mama berlebihan, biasa juga emang sepi kok haha" kata Selena.


"Kalian bulan madunya kapan?" tanya Bu Yuri.


"Ha? ah itu.. mungkin akhir tahun, Ma. Soalnya Rizky juga lagi sibuk" jawab Rizky.


"Hm lama banget, masih 4 bulan lebih" Bu Yuri sedikit kecewa.


Selena tentu sangat takut jika orang tua dan mertuanya menginginkan cucu, walaupun ia sudah menjelaskan kepada Rizky bahwa ia belum siap untuk memiliki anak.


Sebenarnya Selena tidak tega membohongi Rizky seperti ini, namun ia harus melakukannya karena ia sangat mencintai Rey walau kelak Rizky akan terluka karenanya.