
Hari-hari telah berlalu, terkadang Rizky memikirkan Selena dan berusaha menyangkal perasaannya sendiri. Ia berharap bahwa ini hanya perasaan kagum terhadap kecantikan Selena.
Walaupun ia seringkali melihat wanita cantik, ia tidak pernah merasakan perasaannya seperti ini.
Selena yang dirumahnya biasa-biasa saja. Ia orang yang baik, sopan, dan ramah sehingga orang tua Rizky sangat menyukainya.
Suatu hari keluarga Pak Vicky sedang sarapan bersama.
"Selena kamu harus sering-sering main sama Rizky, dia itu sedikit tertutup kamu harus berusaha agar kalian akrab. Bisa kan?" kata Mamanya Selena.
"Iya Ma, Rizky juga sepertinya baik dan bisa di percaya, aku akan berusaha akrab dengannya sebagai teman, tidak lebih ya Ma?" balas Selena.
Selena sebenarnya curiga kalau orang tuanya ingin ia berpacaran dengan Rizky. Hal itu terlihat dari tingkah mereka yang suka membicarakan Rizky di depannya.
"Memangnya kenapa? kamu gak tertarik sama Rizky? dia itu baik, cerdas, juga tampan. Kurang apa memangnya?" kata Pak Vicky.
"Hahaha sudah Pa, biarkan mereka berteman dulu. Begitu kan maunya Selena? hehe" Mamanya Selena berusaha melerai.
Selena yang penurut dan polos hanya bisa menurut orang tuanya, ia berpikir tidak masalah kalau hanya berteman dengan Rizky karena ia merasa nyaman jika bersamanya. Jika memang orang tuanya mau menjodohkan mereka sudah pasti dia akan menolak.
Bel rumah Rizky berbunyi, Rizky yang kebetulan sedang menuju ke lantai bawah pun mendengarnya. Ia langsung membuka pintu dengan segera.
"Hai Rizky..." sapa Selena dengan senyum di wajahnya.
"Selena?? silahkan masuk" Rizky terkejut.
Selena yang di persilahkan masuk oleh tuan rumah pun langsung segera masuk ke dalam, sedangkan Rizky mengikutinya dari belakang.
"Kamu ada perlu apa kesini? Papa dan Mamaku gak ada di rumah" kata Rizky sedikit gugup.
"Ah aku kesini bukan mau bertemu orang tuamu, aku mau ketemu kamu hehe" kata Selena dengan polos.
"Dia kesini mau ketemu aku? emangnya mau ngapain?" kata Rizky dalam hatinya.
"Emm maaf ya aku datang tiba-tiba, soalnya aku gak punya nomor hp kamu, kamu sibuk ya? kalau sibuk aku bisa pulang kok" ujar Selena.
"Nggak kok, kita mau ngapain memangnya?" tanya Rizky sedikit malu.
"Kita keluar yuk! kamu siap-siap dulu, aku tungguin" seru Selena.
Rizky langsung lari ke kamarnya untuk siap-siap, ia terlihat bingung mau mengenakan pakaian yang mana. Ia pun memilih kaos putih dan jaket bewarna cokelat muda agar serasi dengan pakaian yang di pakai Selena hari ini.
Setelah selesai, Rizky keluar menemui Selena dengan cepat. Ia sepertinya gugup karena ini pertama kali ia jalan dengan wanita selain keluarganya, apalagi wanita itu adalah Selena.
"Wah Rizky ganteng juga, apakah dia punya pacar? kalau punya pacar pasti bagus" kata Selena dalam hati.
"Oh, kamu sudah siap? kita pergi dengan mobil aku saja, ayo!" seru Selena.
Mereka berjalan menuju mobil Selena. Mereka masuk ke dalam mobil. Selena mempunyai supir pribadi yang akan mengemudikan mobilnya.
"Kamu mau kemana? aku ikut kamu saja. Kamu gak suka keramaian kan?" tanya Selena sambil melihat Rizky di sampingnya.
"Aku terserah kamu saja.. ditempat ramai juga gak masalah kok" jawab Rizky.
"*H**m harus kemana ya? nanti kalau dia gak suka gimana? duhh*" kata Selena dalam hati.
"Kamu sudah makan? kita pergi cari makan saja gimana?" tanya Selena.
"Aku sudah makan tadi" jawab Rizky.
" Duh gimana ya? aku ajak ke tempat yang aku mau saja deh.." kata Selena dalam hati.
Rizky berusaha terlihat biasa-biasa saja, ia tidak mau terlihat canggung dan membuat suasana tidak nyaman.
Hari ini cuacanya bagus, matahari tidak terlalu terik. Langit sangat berawan, cuaca yang sangat bagus untuk jalan-jalan. Mereka kini sedang berjalan di jalanan yang di penuhi berbagai kuliner nusantara.
"Ki, dari tadi orang-orang terus liat ke arah kita deh" bisik Selena.
"Hm? aku gak terlalu perhatikan" balas Rizky.
"Hm mungkin karena kamu ganteng kali ya? makanya orang-orang liat ke sini terus" kata Selena.
"Mungkin karena kamu yang cantik jadi..." kata Rizky dengan malu-malu.
"Aku cantik? hahaha makasih ya atas pujiannya, kemungkinan mereka liat kita itu karena aku yang cantik atau kamunya yang ganteng atau kita yang pasangan cantik dan ganteng?" kata Selena dengan tersenyum, Rizky juga ikut tersenyum.
"Kalau di liat-liat, kamu ganteng. Gimana kalau besok kamu jemput aku, kita ke mall? besok libur sekolah kan? tapi kalau kamu lagi sibuk, gak usah" Selena sangat bersemangat.
"Gak kok, aku gak sibuk. Nanti aku jemput, tapi mau ngapain emangnya?" tanya Rizky.
"Aku mau beli aksesori dan baju buat kita biar mirip-mirip idol korea hahaha, terus kita foto lalu upload deh. Penasaran liat reaksi orang-orang, tapi kalo kamu gak mau gapapa" jelas Selena.
"..... Gapapa kok, suka-suka kamu aja" bagi Rizky itu gak masalah yang penting ia bisa bersama dengan Selena.
"Waah oke hehehe" Selena menarik kedua sudut bibirnya hingga menampilkan senyum indahnya.
Setelah jalan-jalan, mereka beristirahat sebentar di taman yang tidak terlalu ramai. Selena sengaja memilih taman tersebut agar Rizky bisa merasa nyaman.
"Aku akan sering main sama kamu, kamu gak nyaman ya?" tanya Selena.
"Ah gapapa kok, aku senang bisa berteman sama kamu" jawab Rizky.
"Kamu suka pantai gak?" tanya Selena.
"Suka.." jawab Rizky.
"Wah kalo gitu kapan kapan kita ke pantai ya? hehe kalau udah libur semester. Mau ajak orang lain juga?" tanya Selena sambil tersenyum.
"Orang lain? siapa?" tanya Rizky.
"Ah sepertinya dia gak akan suka kalau aku ajak teman-temanku" kata Selena dalam hatinya.
"Hehe gak kok, gak usah ajak orang lain, kita berdua saja supaya gak rame" jawab Selena.
"Kamu punya pacar, Ki?" tanya Selena.
"Aku...belum pernah..pacaran" jawab Rizky sedikit gugup.
"Wah ternyata orang ganteng ada ya yang belum pernah pacaran... hehe. Tapi sebenarnya aku juga belum pernah pacaran, takut di marahi Papa hehe" kata Selena tersenyum lebar.
Rizky hanya senyum, ia sangat senang dibilang ganteng oleh Selena.
"Emang menurutmu aku ganteng ya?" tanya Rizky dengan malu.
"Emangnya kamu gak merasa ganteng? atau gak pernah dibilang ganteng?" Tanya Selena.
"Aah...itu...pernah sih, aku cuma tanya pendapatmu" jawab Rizky.
"Kamu mau gak punya pacar? atau ada orang yang kamu suka?" tanya Selena.
"Ahh...itu... gak ada" jawab Rizky, ia sebenarnya berbohong tentang tak ada orang yang ia sukai sekarang. Ia sebenarnya masih mencoba membantah perasaan sukanya dengan Selena.
"Terus kamu mau gak pacaran?" tanya Selena dengan polos.
Jantung Rizky berdebar-debar mendengar pertanyaan Selena.
"Selena kenapa bertanya seperti itu? apa dia mau mengajakku pacaran dengan dia? gak mungkin" kata Rizky dalam hati.
"Maksudnya bagaimana? pacaran dengan siapa?" tanya Rizky.
"Kalau kamu mau aku akan kenalin kamu ke beberapa temanku, kalau cocok kan bisa pacaran. Kamu tenang saja teman-temanku orang baik-baik kok hehe" jawab Selena.
"Ooh itu...gak usah Sel...gapapa" balas Rizky.
"Oh ya udah, tapi kamu harus pacaran ya? kamu harus cari pasangan oke?" kata Selena tersenyum tipis.
"Ki kamu harus pacaran dan mencintai seseorang, dengan begitu mungkin Papaku gak lagi menjodoh-jodohkan kita" kata Selena dalam hati.
"Ahh iya.." jawab Rizky.
Mereka terlihat sudah mulai akrab, Rizky sangat senang bisa bersama Selena. Seperti biasa Selena hanya menganggap Rizky teman, ia sendiri sebenarnya sedang menyukai pria lain yang bernama Rey Mhoras.