I Still Love Her

I Still Love Her
Tamparan Papa



"Jangan tunda untuk memiliki momongan!" kata Pak Vicky, ia sama sekali tidak menatap putrinya dan sibuk melihat laporan yang ada di tangannya.


"Kenapa? Rizky aja gak masalah kalau belum punya anak, kenapa Papa yang masalah?" kata Selena dengan tegas.


"Papa sebenarnya gak masalah kalau kalian belum ingin memiliki momongan, Papa hanya menegaskan kamu jangan coba-coba melakukan hal yang bodoh" Pak Vicky langsung menatap Selena.


"Hal bodoh apa yang Papa maksud? kenapa Papa seperti ini? Papa mau Selena menikah dengan Rizky, Selena turutin, Pa. Walaupun Selena gak mencintai Rizky. Papa sadar gak, Papa sudah merenggut kebahagiaan Selena. Selena muak dengan ancaman Papa yang gak akan memberikan Selena warisan juga gak akan menganggap Selena sebagai anak. Selena benci, Pa. Selena gak suka" bentak Selena.


"Apa salahnya menikah dengan Rizky? kamu bahagia kan sekarang? Papa jodohin kamu sama dia itu karena Papa yakin kalian akan bahagia. Terus maksud kamu apa? kamu ingin punya anak dari siapa selain Rizky? Mama udah cerita sama Papa" Pak Vicky mengerutkan kedua alisnya.


"Aku gak cinta sama Rizky dan aku gak akan pernah cinta sama Rizky. Jadi, Papa jangan pernah mengancam Selena atau Selena akan melakukan hal bodoh" tegas Selena.


"Kamu sudah gila? jangan bikin malu Papa. Lagian kamu sudah menikah sekarang, kamu harus bisa mencintai suami kamu. Kamu bilang kamu gak akan pernah mencintai Rizky? Lalu kamu cintanya sama siapa? kamu mau rumah tangga kamu seperti apa? jangan bodoh Selena!" kata Pak Vicky dengan tegas.


"Aku cintanya sama siapa? cih...aku punya pacar, Pa" Selena tersenyum menyeringai.


".....Kamu sudah gila!!? siapa pacar kamu!? kamu....." Pak Vicky langsung berdiri dan mendekati anak semata wayangnya, lalu spontan menampar putrinya itu.


Plaaakkk!!! terdengar suara tamparan yang begitu keras, Pak Vicky sangat marah dan shock mendengar perkataan putrinya itu.


Selena mendapat tamparan keras dari Papanya hingga membuat dirinya hampir tersungkur ke lantai, ia langsung memegang pipinya yang kemerahan dan sakit akibat tamparan keras Papanya.


Pertama kali dalam hidupnya, ia di tampar Papanya. Walaupun Papanya memiliki watak yang keras dan tegas, Papanya tidak pernah menggunakan kekerasan kepada dirinya. Selama ini, ia hanya di marahi atau di nasehati oleh Papanya. Mungkin karena ia selalu menuruti perintah Papanya, makanya ia tak pernah mendapat kekerasan tersebut.


Selena menahan air matanya agar tak tumpah dan mengalir di pipinya, ia tak menatap mata Papanya tersebut. Ia masih terus memegang pipinya dengan rambut hitamnya yang menutupi sebagian wajahnya.


Hah! hah! hah! beliau menghembuskan napasnya dengan keras hingga terdengar, Pak Vicky sangat di penuhi amarah.


"Sekarang katakan siapa pacar kamu!! kamu selingkuh? Ayo cepat bilang siapa pacar kamu!! kamu mau di tampar!?" kata Pak Vicky dengan penuh amarah.


"Kenapa!? kenapa aku harus bilang ke Papa siapa pacar aku!? Apa Papa akan setuju dengan hubungan kita!? Papa selalu keras kepala, sekarang aku benci sama Papa!! terserah Papa mau anggap Selena anak atau nggak. Selena gak peduli" bentak Selena, ia langsung keluar dari ruangan Papanya dengan air mata yang mengalir di pipinya sambil membawa rantang makanan dari Mamanya.


Selena berjalan menuju ruangannya dengan perasaan kacau. Ia masuk dan duduk untuk menenangkan dirinya. Selena sangat menyesal mengikuti keputusan Rey untuk menikah dengan Rizky, namun penyesalan tersebut sudah tak ada artinya lagi.


Selena sangat bermimpi untuk bahagia bersama Rey dan keluarganya juga bisa akrab dengan kekasihnya itu layaknya seperti keluarganya dan keluarga Rizky sekarang. Ia sangat memimpikan hal seperti itu. Mungkin mimpi itu tak akan pernah terjadi, Papanya yang keras kepala itu tak akan pernah menerima pendapatnya. Mungkin satu-satunya cara agar ia bisa bahagia bersama Rey adalah dengan lari bersama Rey dan meninggalkan keluarganya, tapi ia sangat tak mampu melakukannya. Mamanya yang sudah seperti malaikat untuknya, ia tak mampu untuk meninggalkan malaikatnya.


Tak berselang lama, Rizky datang menemuinya untuk makan siang bersama.


Tok! tok! tok! terdengar suara ketukan pintu.


"Sayang!" bisik Rizky dengan kuat dari luar ruangan Selena.


Selena tahu bahwa itu adalah Rizky, suaminya. Ia mempersilahkan Rizky untuk masuk.


"Yaaa... masuk..." teriak Selena dari dalam ruangannya.


Rizky langsung membuka pintu dengan senyuman lebar di wajahnya, ia memang selalu tersenyum jika bersama Selena.


Selena sedang duduk melamun di sofa, rambutnya sedikit berantakan dan wajahnya juga. Matanya sedikit sembab dan hidungnya merah karena baru saja habis menangis.


Rizky langsung menghampiri sang istri dan duduk di sampingnya. Ia melihat istrinya dan merasakan ada yang aneh dengan istrinya. Ia tak ingin langsung menanyakan apa yang telah terjadi pada istrinya, ia hanya duduk dan diam sesaat.


"Wah apa ini isinya" Rizky tersenyum lebar dan mencoba mencairkan suasana, ia langsung membuka rantang tersebut untuk melihat isinya.


"Wah, ada nasi, sayur bayam, sama udang goreng saus. Wah pasti enak nih" Rizky sontak tersenyum lebar hingga matanya yang sipit hampir tak terlihat, ia langsung memasang wajah bingung dan sedih ketika melihat sang istri yang masih melamun.


"Sel...? istriku...?" Rizky memanggil Selena, namun Selena yang sedang menatap ke tempat lain tidak mendengarnya.


Rizky langsung mendekat dan menggenggam kedua tangan istrinya dengan hangat. Selena yang merasakan ada yang menggenggam tangannya pun langsung menoleh ke arah Rizky, kemudian ia kembali menatap ke arah yang lain karena ia tak ingin menunjukkan wajahnya yang berantakan.


"Kamu kenapa? ada masalah? kamu.. habis menangis ya?" tanya Rizky dengan nada pelan, ia berniat ingin membujuk istrinya.


"Nggak kenapa-kenapa kok, kamu makan duluan aja. Aku mau mengerjakan sesuatu" jawab Selena, ia langsung berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya. Tiba-tiba air matanya kembali jatuh ke pipinya, ia langsung mengusap air matanya dengan cepat.


Rizky hanya terdiam beberapa saat, ia melihat bahwa istrinya itu sedang menangis dan kemudian menghampiri istrinya.


"Aku gak mau makan sendirian, aku mau makan sama kamu. Kalau gitu aku tungguin kamu sampai selesai, baru kita makan sama-sama" kata Rizky.


".......Ya udah, kita makan dulu" balas Selena, ia berusaha menahan air matanya agar tak tumpah dan tak di lihat suaminya. Selena langsung kembali menuju sofa untuk makan siang bersama suaminya.


"Aku suapin ya? soalnya sendoknya cuma satu, tapi porsinya untuk dua orang hehe" kata Rizky dengan tersenyum.


"Pasti Mama sengaja kasih sendoknya cuma satu" batin Selena.


Rizky langsung menyuapi istrinya dan kemudian menyuapi dirinya sendiri.


"Kamu kenapa datang ke sini? Gak capek apa bulak-balik terus?" tanya Selena sambil mengunyah dengan pelan, ia sepertinya ingin terlihat baik-baik saja di depan sang suami.


"Kenapa? kamu gak suka ya?" tanya Rizky sambil mengunyah.


"Bukan begitu" jawab Selena.


"Lagian aku juga gak setiap hari ke sini, paling 3 kali seminggu. Jarak kantor aku ke sini juga gak terlalu jauh, cuma butuh waktu 15 menit" balas Rizky.


"........" Selena hanya diam dan tersenyum tipis.


"Sebenarnya... kamu ada masalah ya? aku tau kamu lagi punya masalah, kamu bisa kok cerita sama aku" kata Rizky dengan lembut.


"Gak ada, aku gapapa" jawab Selena.


"Kamu serius gak mau cerita? aku mungkin bisa membantu" Rizky berusaha agar sang istri menceritakan masalahnya.


"........" Selena hanya terdiam.


Rizky tak ingin memaksa Selena untuk menceritakan masalahnya, mungkin


Pasangan suami istri itu terus melanjutkan makan hingga selesai.


"Ki, kamu kan cerdas....... Kalau kamu gak mau melakukan suatu hal yang Papa kamu suruh, kamu akan di ancam gak akan di anggap anak sama Papa kamu. Apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan melakukan perintah Papamu?" tanya Selena dengan tatapan serius.


"Gak akan di anggap anak?" Rizky kebingungan, ia berpikir kenapa Selena menanyakan hal itu.