
"Kamu gak percaya sama aku? Rey itu cuma masa lalu, kamu gak usah khawatir. Kamu bisa kan gak usah bahas-bahas soal Rey? Aku udah ngantuk, aku mau tidur. Aku minta maaf karena gak kasih tau kamu soal ini" kata Selena, ia sangat kesal karena Rizky terus-menerus bertanya tentang Rey karena hal itu membuatnya tambah ketakutan dan kebingungan.
"Sebelum itu kamu udah pernah minta maaf kok" balas Rizky.
"Iya, aku udah pernah minta maaf sebelum ini. Ternyata kamu masih ingat ya" batin Selena.
Namun Selena hanya diam dan tak membalas apa-apa seakan-akan ia sudah tidur. Karena tak ada balasan dari sang istri, Rizky pun memejamkan kedua matanya memaksakan diri untuk tidur. Keduanya tak bisa tidur walau malam makin tambah larut.
Saat jam menunjukkan pukul 2 pagi, Selena yang masih belum tidur merasa ingin buang air kecil. Ia bangun dari tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi. Setelah menyelesaikan keperluannya, Selena langsung keluar dari kamar mandi dan berniat untuk kembali tidur. Saat ia membuka pintu untuk keluar dari kamar mandi, ia melihat Rizky sedang duduk bersila sambil melamun. Padahal sebelum ia ke kamar mandi, ia melihat Rizky sedang dalam posisi tidur dengan kedua mata tertutup.
Selena pun menuju ke tempat tidur dan tak menghiraukan sang suami yang sedang melihatnya. Ia pun membaringkan tubuhnya membelakangi sang suami seperti biasanya. Ia langsung menarik selimut hingga ke dada dan menutup kedua matanya.
"Aku gak bisa tidur" kata Rizky dengan pelan.
Selena tak membalas apa-apa walau dengan jelas ia dengar perkataan Rizky, ia hanya diam memaksakan diri untuk cepat tidur.
Pagi pun menjelang. Hari yang gelap pun telah terang kembali karena matahari yang bersinar. Dan seperti biasa alarm yang membangunkan pasangan suami istri tersebut. Rizky dan Selena hanya sedikit tidur malam kemarin. Rizky yang sudah bangun pun mengubah posisi tidurnya menjadi duduk, begitu pun dengan Selena. Mereka masih terlihat mengantuk dan lelah akibat hanya tidur beberapa jam. Rizky duduk dan melihat Selena yang baru bangun tidur, namun Selena tak menoleh pandangannya ke Rizky sama sekali dan langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi. Rizky pun keluar dari kamar.
Setelah suami istri tersebut sudah berpakaian rapi untuk ke kantor, mereka pun menyempatkan diri untuk sarapan pagi dengan oatmeal yang di buat oleh Selena. Mereka hanya fokus dengan sarapan. Tak ada percakapan di antara mereka dari bangun tidur tadi, sehingga situasi menjadi sangat canggung.
"Kayanya jam makan siang nanti aku gak ke kantor kamu" kata Rizky, ia berusaha mengajak Selena untuk mengobrol agar situasi tak canggung lagi. Namun Selena hanya menengok Rizky sebentar lalu kembali fokus dengan makannya.
"Soalnya lagi mau pertemuan setelah makan siang, jadi aku gak boleh terlambat" Rizky masih mencoba mengajak Selena mengobrol.
"Iya gapapa" balas Selena tanpa melihat sang suami yang berada di depannya.
Walau Selena membalas perkataan Rizky, namun Rizky masih merasa bahwa sepertinya Selena masih kesal padanya.
"Bulan madu kita tinggal satu bulan lebih kan? Kemarin Mama kasih saran kalau bulan madu kita nanti sebaiknya di Kepulauan Maldive. Menurut kamu gimana? aku terserah kamu aja" kata Rizky.
"Aku juga terserah, kamu aja yang pilih" balas Selena.
"............" Rizky hanya diam, ia tak mengerti alasan Selena bersikap dingin kepadanya.
Apa mungkin karena kejadian semalam? Kenapa dia harus sampai bersikap dingin kepadaku? Apa aku yang salah? Itu yang di pikirkan Rizky sekarang.
"Sel, kita pergi ke kantor sama-sama ya pakai mobil aku? Nanti kalau pulang, aku jemput lagi. Gimana?" tawar Rizky, ia sebenarnya ingin mengatasi sikap dingin sang istri padanya.
"Gak usah, aku pergi sendiri aja. Aku duluan ya" Selena langsung masuk ke mobilnya. Namun Rizky memegang tangan Selena dan bermaksud untuk mencegah Selena masuk ke mobil.
"Kamu marah ya sama aku? Sikap kamu dingin dari semalam. Tolong cerita sama aku" ujar Rizky.
"........Aku gak marah sama kamu, kamu gak usah khawatir" Selena menepis senyuman yang tipis.
"Apa soal semalam? Coba kamu cerita sama aku. Aku gak mengerti, sebenarnya ada apa?" tanya Rizky.
"Gak ada hubungan apa-apa dengan kejadian semalam, kamu juga gak salah apa-apa. Nanti kita terlambat loh, aku duluan ya?" Selena langsung membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam. Sedangkan Rizky hanya berdiri diam dan melihat Selena pergi dengan mobilnya. Ia pun masuk ke mobilnya setelah melihat mobil Selena sudah hilang dari pandangannya.
Walau Selena sudah bilang bahwa sikapnya hari ini tak ada hubungannya dengan kejadian semalam, Rizky tetap merasa ada yang berubah dan tak biasa dari Selena. Selena biasanya sering tersenyum, namun kali ini ia bahkan berusaha menjaga jarak atau menjauh dari Rizky.
Hal itu membuat beban pikiran Rizky bertambah. Sepanjang hari ia kurang fokus dengan pekerjaannya. Rizky terus berpikir apa yang salah dengan dirinya. Sebenarnya apa masalah Selena? Ia terus berpikir banyak hal. Bukan hanya berpikir tentang sikap dingin sang istri, namun ia juga memikirkan soal Rey. Rizky seperti terancam hingga ia merasa ketakutan.
***
Selena masih terus bersikap dingin kepada Rizky. Selena memang menjawab dan membalas apa yang di tanya dan di katakan sang suami. Namun semua jawaban dan balasan Selena terasa berbeda dan terasa tak biasa. Setiap Rizky bertanya apa yang membuat Selena bersikap seperti ini. Selena hanya menjawab bahwa ia tak apa-apa dan tak ada yang salah dengannya. Selena terus-menerus menjawab hal yang sama, seakan-akan tak ada yang salah dengan dirinya dan juga dengan sang suami. Hal itu tentu membuat Rizky tambah tak mengerti dengan Selena.
Pekerjaan di kantor sudah selesai dan sudah waktunya untuk pulang. Rizky keluar dari ruangannya dan berniat untuk langsung pulang ke rumah. Seperti biasanya Aldi selalu menunggu Rizky di depan ruangannya.
"Hai bro!" sapa Aldi dengan ceria sambil melambaikan tangan.
"Hai" balas Rizky dengan pelan, mereka pun berjalan menuju tempat parkir.
"Kamu kenapa? Kok lesu dan layu. Ada masalah apa? Sudah tiga hari loh kamu gak semangat, kamu pikir aku gak perhatikan ya. Biasanya kamu selalu menyebalkan tapi kali ini nggak. Ada apa sih?" tanya Aldi sambil berjalan bersama Rizky.
"Nggak kok, aku gak kenapa-kenapa" jawab Rizky yang fokus ke langkah kakinya.
"Hhh jujur dong, aku tau kok. Memangnya aku orang asing? biasanya juga curhat-curhat sama aku. Cepat cerita" paksa Aldi.
"......Hhh gimana ya. Menurut kamu wajar nggak kalau seorang suami cemburu dengan mantan pacar istrinya? Maksudnya karena sang istri masih berhubungan dengan mantan pacarnya. Tapi hubungannya cuma sebatas teman" tanya Rizky sambil menoleh ke arah Aldi.