
Setelah makan, Selena dan Rizky duduk di samping kolam renang, sementara orang tua mereka sedang berbincang-bincang di dalam.
"Kita tidak akan bertemu mungkin sampai bertahun-tahun kan?" kata Selena sambil menggoyang-goyangkan kakinya.
"Sepertinya begitu" balas Rizky.
"Nih buat kamu" Selena memberikan sebuah kotak.
Rizky langsung membukanya, ia kaget melihat ada foto ia dan Selena bersama lengkap dengan bingkai yang lucu.
"Kamu simpan ya? kamu harus punya teman yang banyak tapi jangan lupa aku juga ya hehe" Selena tersenyum.
"Kamu menyuruhku menyimpan ini?? Aku ingin melupakanmu dengan cepat... Tapi kalau seperti ini mana bisa melupakanmu" batin Rizky.
"Makasih ya Sel" ucap Rizky.
Waktu berlalu dengan cepat, Rizky sekarang berada di Singapura sibuk dengan kegiatan kuliahnya, Selena pun begitu. Terkadang mereka berkomunikasi sebentar untuk menanyakan kabar masing-masing.
Tentu saja Rizky tidak bisa melupakan Selena. Ia juga tidak tau apakah Selena dan Rey masih berpacaran atau tidak. Ia hanya berusaha menyibukkan diri agar tidak terlalu memikirkan Selena.
Rizky yang tampan ternyata sempat di dekati beberapa wanita, namun ia tak tertarik sama sekali. Entah apa alasannya hingga menolak mereka.
•
•
•
Beberapa tahun berlalu dengan cepat, Rizky telah menyelesaikan kuliahnya. Ia kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan Papanya.
Selena juga telah menyelesaikan kuliahnya. Sebagai putri tunggal, ia juga bekerja membantu perusahaan Papanya.
Mereka bukan remaja lagi, mereka sudah dewasa sekarang. Banyak hal yang telah terjadi dan banyak hal yang mereka lalui.
Rizky membuka pintu kamarnya, entah siapa yang mengetuknya.
"Hai..." sapa Selena dengan tersenyum.
Rizky hanya mentapnya dengan wajah kaget. Ia memang sangat merindukan Selena, namun ia merasa tak bisa terus-menerus seperti itu.
"Lama nggak bertemu, gimana kabarmu?" tanya Selena.
"Kabarku baik Sel, kamu gimana?" balas Rizky.
"Aku juga baik kok" Selena masuk ke kamar Rizky dan duduk dengan santai.
"Kamu kenapa gak bilang kalau udah sampai?" tanya Selena yang menatap Rizky.
"Aku pikir kamu sibuk kerja" alasan Rizky, ia membalikkan badannya dan pura-pura menyibukkan diri.
"Udah berapa lama kamu datang?" tanya Selena.
"Sudah 3 hari" jawab Rizky.
"Kamu mau ngapain abis ini? tanya Selena.
"Mau tidur" jawab Rizky.
"Ha? tidur? yang benar saja, kalau gitu aku pulang deh" ancam Selena.
"Lain kali saja ya kamu datang, aku lelah banget hari ini. Maaf ya Sel" Rizky serius.
"Hhh dia serius mau tidur? buang-buang tenaga saja aku ke sini" batin Selena.
"Okelah, aku pergi dulu..." Selena langsung berdiri dan keluar dari kamar Rizky. Sepertinya ia terlihat sangat kesal, Rizky hanya membiarkan Selena keluar.
"Fyuuh... apa dia marah? hhh" gumam Rizky.
Setelah hari itu Selena tidak pernah datang menemui Rizky.
•
•
•
Setelah pulang dari kantor, Rizky membaringkan tubuhnya di atas kasur. Ia mengambil hpnya dan mencoba menelpon Selena.
"Kenapa Ki?" tanya Selena.
"Kamu di mana?"tanya Rizky, ia sebenarnya hanya rindu dengan Selena.
"Di rumah, kenapa?" kata Selena.
"Lagi ngapain?" Rizky terus bertanya dan tidak menjawab pertanyaan Selena.
"Aku lagi rebahan, baru pulang kantor" jawab Selena.
"Capek ya?" tanya Rizky.
"Lumayan tapi gapapa kok" jawab Selena.
"Udah makan?" tanya Rizky.
"Belum lagian masih jam 8, kamu mau ngomong apa?" tanya Selena.
"Dia kenapa sih? aneh banget" batin Selena.
"Keluar yuk!, cari makan" seru Rizky.
"Ha? hmm ayo" Selena setuju dengan ajakan Rizky.
Mereka bertemu di restoran korea yang dekat dengan rumah mereka. Mereka langsung duduk dan memesan makanan. Mereka tidak mengobrol, mereka hanya diam dan pura-pura melihat sekitar. Situasi saat ini memang agak canggung.
"Kenapa canggung begini sih, hhh bicara dong" batin Rizky dan Selena.
"Sel...." panggil Rizky.
"Hmm??" Selena langsung melihat Rizky.
"Kamu marah ya? gara-gara waktu itu" tanya Rizky.
Keadaan kembali canggung, tak lama kemudian makanan mereka datang.
Setelah selesai makan, Rizky mengantar Selena pulang dengan mobilnya.
Malam ini mereka tidak bicara banyak, mungkin karena lama tak bertemu mereka jadi sedikit canggung.
Rizky mengambil sesuatu kemudian di berikan kepada Selena.
"Ini untukmu" Rizky memberikan sebuah kotak yang cantik dan besar kepada Selena, namun ia masih tetap fokus menyetir.
"Ha? apa ini?" Selena langsung membukanya dengan senang.
Ternyata isinya adalah beberapa batang cokelat dan sisanya cokelat dengan bentuk yang lucu.
"Aku gak tau kamu suka atau nggak. Aku bingung memilih oleh-oleh untukmu, karena kamu pernah bilang suka yang manis-manis jadi aku belikan yang itu" jelas Rizky, ia berharap Selena menyukai cokelat itu.
"Aku suka kok. Awalnya aku berpikir kenapa hanya Mamaku yang di kasih oleh-oleh dan aku nggak, ternyata hanya terlambat hehe.. tapi terlambat sekali... ini bahkan sudah hampir seminggu"
"Hehe abisnya kamu menghilang, jadi aku kira kamu marah" Rizky tersenyum.
"Tapi...cokelat yang seperti ini biasanya di berikan kepada pacar lho haha" Selena tertawa.
"Ha? aku benar-benar nggak tau" Rizky sedikit malu dan mencoba fokus menyetir setelah melihat Selena.
"Hahaha lucu banget" Selena tertawa lepas.
Kecanggungan di antara mereka sudah hilang, sekarang mereka sudah bersikap seperti biasa.
•
•
•
Cinta Rizky yang bertepuk sebelah tangan dengan Selena terus berjalan.
Sekarang apakah sudah 7 tahun atau 8 tahun??
Rizky rupanya sangat setia dengan wanita itu.
Tak terasa ternyata sudah bertahun-tahun rupanya sejak ia kembali dari Singapura. Dengan umur ini, mungkin sudah pasti siap untuk menikah.
Rizky mau menikah dengan siapa?? tentu saja ia belum menemukan siapa jodohnya.
Apakah Selena yang ia cintai?? hhhh menurutnya tidak.
Apakah Selena masih berpacaran dengan Rey??? ia juga tidak tau bahkan tidak mau tau walau sering bertemu dengan Selena, ia bahkan tidak ada keinginan untuk menyatakan perasaannya. Sepertinya keduanya terlalu sibuk bekerja.
Bu Yuri berjalan sambil membawa secangkir teh hangat untuk Pak Surya yang sedang santai membaca koran.
"Pa, ini tehnya" Bu Yuri meletakkan teh tersebut di atas meja.
"Makasih ya Ma" Pak Surya meletakkan korannya dan langsung meminum teh tersebut.
"Pa, Rizky bulan depan udah bisa tinggal di rumah barunya. Gimana menurut Papa?" tanya Bu Yuri.
"Papa terserah aja, kalau dia menikah kan bagus rumahnya sudah ada jadi gak repot" jelas Pak Surya.
"Hhh Pa, mau nikah sama siapa? pacaran saja belum pernah" Bu Yuri sedikit kesal.
"Ya sama Selena lah, Papa sudah bicara dengan Vicky tentang perjodohan ini" jawab Pak Surya.
"Terus gimana? kapan nikahnya?" Bu Yuri menarik kedua sudut bibirnya dan membentuk senyuman.
"Ya belum tau Ma, kita juga belum tau Selena dan Rizky setuju atau nggak" Pak Surya kembali membuka korannya.
"Ilona di mana, Ma?" tanya Pak Surya.
"Lagi ke salon sama Bu Yuna, kan hari minggu Pa" jawab bu Yuri.
•
•
•
Selena keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah. Di lihat dari pakaiannya, ia sepertinya mau keluar. Kebetulan Pak Vicky sedang duduk sambil nonton tv, jadi ia menemui Papanya untuk minta izin keluar.
"Sel, duduk dulu Papa mau bicara sebentar!" seru Pak Vicky.
"Bicara apa Pa?" Selena segera duduk.
"Karena kalian sudah lama saling kenal, kamu tertarik nggak sama Rizky?" tanya Pak Vicky sambil melihat tv.
"Aku nggak tertarik Pa" jawab Selena dengan pelan, ia sudah curiga dengan Papanya.
"Papa sudah bicara dengan Pak Surya tentang perjodohan kalian, Papa harap kamu bisa mencoba mencintai Rizky mulai sekarang"
"Pa, aku nggak mau di jodohin jadi Papa tolong ngerti maksud aku" Selena kesal dan hampir menangis.
"Selena, kamu jangan terlalu keras kepala, Rizky itu bisa di percaya. Jangan bikin Papa marah ya!!" Pak Vicky mulai menatap Selena.
"Paaa.... " Selena mulai menangis, ia segera keluar dari rumahnya.
Selena masuk ke dalam mobil dan pergi menuju kafe untuk bertemu Rey kekasihnya.
"Reyy..." Selena menghampiri Rey dengan wajah sedih.
"Kamu kenapa?" tanya Rey sedikit terkejut.
"Papa mau jodohin aku sama Rizky, Rey gimana dong" Selena menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis.
"Jodohin kamu?" Rey kaget, Selena hanya terus menangis
"Kamu tenang dulu, nanti kita cari jalan keluar sama-sama" kata Rey.
Selena sebenarnya pernah memperkenalkan Rey dengan orang tuanya, namun Papanya tidak setuju dengan hubungan mereka. Sekarang mereka hanya bisa pacaran dengan sembunyi-sembunyi.