
Hampir 3 minggu sudah mereka menjadi pasangan suami istri, terlihat keadaan rumah tangga mereka yang baik-baik saja tanpa masalah.
Kebohongan dan perselingkuhan Selena dengan Rey berjalan dengan baik, sejauh ini tak ada seorang pun yang curiga mengenai hal itu.
Setiap pagi Rizky dan Selena harus berangkat ke kantor kecuali hari sabtu dan minggu mereka libur. Walau libur berkerja, kadang di rumah pun mereka tetap bekerja. Walau begitu, mereka tetap menghabiskan waktu bersama sebagai pasangan suami istri.
Selena harus bangun lebih awal untuk membuat sarapan dan Rizky juga tetap bangun lebih awal untuk membantu Selena yang masih belajar.
Sebagai pengantin baru, mereka cukup romantis walau hanya cinta sepihak.
Selena sudah berdiskusi dengan Rey kekasihnya. Pertama-tama Selena berusaha menjadi istri yang baik, setelah itu ia akan membuat konflik dengan Rizky agar dirinya bisa di ceraikan. Sungguh rencana yang akan sangat menyakitkan bagi Rizky.
Hari ini Rizky menelpon Selena dan mengatakan bahwa dirinya akan pulang sedikit terlambat. Selena memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan panggilan video dengan Rey karena ia sangat merindukan wajah kekasihnya itu.
Sejak Selena menikah, ia tidak bisa bertemu dengan Rey di karenakan takut ketahuan sang suami atau orang lain. Walau mungkin suatu saat nanti ia akan bertemu Rey secara diam-diam karena tak mungkin ia mampu untuk tidak bertemu dengan sang kekasih.
"Rey..." bisik Selena, ia sangat gembira melihat wajah Rey.
"Kenapa telepon? kalau ketahuan orang gimana?" Rey khawatir.
"Tenang.. di rumah sekarang gak ada siapapun makanya aku telepon, aku sangat merindukan mu Rey..." kata Selena dengan manis.
"Oh ya? aku juga sangat sangat merindukan mu sayang... kamu jangan terlalu dekat-dekat sama Rizky, usahakan menjauh ya?" kata Rey.
"Siap hehe. Kamu lagi di rumah? ngapain?" tanya Selena.
"Iya lagi di rumah, baru abis makan" jawab Rey.
"Kapan-kapan kita ketemu ya? aku ingin peluk kamu... kita cari tempat yang aman, gimana?" ujar Selena, ia sangat tak sabar bertemu kekasihnya.
"Kamu sabar-sabar ya? nanti aku usahain, tapi gak bisa terus-terus loh ha ha" kata Rey.
Setelah mengobrol dengan puas, mereka pun menutup telepon karena mungkin Rizky akan pulang sebentar lagi. Kini sudah pukul 20.45 malam, Selena ke dapur untuk menyiapkan teh dan cemilan untuk Rizky.
Setelah teh dan cemilan sudah siap, tepat saat itu suara mobil Rizky terdengar artinya ia sudah datang.
Selena segera membukakan pintu untuk sang suami.
"Aku udah buatin...." Selena langsung menghentikan perkataannya karena Rizky yang memeluknya dengan tiba-tiba.
"Aku sangat merindukan mu... maaf ya baru pulang" kata Rizky dengan pelan.
"Ng?" Selena sedikit bingung dengan tingkah Rizky. Suara Rizky yang dalam membuat jantung Selena berdetak kencang, pelukan hangat Rizky terasa sangat nyaman.
"Padahal kita tadi pagi bersama, tapi di kantor aku terus memikirkan mu" perkataan Rizky sangat terdengar tulus.
"Aku udah buatin teh dan cemilan di meja, ayo di makan nanti dingin" kata Selena yang masih dalam pelukan Rizky. Ia membujuk Rizky agar menyantap cemilan dan melepaskan pelukannya.
Rizky langsung melepas pelukannya dan menuju meja makan untuk menyantap makanan yang di buat sang istri tercinta.
"Wah, makasih ya" Rizky segera menghabiskan cemilan dan teh bersama Selena.
"Hm besok kan libur jadi gak ke kantor, anterin aku belanja bulanan ya? stok makanan udah hampir habis" kata Selena sambil mengunyah cemilannya.
"Oke sayang!!" jawab Rizky dengan tersenyum.
Selena baru pertama kali mendengar Rizky memanggilnya dengan kata sayang. Ia sedikit kaget namun ia berpikir bahwa hal itu wajar karena Rizky mencintainya.
"Hm? kenapa gak boleh? kan aku sayang banget sama kamu hehe"tanya Rizky.
"Nggak kok, cuma baru pertama kali denger kamu bilang begitu" jawab Selena.
"Tadi Aldi bilang mau datang bertamu ke sini, tapi aku tolak" kata Rizky.
"Kenapa kamu tolak?" tanya Selena.
"Aku tanya kamu dulu boleh nggak dia ke sini, takutnya kamu nggak suka" jelas Rizky.
"Ya aku malah suka, Ki. Besok ajak aja makan di sini, dia seru loh haha" Selena tertawa.
"Seru apanya, gak jelas gitu" Rizky sedikit ngambek.
"Ih dia itu ceria dan lucu tau, kamu ajak ya?" pinta Selena.
"Iyaa terserah kamu" kata Rizky.
Aldi yang merupakan sahabat baik Rizky sekarang bekerja di perusahaan Pak Surya alias Papanya Rizky. Rizky memang mengajak Aldi untuk bekerja di perusahaan Papanya karena Aldi adalah orang yang bisa di percaya. Ia bahkan mendapat jabatan yang cukup tinggi di sana, tentu saja bukan karena itu adalah perusahaan Pak Surya melainkan karena ia memang pantas mendapatkan jabatan tersebut. Rizky sudah menganggap Aldi sebagai saudaranya dan sebaliknya
Setelah mengobrol sebentar, Rizky dan Selena pun menuju kamar untuk tidur. Sejauh ini, Rizky masih tidur di sofa sedangkan Selena tidur di kasur.
Rizky memaklumi Selena yang masih belum ingin tidur bersama. Ia bahkan selalu berdoa agar Selena bisa mencintainya dengan cepat.
•
•
•
Siang ini matahari cukup terik, udara di luar cukup panas. Cuaca kadang tak bisa di perkirakan, begitu pun hati seseorang. Hati seseorang hanya diketahui oleh sang pemilik dan tuhannya. Rizky tak tahu jika hati Selena bukan miliknya melainkan hanya untuk Rey seorang.
Saat ini Rizky dan Selena sudah pulang belanja bulanan, mereka memasuki rumah dan merapikan belanjaan mereka. Setelah selesai, mereka langsung beristirahat di sofa.
Rizky tiba-tiba membaringkan tubuhnya dengan menaruh kepalanya di atas paha Selena dan mulai memejamkan matanya.
"Ki..." Selena terkejut dengan tingkah sang suami.
"Hanya 5 menit saja..." pinta Rizky yang masih memejamkan matanya.
"Kalau ada yang liat gimana?" Selena sedikit risih.
"Gak ada orang di rumah sayang, kamu lupa ya?" Rizky tetap tidur di pangkuan Selena.
Selena membiarkan Rizky tidur di pangkuannya, mungkin Rizky sedang lelah apalagi akhir-akhir ini ia selalu lembur kerja.
"Ki, kamu selalu baik sama aku. Aku jadi gak tega membohongi kamu. Kenapa juga kamu mencintai orang sepertiku" batin Selena, ia terus memandangi wajah sang suami.
"Maafin aku, Ki. Aku yang kamu cintai ini hanya akan menyakiti kamu, kamu akan benci banget sama aku. Kamu gak salah apa-apa, aku yang terlalu egois" Selena menyentuh rambut Rizky dengan pelan agar Rizky tidak bangun.
Rizky sebenarnya tak tidur, ia mengetahui bahwa Selena sedang menyentuh rambutnya dengan pelan. Ia langsung memegang tangan Selena yang masih menyentuh rambutnya. Rizky kemudian membuka matanya dan memandangi wajah cantik sang istri.
Selena terkejut karena Rizky ternyata tidak tidur. Rizky kemudian bangun dan mendekatkan wajahnya dengan Selena.
"Aku ingin menciummu..." kata Rizky dengan pelan, ia mendekatkan wajahnya dan mencoba mencium Selena.