I Still Love Her

I Still Love Her
Ingin Hadiah Anak?



Besoknya setelah pulang dari kantor, Selena pergi ke rumah orang tuanya untuk bertemu dengan Mamanya.


"Ada apa Sel?" tanya Bu Yuna, mereka berdua duduk di sofa.


"Nggak kok Ma, Mama lagi ngapain?" tanya Selena.


"Mama nggak ngapa-ngapain, tadi Mama bikin brownis, Mama ambil ya?" Bu Yuna langsung pergi ke dapur, tak lama ia kembali membawa beberapa potong brownis dan segelas air putih.


"Papamu belum pulang ya?" tanya Bu Yuna.


"Gak tau Ma" jawab Selena.


"Oh... nih di makan, mau di bungkus brownisnya?" tawar Bu Yuna.


"Gak usah Ma. Ma soal yang kemarin, Papa bilang....." Selena ragu mengatakannya. Bu Yuna tahu jika putrinya itu ingin membahas tentang perkataan sang Papa kemarin.


"Hahaha soal itu Papa bercanda kok, Papa juga kan orangnya humoris" kata Bu Yuna.


"Tapi Selena rasa kayanya Papa serius, Ma" balas Selena.


"Emang kenapa kalau papa serius? nanti juga kamu pasti punya anak, emangnya kamu nggak mau punya anak?" tanya Bu Yuna.


"Aku mau punya anak, Ma. Tapi harus ya anaknya Rizky?" kata Selena.


"Ha!? Maksud kamu apa? emang kamu mau punya anak dari siapa kalau bukan dari Rizky?" Bu Yuna bingung.


"Nggak Ma, aku salah ngomong. Ya jelaslah aku pasti punya anak dari Rizky, dia kan suami aku" kata Selena.


Tiba-tiba terdengar bunyi notifikasi pesan masuk, Selena segera mengecek hpnya ternyata pesan dari Rizky yang menanyakan keberadaannya. Selena langsung membalas pesan dari Rizky bahwa ia akan segera pulang.


"Ma, aku pulang dulu ya? Rizky udah di rumah sekarang" kata Selena.


"Oh iya, hati-hati di jalan ya" kata Bu Yuna.


Selena langsung berdiri dan mencium tangan Mamanya. Tepat pada saat itu, terdengar bunyi mobil Papanya datang yang tandanya Papanya sudah pulang.


"Papa udah pulang tuh, pamit dulu sama Papa baru kamu pulang ya?" pinta Bu Yuna.


"Iya, Ma" balas Selena.


Pak Vicky kemudian masuk ke rumah, Selena segera menghampiri Papanya dan mencium tangan Papanya.


"Pa, aku pulang dulu ya? soalnya udah mau malam" kata Selena.


"Oh iya, hati-hati ya di jalan. Kemarin itu Papa cuma bercanda aja, kamu tetap ambil alih perusahaan Papa asal kamu terus bersama Rizky" kata Pak Vicky sambil memegang kepala putrinya.


"Iya, Pa. Selena tau Papa cuma bercanda, Selena pergi dulu ya" kata Selena, ia langsung bergegas keluar dari rumah orang tuanya dengan perasaan kacau.





Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah 2 bulan lebih usia pernikahan Rizky dan Selena. Bagi Selena, waktu terasa sangat lambat. Selena bersyukur karena ia menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor dan bekerja, walau Rizky sering datang menemuinya di kantor saat jam makan siang.


Saat ini waktu menunjukkan pukul 23.40 tengah malam, Rizky dan Selena sedang berada di rumah. Rizky sedang lembur kerja menggunakan laptopnya sedangkan Selena sedang menemani sang suami lembur kerja sambil bermain hp.


"Sel, kamu lagi chat sama siapa? dari tadi senyum-senyum terus" tanya Rizky.


"Oh ini lagi chat sama teman" jawab Selena yang berbohong, sebenarnya ia saling mengirim pesan dengan sang kekasih.


"Teman siapa? Indri?" Rizky penasaran.


"Iya sama Indri" kata Selena sambil tersenyum.


"Dia begadang juga ya" kata Rizky.


Selena hanya tersenyum.


"Kamu gak lapar?" tanya Rizky.


"Aku nggak lapar, emang kamu lapar? aku bikin mie instan ya?" tawar Selena.


"Oke.." balas Rizky dengan tersenyum.


Selena langsung bergegas ke dapur dan membuatkan mie untuk sang suami. Tak lama kemudian, Selena kembali dengan membawa semangkuk mie kuah serta segelas air putih.


"Wah makasih ya sayang hehe" Rizky menjeda pekerjaannya dan langsung menyantap mie tersebut dengan lahap, Selena hanya melihat sang suami makan dengan lahap.


Glek! Selena menelan air ludahnya, ia seketika ingin memakan mie tersebut.


"Aku minta sesuap ya?" Selena langsung mengambil mie tersebut dari Rizky.


Sluurrpp!! Sluurpp!! Selena menyeruput mie tersebut dengan lahap.


"Tadi katanya gak lapar, padahal makan juga" kata Rizky.


"Hmm terserah kamu" balas Rizky, Selena kembali memberikan mie tersebut kepada Rizky.


"Kamu masih lapar ya? mie itu gak cukup ya? aku buatkan mie baru ya?" kata Selena setelah minum air putih milik Rizky.


"Gak usah, ini cukup kok" tolak Rizky.


Rizky kemudian menghabiskan mie tersebut dan kembali bekerja.


Tak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 00.40 dini hari.


"Sel, kamu belum tidur?" tanya Rizky.


"Ha? belum, emang udah jam berapa?" Selena masih terus memainkan hpnya.


"Udah hampir jam 1 pagi, kamu tidur duluan aja" kata Rizky.


"Eh gapapa aku masih kuat kok" kata Selena. Ia takut jika ia tidur duluan, Rizky akan menciumnya atau melakukan sesuatu yang lebih dari itu.


"Ya sudah, terserah kamu. Besok kan libur jadi gak ke kantor" balas Rizky.


"Aku tunggu kamu aja. Hmm Ki, kamu minggu depan ulang tahun kan? kamu mau hadiah apa?" tanya Selena sambil fokus bermain hp nya.


"Aku mau punya anak" kata Rizky dengan spontan.


Selena yang mendengarnya langsung berhenti memainkan hpnya dan menatap Rizky yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Kenapa? emang gak boleh? jangan melotot aku kaya gitu dong" Rizky tersenyum.


".......kamu mintanya gak bisa yang lain apa?" Selena kembali memainkan hpnya.


"Aku cuma ingin itu" tegas Rizky.


"Tapi aku gak bisa memberikannya" Selena menolak.


"Maksudnya kamu gak akan pernah memberikannya?" tanya Rizky, Selena langsung berhenti memainkan hpnya.


"...........bukan begitu.....mungkin tahun depan?, iya aku akan memberikannya tahun depan hehe" Selena tersenyum kaku.


"Tahun depan? lama banget" balas Rizky.


"Pokoknya aku gak bisa untuk sekarang-sekarang, aku gak mau" tegas Selena.


"Hm ya sudah" Rizky hanya pasrah dan mengikuti kemauan sang istri.


"Fyuuh.. untung saja dia orangnya gak memaksa" batin Selena.


"Jadi kamu mau hadiah apa?" Selena kembali bertanya.


"Aku mau hadiah seorang anak, tapi kamu gak mau. Kalau gitu bagaimana dengan ciuman?" tanya Rizky.


"Ha? itu.... maksud aku bukan hadiah semacam itu, maksud aku itu hadiah semacam barang" jawab Selena.


"Aku gak butuh yang kaya gitu" jelas Rizky.


"Hhh aku tidur duluan deh" Selena langsung pergi ke kasurnya dan tidur, sedangkan Rizky hanya senyum-senyum sambil bekerja.





Saat ini pukul 11.00, Selena sedang berada di kantornya.


Ddrrtt..ddrrtt..ddrrtt...


Terdengar bunyi telepon masuk, Selena segera mengangkatnya.


"Datang ke ruangan Papa sekarang!" seru Pak Vicky, beliau langsung menutup teleponnya.


Selena langsung bergegas ke ruangan Papanya dengan cepat. Setelah sampai di ruangan Papanya, ia mengetuk pintu.


"Masuk!" teriak Pak Vicky dari dalam ruangan.


Selena langsung membuka pintu dan menghampiri Papanya yang sedang duduk di depan komputernya.


"Ada apa, Pa?" tanya Selena.


"Ini, Mamamu buatkan makan siang. Jam makan siang nanti Rizky datang kan? kalian makanlah bersama, Mamamu buatkan dua porsi" kata Pak Vicky.


"Oh, Mama padahal gak perlu repot-repot begini. Sampaikan ke Mama makasih ya" Selena membuka penutup rantang dan melihat makanan yang ada di dalamnya, kemudian ia kembali menutupnya.


"Jangan lakukan hal bodoh" kata Pak Vicky sambil melihat komputernya.


Seketika Selena langsung menatap Papnya dengan bingung.