
"Selena, kita sebelumnya pernah ketemu ya? aku kayanya pernah liat kamu, tapi gak tau dimana" tanya Lyn.
"Ha? kayanya gak pernah, aku rasa ini pertama kalinya kita bertemu" jawab Selena dengan jujur.
"Bukannya aku pernah kirim foto nikah Rizky dan Selena sama kamu, mungkin kamu ingat dari situ?" tambah Aldi.
"Hmm tapi kayanya bukan dari foto deh, gak tau ah lagian gak penting" kata Lyn.
Sehabis reuni bersama kedua sahabat lamanya dan juga Selena, Lyn langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi lalu bersiap untuk tidur. Karena cuaca agak dingin, Lyn memutuskan untuk mandi menggunakan air hangat.
Lyn membasahi seluruh tubuhnya menggunakan air hangat yang terpancar dari shower yang sedang ia genggam. Sambil membasahi tubuhnya, Lyn mencoba mengingat kembali apakah ia pernah bertemu dengan Selena sebelumnya? Lyn sangat yakin pernah bertemu dengan Selena saat ia sudah kembali dari Inggris, walau ia baru sekitar seminggu berada di Indonesia.
•
•
•
Hari ini tanggal 30 oktober 2019 yang merupakan hari ulang tahun Rizky, dengan hari ini berarti genap sudah usia Rizky yang ke-26 tahun. Tak ada perayaan mewah ataupun surprise ulang tahun untuk Rizky, hanya ucapan serta doa yang di berikan oleh orang-orang yang kenal dengannya. Karena semakin bertambah dewasa, perayaan seperti itu agak terkesan kurang sesuai.
Karena hari ini bukan merupakan hari libur kerja, Rizky dan Selena harus tetap pergi ke kantor untuk bekerja. Rencananya hari ini Rizky dan Selena akan pulang kantor bersama.
Setelah pulang dari kantor, Rizky pergi menjemput Selena yang menunggu di kantornya untuk pulang bersama. Sebelum pulang ke rumah, pasangan suami istri itu pergi menuju swalayan dan membeli bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat sebuah kue ulang tahun.
Sesampainya di rumah tanpa istirahat untuk menghilangkan penat karena bekerja seharian, pasangan suami istri itu langsung menuju dapur. Dengan memakai celemek untuk menghindari noda yang akan menempel di pakaian, Rizky dan Selena terlihat sangat kompak dan bersemangat untuk membuat kue.
"Ki, tolong ambil saringan di kabinet atas dong" pinta Selena yang sedang fokus mengukur takaran masing-masing bahan yang akan di gunakan.
"Dimana?" tanya Rizky.
"Di sini, di atas" Selena masih fokus dengan kerjaannya.
"Oh oke" Rizky pun segera mendekati kabinet tersebut yang letaknya tepat di atas Selena.
Rizky kemudian mengangkat tangannya untuk membuka kabinet dan mengambil sebuah saringan. Selena yang tadinya sibuk dengan bahan-bahan kue, tiba-tiba sadar jika sekarang posisi mereka terlalu dekat. Selena seketika langsung membeku dan jantungnya tiba-tiba beedebar, ia langsung menoleh pandangannya ke arah Rizky. Rizky yang sedang berusaha mengambil saringan terlihat biasa-biasa saja dan tak terlalu peduli.
"Yang ini kan?" tanya Rizky sambil mengangkat kedua alisnya.
"Iya" jawab Selena, ia langsung kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Lagian kenapa saringan kaya gini di taruh di kabinet atas? kan di bawah juga masih kosong" kata Rizky sambil menutup pintu kabinet dan menaruh saringan tersebut di samping Selena.
"........" Selena hanya diam dan fokus dengan pekerjaannya.
Dengan sebuah kue dan dua buah lilin berbentuk angka dua dan angka enam, mereka mengadakan perayaan kecil untuk ulang tahun Rizky. Ulang tahun ini sedikit berbeda dengan sebelumnya, bukan karena tak mewah melainkan karena ini merupakan perayaan ulang tahun pertama bagi Rizky setelah menikah dan mempunyai seorang istri.
Rizky memejamkan kedua matanya dan membuat sebuah permintaan di dalam hatinya.
"Ya tuhan, aku mohon semoga rumah tanggaku dengan Selena selalu harmonis dan bahagia" pinta Rizky.
"Ini! Hadiah buat kamu, sebenarnya aku bingung mau kasih apa buat kamu soalnya kamu udah punya semuanya hehe. Semoga kamu suka ya" Selena tersenyum.
"Kamu salah! aku masih belum punya semuanya, aku masih belum mendapatkan hati kamu dan juga aku masih belum punya anak" Rizky tersenyum dan mengangkat sebelah alisnya.
"Hhh mulai lagi, aku kan udah bilang...." Selena tak menyelesaikan kalimatnya karena di potong oleh Rizky.
"Ciuman? gimana kalau hanya ciuman? gak masalah kan?" Rizky memotong perkataan Selena.
Selena hanya diam, sekali lagi Rizky mengangkat kedua alisnya yang tandanya ia menginginkan jawaban iya dari Selena. Seketika Selena langsung memalingkan wajahnya dan agak menjauh dari sang suami.
"Maaf ya, Ki" ucap Selena dengan wajah yang serius.
Rizky merasa kecewa dan sedih, bukan karena Selena tak mengabulkan keinginannya melainkan karena Selena sampai sekarang belum bisa mencintainya. Sudah sangat lama ia berusaha dan sabar menunggu wanita tersebut untuk jatuh cinta padanya.
•
•
•
Lyn memutuskan untuk tinggal menetap di Indonesia artinya ia tak akan kembali ke Inggris lagi. Sudah hampir satu minggu lebih Lyn berada di Indonesia, namun ia masih menganggur dan memutuskan untuk mulai bekerja minggu depan. Walau Lyn merupakan anak dari pemilik Wijaya Group, namun bukan berarti ia akan menjadi pewaris selanjutnya dari Wijaya Group. Lyn memiliki seorang kakak laki-laki yang lebih dewasa dan berpengalaman darinya, tentu saja kakaknya lah yang akan menjadi pewaris Wijaya Group selanjutnya.
Lyn tak terlalu berambisi dengan harta atau pun kekuasaan, ia hanya menjalani kehidupan yang ia sukai. Karena minggu depan ia akan mulai bekerja di Wijaya Group, maka Lyn berencana untuk bersenang-senang sebelum ia berkutat dengan masalah perkantoran.
Seperti biasa, kebiasaan Lyn di pagi hari adalah berolahraga di dalam rumah. Dengan berbagai peralatan berolahraga, Lyn memulai aktivitas berolahraganya.
Pertama di mulai dengan pemanasan yang ringan hingga berakhir dengan pendinginan.
Setelah selesai berolahraga, Lyn duduk santai sambil menunggu keringat yang bercucuran di tubuhnya mengering.
"Aku ingin lagi makan roti Baguette" gumam Lyn.
"Hmm Baguette.... enak banget...." gumam Lyn.
"Ah aku ingat! Selena itu.... aku pernah ketemu dia di toko roti waktu itu! tapi dia sama seorang pria, dan mereka pacaran!!" Lyn sontak kaget sendiri.
Setelah mengingat kejadian itu, Lyn bergegas menuju kamarnya untuk mengambil hp. Ia langsung segera menelpon Aldi yang mungkin sekarang sedang bekerja di kantor.
"Halo? Aldi!" sapa Lyn.
"Iya kenapa?" tanya Aldi dengan bingung.
"Sepertinya kamu lagi di sibuk kerja, nanti malam aku ke rumah kamu ya? aku mau ngomong sesuatu" kata Lyn yang terdengar semangat.
"Ng? ru-rumah aku? malam? ah iya boleh" Aldi juga penasaran dengan apa yang akan di bicarakan Lyn yang nampak tak sabar untuk menemuinya itu.