I Still Love Her

I Still Love Her
Kesaksian Lyn



Ting~tong.. ting~tong...


Aldi dengan cepat membukakan pintu untuk Lyn.


"Wah apartemen kamu bagus juga ya hehe, udah sukses ni ye" puji Lyn, ia langsung masuk ke dalam apartemen Aldi.


"Ah hahaha ini biayanya murah kok, gak mahal-mahal amat" balas Aldi, Lyn masih berkeliling untuk melihat isi apartemen dan Aldi mengikutinya dari belakang.


"Kamu sebenarnya mau ngomong apa? sampai jauh-jauh datang ke sini" tanya Aldi dengan penasaran.


"Bahkan sampai ke rumah seorang pria lagi, untung aku orang baik-baik" batin Aldi.


"Aku mengganggu ya? kamu lagi sibuk? atau kamu punya pacar lalu malam ini kalian mau kencan?" Lyn langsung duduk di atas sofa dan Aldi pun mengikutinya.


"Nggak kok, pacar apanya? aku jomblo udah bertahun-tahun tau" bantah Aldi.


"Oh hahahaha makanya cari dong, gimana sih. Udah umur begitu belum punya pasangan juga, ini aku bawa roti" kata Lyn.


"Makasih~ atas roti dan juga pujiannya" kata Aldi.


"Aku mau ngomong sesuatu yang sangat besar hhhh, kamu pasti akan kaget loh. Dasar wanita j*lang!! mentang-mentang cantik lalu bisa selingkuh seenaknya" Lyn kesal.


[Flashback On]


Saat matahari hampir tenggelam, Lyn yang mengendarai mobil sang ayah pun pergi menuju toko roti untuk membeli beberapa roti. Saat Lyn hendak memarkirkan mobilnya, tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir menabrak mobilnya. Mobil tersebut ternyata ingin keluar dari parkirannya, sedangkan Lyn yang masih kaku dalam mengendarai mobil sang ayah pun ingin memakirkan mobilnya. Karena tempat parkir yang tak luas dan agak ramai pengunjung serta tak ada tukang parkir membuat hal tersebut wajar saja terjadi.


Orang yang ada di mobil tersebut langsung keluar untuk mengecek kondisi mobilnya apakah lecet atau tidak, begitu pun dengan Lyn. Untung saja kedua mobil baik-baik saja dan tak lecet sama sekali.


"Sayang mobil kamu gak lecet" kata Rey yang sedang jongkok untuk melihat kondisi mobil, Lyn hanya melihat tingkah pasangan tersebut.


"Hhh syukurlah kalau gak lecet" balas Selena.


"Emmm maaf ya, saya gak sengaja. Mobilnya gapapa kan?" tanya Lyn yang berusaha peduli, padahal ia sudah dengar dengan jelas bahwa mobil tersebut tak apa-apa.


"Hehe gapapa kok, kita juga salah. Sayang ayo pulang!" seru Selena, ia langsung masuk kembali ke mobil bersama Rey.


"Hhh Lyn kamu bodoh banget, bikin malu aja" batin Lyn.


Lyn yang melihat pasangan tersebut sudah pergi pun langsung kembali masuk ke mobil dan memakirkan mobilnya dengan baik.


[Flashback Off]


"Maksud kamu siapa? siapa yang wanita j*lang? coba jelaskan lebih rinci, jangan bikin penasaran" Aldi pun amat penasaran.


"Maksud aku Selena!! kamu tau dia itu selingkuh, kekasih gelapnya itu mungkin keturunan cina. Mereka serasi banget, cantik dan juga ganteng" jawab Lyn dengan amat kesal.


"Kamu gak salah kan? kamu jangan sembarangan ngomong, kalau Rizky tau nanti dia tambah gak suka sama kamu gimana?" Aldi mencoba membantah tuduhan Lyn kepada Selena.


"Aldi, mereka saling panggil sayang di depan aku. Selena cantik begitu mana bisa aku gak ingat, aku bahkan sempat kagum dengan pasangan itu. Kita harus cari tau kebenarannya Aldi. Aku juga awalnya gak percaya, aku kasihan sama Rizky" jelas Lyn, wajahnya terlihat sama sekali tak berbohong.


"Apa benar yang di katakan Lyn? jangan-jangan yang di maksud Lyn itu cowok itu? hhh semoga aja Lyn salah orang" batin Aldi.


"Tadi kamu bilang cowoknya itu mungkin keturunan Cina?" tanya Aldi.


"Iya, kayanya Cina atau Jepang deh. Aku juga gak bisa bedakan" jawab Lyn.


"Aku juga berharap bahwa apa yang aku liat itu salah, hhh tapi kok aku gak tenang ya. Soalnya aku yakin banget soal itu" balas Lyn.


"Hahaha ingatan kamu kan emang gak bagus, jadi semoga aja kamu yang salah hehe" Aldi mencoba bercanda.


"Hhh apaan sih, lagi serius juga. Emang bilang sayang antar sepupu atau saudara itu wajar ya? kayanya nggak deh" kata Lyn dengan memasang ekspresi tanda tanya.


"Hehe kan bisa aja kalau cowok itu malu gara-gara kelamaan jomblo terus dia ingin terlihat punya pacar gitu, kamu mana paham soal itu. Kamu kan jarang jomblo hahaha" Aldi tertawa.


"Hhh itu kekanak-kanakan tau, kalau kayak gitu mah bakal lebih lama jomblonya. Kamu aneh deh pikirannya" Lyn sedikit kesal dengan Aldi, sedangkan Aldi hanya tertawa.


"........ Ngomong-ngomong, kamu masih suka sama Rizky?" tanya Aldi.


"Ng? gak lah, dia udah nikah juga. Aku udah move on dari dulu tau" bantah Lyn.


"Hahaha iya yah, siapa juga yang mau jadi orang ketiga dan juga si Rizky gak bakalan tertarik sama kamu hahaha" ejek Aldi.


Aldi sebenarnya agak lega mendengar Lyn yang sudah melupakan perasaannya kepada Rizky, namun ia tak bisa menjamin bahwa sekarang Lyn sedang tidak menyukai pria lain.





Waktu kini menunjukkan pukul 15.10 sore, Rizky sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Setelah selesai membereskan barang-barangnya, ia pun segera menuju pintu untuk keluar dari ruangannya. Rizky kemudian membuka pintu tersebut dan spontan kaget dan berteriak.


"Haaa!!" teriak Rizky, namun teriakan itu tak terlalu besar sehingga orang-orang yang masih berada di kantor tak mendengar suara tersebut.


"Hellooww Bro!! kaget ya hahaha" sapa Aldi dengan senyuman lebarnya.


"Kamu ngapain di situ? udah gila atau gimana? hhh untung orang-orang banyak yang udah pulang" omel Rizky, ia pun berjalan keluar dan Aldi mengikutinya.


"Hahahaha tadi si Rizky yang di kenal berwibawa sempat hilang loh hahaha, gitu aja kaget" Aldi tertawa dengan lepas.


"Kamu ngapain di depan pintu kaya gitu?" tanya Rizky.


"Aku tunggu kamu lah" jawab Aldi.


"Biasa juga langsung terobos masuk" ejek Rizky.


"Eh cuma beberapa kali doang, kamu mau pulang ya?" tanya Aldi.


"Nggak, aku gak pulang. Aku mau ke hutan" jawab Rizky dengan dingin.


"Hhh jawab yang benar dong, masa mau ke hutan. Kita makan dulu atau kita ngobrol dulu yuk" ajak Aldi, setelah lama berjalan mereka pun sampai di tempat parkiran kantor.


"Kenapa tiba-tiba? aku maunya makan dan ngobrol sama istri bukan sama kamu" tolak Rizky.


"Ih jahat banget. Mentang-mentang udah punya istri, teman lama langsung di lupakan. Ya udah deh, pulang sono" kata Aldi, ia pun segera masuk ke mobilnya.


Sebenarnya Aldi ingin mengobrol dengan Rizky untuk memancing Rizky agar menceritakan seputar teman Selena, namun ia merasa bahwa rencananya itu tak terlalu berguna.