
"Hehe dia udah tau kok kalau kamu udah punya istri, tenang aja gak usah terlalu serius. Apa salahnya kalian berteman kan? kamu kenapa gak suka banget sama Lyn? padahal orangnya baik banget loh" kata Aldi.
"...........Bukan begitu, aku hanya gak suka dia ngejar-ngejar aku. Aku gak enak sama kamu" balas Rizky.
"Waahh aku terharu... kamu memang sahabat terbaik aku huhu. Tapi sekarang kamu gak usah kaya gitu lagi, dia pasti udah ngerti dan terima kok" kata Aldi dengan tersenyum.
"Terus kamu mau apa? kalau Selena tau...." Rizky menghentikan perkataannya.
"Apa Selena akan cemburu? dia saja gak pernah mencintaiku" batin Rizky.
"Tenang aja, kita kan cuma teman bro. Apa salahnya sih? Selena juga bukan orang yang suka cemburu-cemburu gak jelas" kata Aldi.
"Hhh itu karena dia gak mencintaiku makanya gak cemburuan, bahkan mungkin dia membenciku" batin Rizky.
"Iya aku ngerti, kalau mau kasih nomor hp ku, kasih saja. Udah selesai kan? sekarang keluar dari ruanganku! aku ingin sendiri" kata Rizky.
"Tunggu dulu dong bro, hari minggu ini kita ketemu ya sama Lyn?" pinta Aldi.
"Gak bisa, kamu kalau mau ketemu Lyn ya ketemu aja. Kenapa aku harus ikut-ikutan?" Rizky dengan tegas menolak pinta Aldi.
"Hh aku agak malu kalau hanya kita berdua, kalau ada kamu kan suasananya gak terlalu canggung. Lagian ini kan pertama kalinya kita ketemu setelah lulus sma kan? Apa salahnya ketemu sebentar. Kalau kamu takut Selena gak suka, ajak aja dia sekalian biar bisa saling kenal gitu" tutur Aldi dengan wajah cemberut.
"Aku gak bisa janji, nanti aku tanya Selena dulu. Tapi jangan terlalu berharap banyak" kata Rizky dengan nada dingin.
"Oh oke-oke, nanti kabarin ya! awas jangan lupa! aku pergi dulu" kata Aldi dengan penuh semangat.
Aldi sudah sangat tak sabar bertemu dengan Lyn, cinta lamanya. Ia masih mencintai Lyn walau sudah lama mereka tak pernah bertemu dan hanya bertelepon atau mengirim pesan saja. Ia memang tak pernah mengutarakan perasaan di dalam hatinya karena menurutnya Lyn terlalu baik dan dirinya sangat tak pantas dengan Lyn yang sangat cantik, kaya, dan lumayan populer di mana-mana.
Salah satu penyebab yang paling utama adalah karena Lyn sangat menyukai sahabat baiknya yaitu Rizky.
Walau Rizky tak tertarik dengannya, Lyn masih terus saja mendekati Rizky hingga membuat Rizky lebih dingin padanya dan lebih tak mempedulikannya.
Setelah lulus SMA, mereka memang terpisah masing-masing. Aldi kuliah di Indonesia, Rizky kuliah di Singapura, dan Lyn kuliah di Inggris. Selama berpisah, Aldi memang sudah mulai melupakan Lyn dan tak terlalu memikirkannya. Ia juga tak pernah pacaran selama kuliah, entah apa alasannya hingga ia tak mencari pasangan hingga usianya yang sekarang. Namun setelah mendengar Lyn kembali ke Indonesia, ia sadar bahwa ia tak benar-benar move on dari cinta bertepuk sebelah tangannya itu.
Mungkin dirinya terdengar sangat bodoh, namun ia akan melalui semuanya dan menerima apa yang akan terjadi dengan kisah percintaannya.
***
Hari sudah sore, Rizky pulang dari kantor menuju ke rumahnya. Ia turun dari mobil mahalnya dengan cepat dan masuk ke rumahnya. Ia langsung mencari-cari sang istri, namun sang istri nampaknya belum pulang dari kantor.
Rizky segera bergegas menuju kamarnya dan mandi untuk membersihkan keringat di tubuhnya. Setelah mandi dan memakai pakaian untuk menutupi tubuhnya yang kekar itu, Rizky langsung menghantamkan tubuhnya ke kasur untuk berbaring dan merentangkan kedua tangannya serta melebarkan kedua kakinya.
Masih memikirkan hal yang sama dari tadi siang, Rizky mencoba memejamkan kedua matanya sesaat untuk menghilangkan pusingnya. Tak berselang lama, Selena pun pulang ke rumah dan menuju kamar mereka tanpa di ketahui sang suami.
Selena langsung masuk dan menaruh tasnya di atas meja, lalu mengambil ikat rambutnya dan mengikat rambutnya yang hitam panjang hingga memperlihatkan lehernya yang panjang dan indah.
"Oh, kamu udah pulang ya?" tanya Rizky yang berbasa-basi.
"Iya, aku mau mandi dulu. Makan malam nanti kita delivery aja, aku lelah hari ini" kata Selena yang sibuk mengeluarkan dan membereskan barang-barang di tasnya.
"O-oke.." Rizky langsung berjalan keluar dari kamar mereka dan menunggu sang istri di lantai bawah sambil memainkan hpnya.
Hampir 30 menit waktu berlalu, Selena belum keluar dari kamar. Rizky yang sudah lama menunggu akhirnya memutuskan untuk menghampiri sang istri di kamar. Rizky berjalan dan kemudian menaiki tangga menuju ke lantai dua. Sesampainya di depan kamar mereka, Rizky agak ragu untuk membuka pintu kamar. Sesekali ia mencoba untuk mengetuk pintu kamar namun ia terhenti dan tak bisa melakukannya. Entah apa yang membuatnya ragu untuk mengetuk pintu dan memanggil nama Selena.
Rizky hanya berdiam diri di depan pintu kamar selama beberapa menit. Saat ia sedang menghadap ke depan pintu, Selena tiba-tiba membuka pintu kamar dari dalam. Sontak Rizky terlihat kaget dan mundur beberapa langkah. Selena hanya melihat Rizky dengan wajah agak sedikit bingung.
"Kamu ngapain di situ?" tanya Selena.
"A-aku tadi mau masuk ke kamar, terus tiba-tiba kamu keluar" jawab Rizky.
"Oh..." Selena langsung pergi meninggalkan Rizky dan turun ke lantai bawah.
Rizky yang melihat Selena turun ke lantai bawah langsung mengikuti sang istri dari belakang dengan pelan.
Selena berjalan menuju dapur dan mengambil sebotol coca-cola dari dalam kulkas. Ia langsung membuka penutupnya kemudian meminumnya sambil berdiri di depan kulkas. Ia meminum Coca-cola tersebut dan menghabiskan hampir sepertiga dari botol Coca-cola yang berukuran besar itu dalam satu tegukan.
Setelah meminumnya, Selena kembali membuka kulkas tersebut dan mengambil satu bungkus biskuit. Ia kemudian berjalan menuju meja makan yang tak jauh darinya dan duduk sambil memakan biskuit tersebut.
Rizky kemudian menghampiri sang istri dan duduk di sampingnya. Selena yang menyadari Rizky sedang duduk di sampingnya langsung menyodorkan biskuit untuk sang suami. Rizky kemudian mengambil biskuit tersebut dan memakannya.
"Sel, soal yang tadi siang itu... aku masih terus memikirkannya" ujar Rizky.
"Yang tadi siang? kenapa emang?" balas Selena sambil mengunyah biskuit di dalam mulutnya.
"Aku..gak tau kalau kamu di ancam seperti itu..." kata Rizky sambil memandangi Selena yang sedang melihat ke depan.
"Gapapa, gak terlalu penting. Kamu gak usah terlalu memikirkan hal itu, toh nanti juga kita akan punya anak" balas Selena yang sibuk memakan biskuitnya.
Rizky yang mendengar hal itu langsung lega seakan beban di pundaknya terangkat.
"Lalu...apakah kamu membenciku?" tanya Rizky.
Selena yang mendengar pertanyaan dari sang suami langsung menghentikan mulutnya untuk mengunyah, ia langsung menoleh ke arah sang suami yang juga sedang memandang wajahnya.