
"Gapapa kok, nanti saja pikniknya" jawab Rizky. Ia sedikit sedih bukan karena rencana pikniknya batal melainkan karena Selena sepertinya sudah punya kekasih.
"Tadi hp kamu ada telepon masuk" Rizky pengen tau siapa lelaki tersebut.
"Oh sudah, aku sudah liat" kata Selena sambil memakai sepatu dan siap-siap pulang.
"Itu pacar kamu?" tanya Rizky dengan berusaha berani.
"Ha? gak itu temen aku" jawab Selena.
"Oh, aku pikir itu pacar kamu soalnya ada simbol.." Rizky masih penasaran.
"Simbol..?" Selena pun terhenti sejenak.
"Astaga simbol itu? duh aku lupa. Tenang Rizky pasti bisa jaga rahasia ini" batin Selena.
"Ah itu... kita masih temenan kok, itu.. hanya cinta bertepuk sebelah tangan hehe. Ini rahasia ya? jangan bilang siapa-siapa hehe" kata Selena.
Walaupun cinta Selena bertepuk sebelah tangan tetap saja Rizky sedih mendengar hal itu karena Selena sedang menyukai lelaki lain.
"Kamu baca komik apa tadi?" tanya Selena.
"Ah... Killing My Mind karangan Tene Mark, aku udah selesai baca" jawab Selena.
"Wah aku juga suka ceritanya, seru hehe" lagi-lagi Selena memamerkan senyumnya yang indah.
"Sebenarnya komik ini punya Ilona, aku hanya pinjam" kata Rizky.
"Ha? Ilona suka baca komik juga? padahal dia masih kecil loh haha, memang komik di sukai banyak orang ya" ujar Selena.
"Ilona lebih suka baca komik daripada buku pelajaran" kata Rizky.
"Hahaha sama dong, komik memang bikin ketagihan. Gimana kalau besok kita ke rental komik?" tanya Selena.
"Hmm boleh" jawab Rizky.
"Okkee! besok jemput aku!" seru Selena.
Tak terlalu banyak bicara, Selena segera pamit pulang ke rumah.
Setelah Selena pulang dari rumahnya, Rizky kembali ke kamarnya dan kemudian berbaring di atas kasur. Ia meletakkan tangannya di atas kepala dan memandangi langit-langit kamarnya.
Hhh...
Rizky menghembuskan napasnya.
"Selena akan menyukaiku? sepertinya gak akan pernah. Selena pasti merasa bosan jika bersamaku. Hhh kenapa aku seperti ini?"batin Rizky.
•
•
•
Hari telah berlalu dengan cepat, sekarang Rizky dan Selena sedang berada di rental komik, mereka sedang melihat-lihat komik yang akan mereka pinjam.
"Kamu suka komik genre apa?" tanya Selena.
"Ahh...itu... kalau kamu bagaimana? genre apa yang kamu suka?" Rizky bertanya balik.
"Aku suka genre fantasi, horror dan comedy" jawab Selena.
"Kalau gitu rekomendasikan aku komik yang kamu suka" pinta Rizky.
"Oh oke, sini ikut aku!" seru Selena.
Selena sangat bersemangat merekomendasikan komik-komik yang bagus untuk Rizky. Mereka berjalan-jalan di sepanjang rak-rak komik itu tersusun. Selena banyak merekomendasikan komik hingga membuat Rizky bingung mau membaca yang mana. Akhirnya ia mendapatkan komik yang akan ia baca.
"Ternyata dugaan ku benar, Ki. Teman-teman ku yang liat foto yang aku upload waktu itu, mereka langsung kepo tentang kamu haha. Mereka bahkan mengira kalau kamu itu pacar aku loh haha" kata Selena.
Rizky sedikit malu dan senang mendengar hal itu, walaupun hanya perkiraan orang lain dan bukan kenyataan.
"Ka-kamu akrab ya sama teman-teman mu" tanya Rizky.
"Ohh, tapi kan udah lama pindah ke sini" balas Rizky.
"Hmm iya sih, tapi gak tau kenapa aku gak terlalu akrab sama mereka" kata Selena.
Mereka menghabiskan waktu hampir 1 jam di rental komik, setelah itu mereka langsung pulang ke rumah masing- masing karena tak sabar untuk membaca komik yang mereka pinjam.
•
•
•
Hari yang dinanti Selena pun tiba, ia sedang memilih baju yang akan ia kenakan saat jalan-jalan nanti bersama Rey.
Setelah bersiap-siap, ia pergi menemui Rey dan menjemputnya dengan mobilnya. Mereka jalan-jalan, nonton film, dan setelah itu mereka mengisi perut di restoran Jepang favorit Selena.
Selena tampak bahagia, ia duduk berhadapan dengan Rey. Setiap bersama Rey, ia terus menatap wajah pria tersebut. Rey sebenarnya sering mendapati Selena yang terus menatapnya sehingga Selena yang polos pun salah tingkah dan malu.
"Siapa lelaki itu? aku baru pernah melihatnya, pacar barumu ya" tanya Rey sedikit menggoda.
"Lelaki yang mana?" Selena bingung dan mencoba mengingat.
"Kemarin-kemarin aku liat kamu jalan sama lelaki itu" jelas Rey.
Selena masih terus berpikir.
"Ah itu Rizky... cuma temen kok, dia anak sahabat baik papaku hehe" jelas Selena.
"Tapi dia ganteng loh, kamu gak tertarik? kamu udah kelamaan jomblo Sel, harus cari pasangan haha" kata Rey.
"Haha nggak kok aku gak ada perasaan suka sama dia, beneran cuma temen... aku gak bohong" Selena sedikit khawatir jika Rey tidak percaya padanya. Walau sebenarnya ia merasa Rey hanya menganggapnya sebagai teman.
"Oh ya udah kita makan dulu... laper" ajak Rey.
Menit demi menit berlalu, Selena masih sibuk makan sedangkan Rey sudah menghabiskan makanannya.
Rey terus menatap wajah Selena yang sedang makan. Selena yang menyadari itu menjadi salah tingkah, ia seketika tersedak.
"Ya ampun kamu makannya pelan-pelan dong...haha imut banget" Rey tersenyum dan memberikan minuman kepada Selena.
"Duh malu-maluin banget sih... hhh situasi apa nih, kenapa dia terus menatapku?" batin Selena.
"Kamu gapapa?" tanya Rey.
Selena pun mengangguk tandanya ia baik-baik saja.
"Apa ada sesuatu diwajahku? kenapa kamu terus menatapku?" tanya Selena.
"Emangnya gak boleh liat wajah kamu? kamu juga sering tuh liatin wajah aku tapi aku biarin aja" kata Rey dengan wajah agak cemberut.
"Kok Rey jadi gini? hhh kan aku jadi malu" batin Selena.
"Udah mau sore, boleh gak aku ajak kamu ke suatu tempat lagi?" pinta Rey.
"Ke suatu tempat? hmm boleh" Selena mengabulkan pinta Rey walau hari sudah sore.
Rey mengajak Selena ke tempat yang pemandangannya indah sekali, banyak pepohonan hijau serta rumput kecil yang lembut menutupi tanah. Walau tempat itu agak jauh dari kediaman mereka, mereka tak merasa rugi datang ke tempat tesebut. Rey sengaja mengajakknya saat sudah sore. Ia ingin menikmati terbenamnya matahari yang bisa di lihat dari sana bersama dengan Selena.
"Waah tempat ini bagus banget, ada ayunan.. ke sana yuk!!" seru Selena.
Selena segera berlari menuju ayunan tersebut. Walau butuh hampir satu jam untuk ke tempat itu, Selena puas dan senang apalagi ia bersama dengan Rey.
Angin bertiup membuat rambut hitam panjang Selena terhembus angin. Ia pun duduk diatas ayunan dengan senyum bahagia sambil mengayunkan ayunan tersebut.
Rey hanya berjalan dan tertawa melihat tingkah Selena yang lucu seperti anak kecil.
Tiba-tiba..
"Ada apa ini?? kenapa ia memelukku?? apa maksudnya ini?" batin Selena.