I Still Love Her

I Still Love Her
Telepon Dari Rey



Waktu saat ini menunjukkan pukul 15.15 sore, waktu yang dimana kantor sudah sepi karena sebagian besar para pekerja kantor sudah pulang ke rumah masing-masing. Cuaca saat ini agak mendung karena sebelumnya telah turun hujan dan suhu yang biasa panas pun turun beberapa derajat dari biasanya. Aldi mengajak Rizky untuk pergi minum teh sebentar di apartemennya, Rizky pun menyetujui ajakan sahabatnya itu karena sudah lama mereka tak minum teh bersama.


Kedua sahabat baik tersebut telah sampai di apartemen Aldi, Aldi dengan cepat langsung membuka pintu apartemennya dengan memasukkan kode agar apartemennya yang terkunci bisa di buka. Dua pria yang tampan dan berwibawa tersebut langsung masuk ke dalam apartemen.


Sambil membawa nampan yang di atasnya terdapat sebuah teko yang isinya teh dan dua buah gelas, Aldi berjalan dari dapur menghampiri Rizky yang sedang memainkan hp. Aldi menyajikan teh hitam kayu aro untuk mereka berdua, kesempatan yang bagus untuk minum teh dengan cuaca yang seperti ini.


Aldi meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja, lalu ia menuangkan teh tersebut ke gelas mereka berdua dengan hati-hati. Tak pakai basa-basi, mereka berdua langsung mengambil gelas masing-masing lalu meminum teh tersebut.


"Hmm~ energiku kembali setelah minum teh ini~. Eh bro! gimana dengan rumah tanggamu? Apa semua baik-baik saja?" tanya Aldi berbasa-basi.


"Hmm gak sopan tanya-tanya begitu, tapi karena kamu teman aku jadi aku jawab deh. Rumah tanggaku baik-baik saja, cuma Selena belum bisa jatuh cinta sama aku. Agak sedih sih, tapi sabar aja" jawab Rizky dengan jujur.


"Oh hehe, masih mending dari pada aku yang jomblo sejati. Kan lebih kasian karena gak ada pasangan, lama-lama juga Selena pasti jatuh cinta. Kamu kan bisa di bilang hampir sempurna jadi gak mungkin Selena gak jatuh cinta hahaha" bujuk Aldi.


"Hahaha emang kamu sama Lyn gimana? Kenapa gak nyatain perasaan kamu aja?" tanya Rizky, ia kembali meminum teh sisanya.


"Hhh kamu pikir gampang apa, nyatain perasaan gak segampang itu. Kamu aja gak pernah nyatain perasaan kamu sama Selena, mungkin kalau gak di jodohkan pasti sampai tua kamu gak akan nyatain" balas Aldi.


"Eh siapa bilang aku gak nyatain? aku nyatain perasaan aku kok, kamu aja yang gak tau. Tapi itu agak tiba-tiba sih hehe" Rizky menampakkan senyuman.


"Hhh tapi gimana ya? kalau Lyn tolak gimana? nanti kan agak canggung kalau kita berteman setelah aku nyatain perasaan aku" Aldi bingung.


"Kamu kok pikirannya gak dewasa-dewasa, cuma fisiknya aja yang dewasa tapi pikirannya gak. Menurut aku kamu bilang aja dengan jujur, mau sampai kapan sih kaya gitu terus. Ingat umur, kalau di tolak kan bisa cari yang lain" saran Rizky.


"Ih cari yang lain pantatmu, butuh waktu lama loh kalau mau move on" balas Aldi.


"Kamu dulu sering banget kasih nasehat seputar cinta, seakan-akan kamu itu dewa cinta padahal gak punya pengalaman sama sekali. Sekarang masalah percintaan sendiri gak bisa di atasi, aneh juga ya kalau kamu bisa galau" ejek Rizky.


"Ih apaan sih. Dulu kamu galau, aku yang jadi dewa cinta. Sekarang aku lagi galau dan butuh solusi, kamu dong yang jadi dewa cinta dan kasih solusi buat aku" Aldi memasang wajah cemberut.


"Ih kekanak-kanakan tau gak, solusi aku ya cuma itu. Kamu sama Lyn kan udah dekat dari dulu, jadi pasti saling mengerti. Toh anak periang kaya kalian berdua gak mungkin canggung-cangung, aku yakin banget hehe" kata Rizky.


"Hmm emang susah ya kalau minta saran sama orang yang gak ahli di bidang ini" balas Aldi.


Jam terus berjalan dan sudah waktunya untuk Rizky pamit setelah mengobrol banyak dengan sahabatnya itu. Hari sudah malam dan jam sudah menunjukkan pukul 18.15, Rizky pun tiba di rumah. Sepertinya Selena sudah pulang kantor dari tadi dan sedang berada di rumah sekarang, Rizky pun tak sabar bertemu sang istri tercintanya tersebut.


Sambil berjalan menuju kamar, Rizky membuka satu persatu kancing jasnya. Ia lalu melepas jas tersebut dari badannya dan memegangnya sambil mencari-cari keberadaan sang istri. Mungkin sang istri sedang berada di kamar, ia pun menyusul sang istri dan masuk ke dalam kamar sambil memanggil-manggil nama sang istri yaitu Selena. Ternyata benar bahwa Selena sedang berada di kamar dan baru saja selesai membersihkan tubuhnya.


"Iya gapapa, aku udah masak buat makan malam nanti. Tinggal di panasin aja supnya" kata Selena sambil menyisir satu persatu bagian rambutnya.


"Wah hehehe enak dong. Bentar lagi aku mandi, lalu kita makan" Rizky tersenyum.


Setelah selesai menyisir rambutnya, Selena pun langsung turun ke bawah menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Pertama-tama Selena memanaskan sup yang ia buat tadi sore, ia pun duduk dan menunggu sup tersebut.


Keputusan ini ternyata salah, harusnya pernikahan ini tak boleh terjadi.


Mengapa? Apa yang membuat aku dan Rey berpikir bahwa ini semua benar?


Aku tak mengerti apa alasannya.


Walau sudah di jelaskan berulang kali, aku tetap tak mengerti jalan pikirnya.


Apa yang harus aku lakukan?


Pernikahan ini jelas-jelas sangat sulit di bubarkan, kenapa sangat bodoh?


Bagaimana langkah selanjutnya?


Aku sangat benci semua ini. Aku tak membenci Rizky, justru aku merasa sangat kasihan kepadanya. Apa aku harus mempertahankan pernikahan ini?


Apa aku akan memutuskan hubungan dua keluarga ini?


Kenapa semua terasa sulit? Kenapa Rey dan aku tak bisa bahagia?


Setiap hari aku selalu di hantui pikiran seperti ini, rasanya sangat lelah.


Selena kemudian menyendok nasi dari tempat nasi lalu menaruhnya di piring, begitu juga dengan sup serta lauk. Ia menyiapkan semuanya dengan penuh tanggung jawab sebagai seorang istri.


Saat Rizky masih duduk santai di kamar, tiba-tiba hp Selena yang berada di atas meja rias berdering dengan volume keras yang bertanda ada telepon masuk dari seseorang. Rizky pun menghampiri hp Selena dan bermaksud akan membawa hp tersebut kepada Selena yang sedang berada di dapur.


Namun tiba-tiba Rizky terhenti setelah melihat nama seseorang yang muncul di layar hp Selena dan tentu saja itu merupakan orang yang menelepon istrinya. Mengapa Rizky terhenti dan memasang ekspresi kaget di wajahnya? Itu karena yang menelpon istrinya adalah Rey Mhoras yang merupakan mantan pacar sang istri, walau sebenarnya mereka diam-diam masih berhubungan hingga sekarang.