I Still Love Her

I Still Love Her
Menciumku?



"Apa??! mencium ku?" batin Selena, ia langsung memalingkan wajahnya sesaat, hampir saja bibir mereka bersentuhan.


"....." Rizky bingung kenapa Selena memalingkan wajahnya.


"A-aku be-belum siap berciuman, Ki" jelas Selena.


"Kenapa?" ekspresi Rizky sepertinya mulai serius.


"Ha?.......nggak tau, Ki" jawab Selena, ia tidak menatap mata Rizky dan sedikit menunduk kepala.


"Gara-gara kamu masih belum menyukaiku ya?" tanya Rizky yang sedikit kecewa.


"Ha? bu-bukan begitu, aku hanya belum siap.... i-iya aku masih belum bisa menyukai mu! jadi jangan lakukan hal-hal yang aneh" jawab Selena dengan jujur.


"Hal-hal yang aneh? aku suami kamu sekarang. Sesusah itu ya jatuh cinta sama aku? apa aku gak menarik sama sekali?" tanya Rizky.


"..........bu-bukan begitu" kata Selena dengan gugup.


"Ya udah, aku iri sama Rey. Baru hari pertama pacaran, udah ciuman sedangkan aku bahkan belum pernah menciummu padahal aku suamimu" kata Rizky.


"Kamu masih ingat itu? padahal sudah lama banget" balas Selena.


"Ingat lah, waktu itu hati aku sakit banget denger kamu pacaran sama Rey. Tapi kamu keliatan bahagia banget, dasar gak peka" Rizky sedikit cemberut.


"Pasti kamu terluka banget" batin Selena.


"Aku hanya selalu menyakitimu" Selena menunduk.


"Ng? gak kok, akhir-akhir ini aku bahagia banget karena selalu bersamamu hehe" Rizky tersenyum.


"Kamu bahagia ya? tapi aku akan segera membuat luka besar di hatimu. Semoga kamu cepat lupain aku, Ki" batin Selena.


Rizky menggeser badannya mendekati Selena.


"Aku ingin seperti ini sebentar saja" Rizky menaruh kepalanya di pundak Selena.


"Kalau aku sangat menyakiti hatimu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Selena dengan serius.


"Hm? aku akan berusaha memaafkan mu" jawab Rizky.


"Walaupun itu sangat membuat mu hancur?" Selena bertanya kembali.


"Emangnya kamu berbuat apa sampai-sampai aku akan sangat hancur?" tanya Rizky.


"Ha? Emm seperti.." Selena agak ragu mengatakannya.


"Selingkuh? atau membohongku?" tebak Rizky.


"Ah iya se-seperti itu.... kamu akan berbuat apa?" Selena sangat penasaran.


"Ternyata dia tau kesalahan mana yang akan sangat menyakitinya" batin Selena.


"Kamu gak akan melakukan hal seperti itu, aku sangat percaya" jawab Rizky, kepalanya masih berada di bahu Selena.


"Ini hanya permisalan, jika aku melakukannya kamu akan bagaimana?" Selena sangat ingin mengetahui jawaban Rizky.


"Tentu aku akan sangat terluka, mungkin aku akan menangis selama berhari-hari? hahaha" Rizky tersenyum lebar.


"Kamu akan menceraikan aku kan?" tanya Selena.


"Gak tau" jawab Rizky.


"Ha? kenapa gak tau? seharusnya kamu menceraikan aku secepat mungkin jika aku selingkuh kan" Selena sedikit bingung.


"Aku gak tau apakah aku mampu menceraikanmu atau nggak. Aku terlalu menyayangi mu, aku gak mau berpisah denganmu. Makanya jangan pernah menyakiti aku, oke?" jawab Rizky dengan tulus.


"......." Selena hanya diam.


"Gimana, oke? janji kamu gak akan menyakiti aku" Rizky bertanya ulang.


"Ha?..itu...aku....." Selena tak bisa berjanji soal itu.


"Kenapa kamu ragu?" tanya Rizky.


"I-iya aku gak akan menyakiti kamu" Selena terpaksa membuat janji seperti itu karena Rizky terus bertanya.


"Kamu harus tau, aku sangat mencintaimu. Aku gak tau kenapa aku gak bisa melupakanmu, padahal aku sudah jaga jarak denganmu bahkan sampai ke Singapura" kata Rizky


Selena yang mendengar kata-kata Rizky langsung terharu, ia tidak ingin menyakiti hati Rizky yang sangat mencintainya itu. Tapi ia harus melakukannya agar bisa bercerai dengan sang suami dan kemudian kembali bersama Rey.


"Ki, maafin aku ya?" ujar Selena.


"Maaf kenapa?" Rizky bingung.


"Kalau nanti aku bikin kamu sakit hati" jawab Selena.


"Kamu bikin aku sakit hati? kamu akan melakukannya? kamu akan selingkuh?" Rizky segera mengangkat kepalanya dari bahu Selena dan menatap wajah sang istri.


"Oh, aku pikir kamu mau selingkuh hahaha" Rizky tersenyum dan Selena juga tersenyum.


"Aku ingin kamu cepat mencintaiku dan hidup bahagia bersama dan selamanya. Aku akan membahagiakanmu dan melakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia" kata Rizky dengan tulus.


Selena hanya tersenyum tipis, ia sangat sedih karena Rizky sangat mencintai dirinya. Bagi orang lain mungkin akan sangat bahagia jika ada orang yang sangat mencintai mereka, tapi tidak dengan Rizky dan Selena.


"Apa aku benar-benar gak bisa menciummu sekarang?" tanya Rizky dengan mengangkat kedua alisnya.


"Ha? aku kan udah bilang tadi, aku belum siap" Selena mulai khawatir.


"Kamu bisa diam dan terima kan? siapa tau setelah ciuman, kamu jadi jatuh cinta sama aku. Aku sudah terlalu lama menunggu, Sel" Rizky memaksa.


"Ha? kesimpulan macam apa itu... a-aku...jangan sekarang!" Selena tambah khawatir.


Rizky sepertinya tidak peduli dengan perkataan Selena, ia mendekatkan wajahnya kembali ke Selena. Tiba-tiba...


Ting-tong.... ting-tong...


Terdengar bel rumah berbunyi. Rizky langsung membuka pintu rumahnya dan melihat siapa yang datang. Selena merasa lega karena ia bisa menghindar dari Rizky yang ingin mencium bibirnya itu.


"Hhh kali ini aku selamat, aku gak tau apa aku bisa terus menghindar dari hal begituan atau nggak. Selama setahun aku seperti ini? aku gak mungkin bisa menghindarinya terus hhh" batin Selena.


Rizky membuka pintunya dan Selena segera menyusul Rizky untuk melihat siapa yang datang.


"K-kamu???" Rizky kaget.


"Kenapa kamu kaget? kamu yang bilang aku boleh datang hari ini kan? ini sudah waktunya aku datang" Aldi langsung menerobos masuk ke dalam rumah.


"H-hai Aldi, silahkan masuk!" kata Selena dengan heran.


"Tapi kamu bilang mau datang jam 3 sore, ini baru jam 2 Aldi" Rizky sedikit kesal.


"Itu artinya aku disiplin, waaah enak ya sudah menikah" Aldi langsung merebahkan badannya di sofa.


"Hhh disiplin apanya, kamu mengganggu tahu. Padahal sedikit lagi aku bisa mencium istriku" gumam Rizky dengan pelan, namun tidak ada yang mendengar.


"Aldi tunggu bentar ya, aku ambil cemilan sama minuman dulu" Selena langsung bergegas karena ia belum membuatkan apapun untuk Aldi.


"Hmm gak usah repot, Sel. Bikin aku ice coffee saja!" teriak Aldi dengan kencang karena Selena sudah terlalu jauh.


"Hhh... mengganggu saja" omel Rizky.


"Aku mengganggu apa sih? aku hanya datang lebih awal kok, daripada terlambat kan? emangnya kalian lagi ngapain hayoo sampai-sampai aku mengganggu?" tanya Aldi dengan menampilkan senyum kepo di wajahnya.


"Ha? gak ngapa-ngapain kok. Kita cuma ngobrol doang" Rizky gugup mendengar pertanyaan Aldi.


"Oh ngobrol doang, ya udah ngobrol bareng aku juga gapapa kan. Aku pikir kalian lagi ngapain kek" kata Aldi sambil tersenyum.


"Hhh apaan sih" Rizky sedikit kesal.


Selena kembali dengan membawa tiga cangkir ice coffee dan biskuit dadakan karena tak ada makanan lain di rumahnya saat ini. Selena meletakkannya dengan hati-hati, ia kemudian duduk bersama mereka.


"Waah terima kasih banyak ya.... sudah repot-repot hehe" Aldi tersenyum lebar.


"Kenapa gak bilang kalau mau datang sekarang, aku kan bisa langsung bikin makanan yang enak. Jadi jangan marah kalau hanya ada makanan ini ya" kata Selena.


"Ohh gapapa kok, aku datang bukan mau makan makanan enak tau" balas Aldi sambil mengisi biskuit ke mulutnya.


"Lalu kamu datang mau ngapain?" tanya Rizky.


"Eh jangan gitu dong bro... aku hanya gak ada kerjaan" jawab Aldi.


"Gak ada kerjaan pantatmu... tuh kerjaan kantor numpuk" balas Rizky.


"Oh udah hampir beres bro... tinggal dikit lagi. Eh Sel, waktu itu aku liat kamu di daerah XXX, kamu keluar dari rumah seseorang. Itu rumah siapa? teman kamu?" tanya Aldi.


"Ha? emmm i-iya itu rumah teman aku" kata Selena dengan sedikit gugup.


"Kenapa dia tau itu aku? padahal aku berpakaian tertutup waktu itu, aku juga gak bawa mobil. Hhh gawat... semoga dia gak curiga" batin Selena.


"Eh kapan?" tanya Rizky.


"Oh itu... pulang dari kantor, aku ada urusan sedikit sama dia. Aldi, kamu kenapa bisa ada di daerah itu? rumah baru kamu di daerah situ?" jawab Selena, ia kemudian menyeruput ice coffee nya.


"Oh nggak kok, rumah baru aku bukan di daerah situ. Aku hanya ada urusan sedikit di sana" jelas Aldi.


"Lalu rumah baru kamu di mana? aku mau datang" tanya Rizky.


"Oh kamu mau datang? hahaha oke nanti aku kirim alamatnya" jawab Aldi.


Setelah mengobrol lama, Aldi kemudian pamit pulang. Ia melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam mobil.


"Hhh syukurlah kalau mereka hanya teman. Tapi Selena berteman dengan seorang pria, kok aku jadi khawatir ya. Emangnya kenapa kalau dia punya teman lelaki? aku juga kan punya teman perempuan. Hhh pikiranku ini... lagian Selena gak mungkin lakukan itu" batin Aldi.