
"Bibi... Bibi..." teriak Bu Yuna, Mamanya Selena.
Bibi dengan tergesa-gesa segera pergi menghampiri Bu Yuna.
"Selena di mana? ini sudah malam dia belum pulang?" tanya bu Yuna yang khawatir.
"Ah itu.. Nona Selena belum pulang dari siang tadi, Bu" jawab Bibi, pembantu rumah keluarga Selena.
"Ha? dia biasanya gak seperti ini, dia ke mana ya?" Bu Yuna pun menelpon Selena namun ia tidak mengangkatnya.
Bu Yuna segera menelpon Rizky dan menanyakan keberadaan putrinya itu, namun Rizky juga tidak tahu.
Rizky juga mulai khawatir, ia mencoba menelpon Selena terus-menerus, ia tidak tahu mau mencarinya ke mana.
Ia juga tidak mengenal teman-teman Selena.
Hp Selena ternyata dalam mode senyap. Ia sengaja hpnya di senyap agar tidak ada gangguan saat bersama Rey.
Beberapa saat kemudian Selena pulang ke rumah, ia sangat bahagia dan berbunga-bunga. Di wajahnya terpampang senyum kebahagiaan, hingga membuat orang yang melihatnya bingung. Tapi, Bu Yuna lega melihat putri semata wayangnya sudah pulang.
Selena segera menuju ke kamarnya dengan tersenyum-senyum dan mengayunkan kedua tangannya bak anak kecil yang sangat senang. Selena langsung meletakkan tasnya di atas meja dan mengambil hpnya, ia melihat ada panggilan tak terjawab dari Mamanya dan juga dari Rizky.
Setelah melihat itu, ia langsung menghubungi Rizky.
"Ki, kamu tau..hari ini aku sama Rey pacaran...kyaaa!! aku seneng banget haha" kata Selena dengan riang, ia masih terus tersenyum bahagia.
"pacaran??" tanya Rizky, ia sangat sedih mendengar hal itu.
"Kyaa!! iya Ki, dia nembak aku tadi.. haha ciuman pertamaku serta pemandangannya juga indah haha" Selena sampai heboh, sedangkan hati Rizky hancur mendengar itu.
"......." Rizky hanya diam dan tak berbicara sepatah kata pun, sesaat Selena pun terhenti dan sadar.
"Ya ampun sepertinya aku sudah gila, kenapa aku memberitahumu. Ki, jangan bilang siapapun ya? kalau sampai orang tuaku tau mereka pasti marah" pinta Selena, ia yakin Rizky bisa dipercaya.
"...........Iya aku gak akan bilang ke siapapun" kata Rizky, ia pun menutup teleponnya.
Rizky kemudian duduk di kursi belajarnya dan menatapi dinding kosong di depannya. Matanya hanya tertuju pada dinding tersebut. Ia merasa kehilangan walaupun dirinya baru mengenal Selena beberapa bulan terakhir. Ia merasa sangat nyaman dan bahagia jika bersama Selena.
"Sekarang mereka pacaran...mereka pasti saling mencintai. Hhh mereka berciuman?? ternyata rencana penting yang dimaksud Selena ini? pantas saja dia menunda rencana piknik kita. Hhh kenapa aku seperti ini??" batin Rizky.
Selena tidak mengetahui perasaan Rizky yang sebenarnya, ia berbaring di atas kasurnya dan mengingat kembali moment saat ia di tembak Rey.
[Flashback On]
Rey memeluk Selena dari belakang.
"Rey???...." Selena berdebar-debar.
"Aku mencintaimu Selena..." bisik Rey dengan pelan.
Selena terpaku dengan pernyataan Rey. Selena pun terharu dan hampir mengeluarkan air mata.
Setelah memeluk Selena beberapa menit, Rey kemudian melepas pelukannya dan berjalan ke hadapan Selena.
Ia duduk dan memberikan Selena bunga mawar yang sederhana. Selena tidak bisa menahan air mata yang dibendungnya, ia mengusap air mata yang mengalir di pipinya, Ia sangat bahagia dan langsung mengambil bunga tersebut.
"Ku pikir...hik kau....tidak tertarik padaku...hik" kata Selena yang menangis hingga tersengguk-senggukkan.
"Hahaha berhenti menangis, aku gak menyakitimu kan?" bujuk Rey.
Selena memang sangat mencintai Rey, namun Rey tidak menunjukkan sikap yang sama. Ia bahkan sampai putus asa dan mencoba melupakan Rey, nyatanya ia tidak bisa melupakan Rey.
"Aku...hanya merasa gak pantas untuk kamu. Aku gak begitu kaya dan aku takut gak bisa membuatmu bahagia, tapi perlahan aku mulai sadar yang terpenting bukan semua itu melainkan rasa cinta di antara kita.....Hehe apa aku terlalu berlebihan?" Rey tersenyum dan menggaruk-garuk belakang kepalanya.
Selena juga ikut tersenyum walau ia tersengguk-senggukkan.
Mereka berpelukan dengan erat.
"Kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Rey yang masih memeluk Selena.
"Kenapa kamu tanya? hik... Tentu saja aku mau..." Selena masih saja menangis.
"Kamu berhentilah menangis" Rey mengelus rambut hitam panjang Selena dengan lembut.
Setelah lama berpelukan, Rey kemudian mendekatkan wajahnya dengan Selena. Selena mengerti bahwa apa yang Rey ingin lakukan. Rey mendaratkan bibirnya kemudian mencium bibir Selena dengan lembut. Selena meletakkan tangannya diatas bahu Rey. Ia sangat bahagia karena ciuman pertamanya ia lakukan bersama Rey dengan sangat bahagia.
[Flashback Off]
•
•
•
Beberapa hari berlalu dengan cepat, Aldi yang merupakan sahabat Rizky ingin di kenalkan dengan Selena.
Rizky dan Selena tiba di sebuah kafe, mereka mencari tempat yang nyaman. Pelayan kafe segera menghampiri mereka dan menanyakan menu apa yang mereka inginkan. Bertepatan dengan itu Aldi Watz yang merupkan sahabat baik Rizky datang, ia melihat sekeliling dengan maksud mencari sahabatnya Rizky. Rizky yang melihat Aldi sudah datang segera melambaikan tangannya. Aldi yang melihat Rizky melambaikan tangan segera berjalan menghampiri mereka.
"Hai.. kamu Selena ya?" Aldi tersenyum lebar.
"Ah iya kamu Aldi temannya Rizky kan?" Selena juga tersenyum dengan ramah.
Kebetulan pelayan kafe ada di sampingnya, Aldi langsung memesan menu yang ia inginkan. Setelah itu pelayan tersebut meninggalkan mereka.
"Hahaha ternyata Rizky diam-diam punya teman cewek ya... cantik lagi haha" goda Aldi.
"Hhh apaan sih" kata Rizky, Selena hanya tersenyum lebar.
"Kamu anaknya pak Vicky kan?" tanya Aldi.
"Kamu kenal papaku?" tanya Selena sedikit terkejut.
" Ah itu.. aku kadang liat papamu bareng Pak Surya... jadi aku tau deh hehe..Rizky yang bilang" jelas Aldi.
"Dia memang kenal papamu, tapi gak tau papamu kenal gak sama dia" ejek Rizky.
" Ih Ki, jangan gitu dong.. walau papanya Selena gak kenal aku mungkin beliau tahu wajahku yang ganteng ini" bantah Aldi, Selena hanya tertawa melihat mereka.
"Papamu sama Pak Surya sahabat baik kan? kalau kasus seperti ini tuh biasanya anak-anak mereka nanti di jodohkan loh haha" goda Aldi.
"Ahh itu.. aku gak tau tapi semoga nggak deh hehe" jawab Selena, ia sangat tidak suka di jodoh-jodohkan.
"Ha? kenapa? Rizky baik loh trus ganteng dan juga pintar, cuma sayangnya dia sedikit tertutup.. tapi tenang itu hanya sedikit kok hehe" kata Aldi.
"Dia gak suka di jodoh-jodohkan jadi bahas saja yang lain" Rizky sedikit kesal dengan sahabatnya itu.
"Kalau gitu kamu orang mana?" tanya Aldi.
"Kenapa tanya yang begitu sih?" kata Rizky namun Aldi tak peduli.
"Aku orang manado, aku baru pindah kesini saat kelas satu SMA" jawab Selena.
"Oh kamu orang manado ya.. berarti sama dengan Rizky dong" ujar Aldi.
"Hhhh kan papa kita sahabat baik dari kecil.. gimana sih" Rizky sedikit kesal.
"Oohh hahahaha bilang dong daritadi hahaha" Aldi tertawa dan Selena pun ikut tertawa.
Aldi memang anak yang ceria, ia sudah berteman dengan Rizky saat masih duduk di bangku SMP, mereka sangat dekat bahkan orang tua mereka juga saling kenal.
Setelah selesai minum dan mengobrol, Selena pergi ke toilet sebentar.
Sekarang Rizky dan Aldi tinggal berdua.
"Ki kamu suka kan sama Selena? ngaku jangan bohong. Jarang-jarang loh kamu dekat sama cewek lain" Aldi tersenyum dan menggoda Rizky.
"Kamu jangan sok tau, Selena itu sudah punya pacar" jelas Rizky.
"Oh gitu.. tapi kan baru pacaran, belum menikah kan? hehe" Aldi tersenyum lebar.
"Hhh terserah" kata Rizky.
Aldi hanya tertawa, ia curiga kalau Rizky sebenarnya menyukai Selena. Tapi ia tidak mau ikut campur sampai ke situ.