
"Ki, aku ke belakang sebentar ya? mau telepon seseorang" kata Selena.
"Iya, aku juga mau ke ruang kerja" balas Rizky.
"Oh oke, nanti aku bawakan minum"
Rizky langsung berjalan menuju ruang kerjanya, Selena terus memantau Rizky hingga benar-benar masuk ke dalam ruang kerjanya. Setelah itu, ia cepat-cepat menuju ke belakang rumahnya agar sedikit lebih jauh dari Rizky.
Selena mengambil hp dari saku celananya, ia segera menelpon seseorang.
"Ada apa, Sel" ternyata orang yang di telepon Selena adalah Rey.
"Rey, sahabat baik Rizky liat aku di rumah kamu. Gimana ni? semua akan baik-baik saja kan?" tanya Selena dengan sedikit cemas.
"Terus dia tau kalau kamu ke rumah seorang pria?" Rey juga sedikit khawatir.
"I-itu... kayanya nggak deh, tapi dia bisa tau kalau itu aku padahal aku udah pakai pakaian tertutup loh" kata Selena.
"Kamu cuma pakai masker sama topi, pasti kelihatan kalau dekat. Lagian kamu datang waktu sore kan" balas Rey.
"T-tapi... dia pasti curiga aku pakai masker sama topi, iya kan? itu keliatan banget aku berusaha sembunyi- sembunyi" Selena khawatir.
"Aduuh sial... semoga aja dia gak terlalu curiga. Sekarang kita gak usah ketemu dulu, kalau mau ketemu kita cari tempat yang lebih aman" kata Rey.
"Aku takut... apa aku kasih tau Rizky aja ya? kalau dia tau sekarang, pasti dia gak terlalu marah di bandingkan dia tau sendiri" kata Selena.
"Jangan!! kamu bodoh ya!? jangan dulu, aku nanti pikir jalan keluarnya. Rizky itu cinta sama kamu, dia pasti tetap marah kalau dia tau. Jangan bikin hal-hal yang bodoh" tegas Rey.
"I-iya Rey... cepat cari cara supaya aku bisa cepat-cepat cerai" kata Selena.
"Kalau aku udah nemu caranya, kamu tetap gak bisa cerai begitu saja. Kamu harus sabar sampai satu tahun, supaya orang tua dan mertuamu gak curiga" jelas Rey.
"Iya..." balas Selena.
"Udah dulu, jangan terlalu lama nanti ketahuan Rizky. Aku tutup ya" Rey langsung menutup teleponnya.
"Hhh sial!! bikin susah orang aja, biarin aja ketahuan lagian aku juga udah dapat pacar yang kaya untuk menopang hidup aku ke depannya. Tapi... Selena lebih mudah di pengaruhi sih" batin Rey.
Selena perlahan menurunkan tangannya ke bawah dan ia sedang melamun.
"Sel, kamu teleponan sama siapa?" tanya Rizky yang menepuk pundaknya.
"Ha? R-Rizky? sejak kapan kamu di situ?" Selena sangat gugup dan takut.
"Baru saja, kenapa? kamu baik-baik aja kan? aku panggil kamu gak jawab" jawab Rizky.
"Oh i-iya, aku baik-baik saja. Kita masuk dulu" ajak Selena.
Selena segera meninggalkan tempatnya namun Rizky memegang tangannya dan menghalanginya pergi.
Selena langsung menatap mata Rizky dan berusaha bersikap seperti biasa.
"Kamu teleponan sama siapa? kenapa sampai jauh begini?" tanya Rizky.
"Ha? a-aku teleponan sama orang kantor, sekalian aku mau lihat kasuari dan kebun sayur kita. Aku hanya ingin lihat mereka" jawab Selena.
"Ha? hahaha kamu imut banget...ngapain lihat mereka? kamu ada-ada aja" Rizky mencubit pipi Selena dengan pelan.
Selena hanya tersenyum, lalu mereka berjalan masuk ke rumah.
"Kamu udah selesai kerja? cepat banget" tanya Selena.
"Belum selesai sih" jawab Rizky.
"Habisnya kamu lama banget, aku kan ingin sama kamu terus" jawab Rizky dengan manja.
"Ah hahaha kamu ada-ada aja, tiap hari kan kita bersama terus" kata Selena sambil tertawa.
"Tapi kan aku kerja dari pagi kadang sampai malam, aku rindu tau...sangat riiinduu" Rizky memeluk tangan Selena.
"Kamu belajar kata-kata itu darimana sih? udah ahli banget ya" Selena tersenyum.
"Emang yang kaya gitu harus belajar ya? aku gak pernah belajar yang kaya gitu tuh" kata Rizky.
"Ahh iya ya hehe, yang kaya gitu gak perlu belajar, itu kan murni dari dalam hati kan? hahaha" Selena tersenyum.
"Aku gak jadi kerja deh, aku mau sama kamu aja" kata Rizky.
"Kamu itu harus terbiasa jauh dari aku" nasihat Selena.
"Hmm" balas Rizky.
Selena hanya tertawa, mereka langsung duduk di sofa. Rizky masih terus memeluk tangan Selena dan bersandar di bahu Selena.
"Kamu tau nggak? salah satu faktor aku jatuh cinta sama kamu itu karena senyum kamu itu, kamu itu sering banget pamer senyuman kamu itu. Jangan terlalu senyum-senyum sama pria lain, nanti mereka suka lagi sama kamu" kata Rizky.
"Itu kan namanya ramah, bukan kaya kamu yang jarang senyum" ejek Selena.
"Aku rasa aku udah banyak tersenyum deh, aku tiap hari senyum-senyum terus bahkan lagi sendiri pun aku senyum" balas Rizky.
"Ha? haha kamu kayanya udah gila, kenapa senyum-senyum sendiri?" Selena tertawa.
"Gara-gara kamu, itu artinya aku bahagia loh bukan gila" bantah Rizky.
"Hmm terserah deh, makan yuk! aku pesan ya?" seru Selena, Rizky mengangkat alisnya yang tandanya ia setuju.
Setelah memesan makanan, makanan yang mereka pesan di antar sampai ke rumah. Mereka pun makan makanan tersebut bersama. Setelah selesai makan, Selena pergi membuang sampah sisa dari makanan mereka.
"Kyaaa! Doggy!!" Selena memeluk Doggy, anjing peliharaan Rizky dan bermain dengannya.
Malam sudah tiba, bahkan sekarang sudah waktunya tidur. Rizky dan Selena mencoba agar tidak terlalu begadang karena mereka sudah sering begadang.
Selena dan Rizky masuk ke kamar mereka, seperti biasa mereka tidak tidur seranjang layaknya tak seperti suami istri. Selena selalu membawa Doggy untuk menemaninya tidur, hal itu sengaja ia lakukan karena takut sesuatu terjadi padanya. Sesuatu yang sangat ia takutkan dan ia hindari.
Rizky langsung berbaring di sofanya yang juga bisa di pakai untuk tidur, sedangkan Selena sedang duduk memakai skincare malamnya di depan cermin.
Setelah memakai skincare malamnya, Selena segera naik ke tempat tidurnya bersama Doggy dan mencium anjing kesayangannya itu. Sedangkan Rizky masih berbaring dan memeluk gulingnya.
"Ngapain sih cium-cium Doggy, yang harusnya kamu cium itu aku" Rizky pura-pura merajuk.
"Ahaha kamu kenapa cemburunya sama Doggy sih, dia kan cuma anjing" Selena tertawa dan kemudian berbaring di kasurnya.
"Ngomong-ngomong ada yang bilang kalau cinta pertama itu akan berakhir menyedihkan tapi ternyata aku bisa nikah sama kamu padahal kamu kan cinta pertama aku. Berarti pernyataan itu salah kan?" kata Rizky.
".......... aku gak tau, mungkin kamu memang beruntung" jawab Selena.
"Iya kan? lagian ngapain buat pernyataan kaya gitu, kan gak semua cinta pertama akan berakhir begitu" kata Rizky.
".......kamu nggak ngantuk? aku udah ngantuk, aku mau tidur" kata Selena, ia langsung memejamkan kedua matanya.
Rizky hanya diam dan melihat ke arah Selena yang tidur membelakanginya.
"Aku harap pernyataan itu benar, supaya aku sama kamu bisa berpisah" batin Selena.
Setelah beberapa menit Selena tidur, Rizky langsung bangun dan berjalan mendekati Selena.