
"Brengsek?" gumam Selena saat mendengar Rey menyebut Rizky brengsek.
"Rey, Aku gak bilang kamu bodoh. Manusia gak ada yang sempurna, sekali lagi aku minta maaf atas perbuatan Papaku" ucap Selena dengan tulus.
".........." Rey hanya diam dan tak membalas apa-apa, ia merasa bersalah atas perkataannya.
"Nanti saja bicaranya, aku tutup dulu teleponnya" Selena langsung menutup teleponnya tanpa mendengar balasan dari Rey.
Bu Yuna memiliki salon yang cukup terkenal di kota tersebut. Sebagai pemilik salon, beliau selalu mengkoordinasi segala kegiatan yang berjalan di salonnya.
Bu Yuna memakirkan mobil di garasi rumahnya, ia keluar dari mobilnya kemudian masuk ke dalam rumah.
Tentu saja sang suami sudah pulang dari kantor dan sedang menunggunya di dalam.
Bu Yuna yang melihat Pak Vicky sedang sibuk di depan laptop pun segera menghampiri sang suami. Beliau pun menaruh tas jinjingnya di atas meja dan duduk di samping Pak Vicky.
"Udah pulang ya, Ma?" basa-basi Pak Vicky.
"Iya" jawab Bu Yuna.
"Anak kita Selena, punya pacar" tak perlu menunggu lama, Pak Vicky langsung mengatakannya dengan tiba-tiba, tentu saja ia menunggu istrinya untuk mengatakan hal itu.
"Pacar? maksudnya gimana, Pa? Selena selingkuh?" Bu Yuna sontak kaget.
"Mama nanti tanya sendiri sama Selena, Papa udah malas bicara sama dia" kata Pak Vicky tanpa ekspresi.
"Papa tau darimana? lalu siapa pacar Selena?" Bu Yuna tak bisa mengontrol rasa penasarannya.
"Dia sendiri yang bilang kalau punya pacar, pokoknya Mama tanya langsung aja sama dia" jawab Pak Vicky tanpa menatap sang istri.
Perasaan sedih, takut, khawatir, dan marah bercampur menjadi satu di dalam hati Bu Yuna. Mengapa putrinya melakukan hal yang memalukan seperti itu? Bu Yuna masih tak percaya dengan perkataan sang suami. Namun di sisi lain, Pak Vicky sebagai Papanya Selena juga tak mungkin memberi informasi yang asal-asalan.
***
Tak pakai lama, esoknya Bu Yuna langsung mendatangi putri semata wayangnya untuk meminta penjelasan mengenai hal ini. Ketika matahari pagi masih bersinar, Bu Yuna pergi ke kantor untuk menemui Selena.
Dengan kecepatan tinggi, Bu Yuna berjalan menuju ruangan Selena. Bahkan suara sepatu hak tingginya pun terdengar sepanjang ia berjalan.
Setelah sampai di depan ruangan sang putri, beliau langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Selena yang sedang bekerja sambil menikmati kopi paginya terkejut atas kehadiran Mamanya. Apa gerangan hingga sang ibu datang menemuinya pagi-pagi begini? Selena pun bingung. Namun hal itu tak masalah baginya, ia sendiri pun merindukan Mamanya.
"Mama!" Terpampang senyum kebahagiaan di wajah Selena yang menyambut Mamanya.
"Mama mau bicara sebentar, Nak" ujar Bu Yuna dengan serius.
Selena dan Bu Yuna segera duduk di sofa, Selena penasaran apa yang akan di bicarakan Mamanya. Ia hanya menampilkan senyuman tipis di wajahnya.
"Kamu selingkuh, Sel?" tanya Bu Yuna tanpa basa-basi.
Selena yang mendengar pertanyaan Mamanya pun kaget dan sadar karena kemarin ia sendiri yang mengatakan bahwa ia diam-diam memiliki seorang kekasih.
"Mama.... itu pasti Papa yang bilang kan? Sebenarnya Selena bohong, Ma. Selena gak selingkuh, Selena cuma muak sama Papa yang terus-menerus menekan Selena" jawab Selena, ia terpaksa membohongi Mamanya sendiri.
"Kamu benar gak selingkuh kan? Jangan bikin malu ya Sel, Mama percaya sama kamu. Mama tau kamu terpaksa menikah, tapi Mama mohon untuk mencoba menerimanya. Mama khawatir dan juga marah saat mendengar kamu selingkuh, Mama yakin kamu akan bahagia dengan pernikahan kamu. Setiap hari Mama selalu mendoakan kamu sayang" kata Bu Yuna hingga mengeluarkan air mata, Selena yang melihat Mamanya pun luluh dan akhirnya pun ikut meneteskan beberapa air mata.
"Jangan terlalu berharap sama pernikahan ini, Ma. Selena memang orang jahat, maafkan Selena ya Ma" batin Selena.
"Mama yakin gak lama lagi kamu pasti jatuh cinta sama suami kamu. Kamu jangan terlalu ambil pusing sama Papamu. Walau Papa agak keras tapi dia sayang sama kamu, dia gak mungkin juga mau membuang kamu" kata Bu Yuna sambil mengelus kepala putrinya dan mencoba tersenyum.
Selena hanya diam dan tak membalas apa-apa, ia mengusap bekas air mata di
pipinya menggunakan punggung tangan kanannya.
•
•
•
Saat ini cuaca kurang mendukung, hujan gerimis dari pagi hingga siang belum juga reda. Namun hal itu tak menjadi penghalang bagi Rizky, Selena, Aldi, dan Lyn untuk bertemu.
Aldi yang sangat menantikan pertemuan ini sudah datang lebih awal, ia langsung memilih meja karena ia yang datang pertama. Aldi duduk dan melihat keluar sambil menggerak-gerakkan kaki yang merupakan kebiasaannya.
Tak berselang lama, Lyn datang dan menghampiri Aldi yang sedang berdiri melihatnya. Lyn yang cantik dengan rambut dan mata yang berwarna cokelat pun memeluk Aldi dengan bahagia. Sontak Aldi kaget dengan kelakuan Lyn, namun ia memakluminya karena mereka memang sudah lama tak bertemu.
"Wah Aldi kamu udah dewasa ya? udah berapa tahun ya kita gak ketemu? tujuh tahun kan?" kata Lyn dengan riang.
"Ah hahaha iya, sekitar begitu lah" balas Aldi.
Lyn langsung melepas pelukannya dan melihat Aldi dengan senyuman lebar di wajahnya.
"Emang di Inggris pelukan antara pria dan wanita itu umum ya? main peluk-peluk aja" canda Aldi, ia sebenarnya senang di peluk Lyn.
"Hehe emang kenapa? kita kan udah lama gak ketemu" balas Lyn.
Mereka berdua pun duduk dan saling mengobrol sambil menunggu Rizky dan Selena tiba.
Aldi dan Lyn memang sangat akrab sejak masih sekolah. Mereka sudah dua tahun menjadi teman sekelas, itu alasannya mengapa mereka sangat akrab. Aldi dan Lyn adalah anak yang ceria dan selalu semangat. Namun tetap saja menyapa dengan pelukan untuk sahabat yang beda jenis kelamin agak terasa berbeda, apalagi salah satu di antara mereka memiliki perasaan suka.
Beberapa menit kemudian, terlihat ada sebuah mobil berwarna hitam datang. Pintu mobil pun di buka dan nampak pasangan pria dan wanita keluar sambil berlari kecil agar tak terkena hujan. Ternyata pasangan tersebut adalah Rizky dan Selena, mereka berpegangan tangan dan berlari dengan hati-hati agar tak jatuh.
Rizky dan Selena hanya terkena beberapa tetes hujan namun itu tak jadi masalah karena mereka masih dalam kondisi kering. Mereka berdua pun masuk ke dalam dan menghampiri Aldi dan Lyn yang sedang melihat mereka dengan tersenyum lebar.
"Hai Rizky, lama gak ketemu" sapa Lyn dengan tersenyum lebar hingga memperlihatkan kawat giginya yang membuatnya terlihat manis.
"Iya, kenalkan ini istriku. Namanya Selena" Rizky memperkenalkan Selena dan mencoba untuk ramah kepada Lyn.
"Hai Selena, aku Lyn. Wah Rizky, istri kamu cantik banget ya hehe" Lyn dan Selena berjabat tangan sambil tersenyum ramah.
"Hehe Lyn juga cantik kok hehe" puji Selena.
"Wah Lyn ternyata cantik juga, kenapa Rizky gak tertarik ya sama dia?" batin Selena.
"Hai, aku Aldi! ayo cepat duduk lalu kita pesan makanan" kata Aldi yang masih duduk dari tadi, ia malas untuk menyambut pasangan suami istri itu karena mereka sudah sering bertemu.
Mereka pun duduk dan memesan makanan, setelah itu mereka mengobrol dengan santai. Aldi dan Lyn yang ceria membuat suasana tak cangung sehingga semua merasa nyaman untuk mengobrol.
"Aku kemarin-kemarin kayanya pernah liat Selena, dimana ya? hmm mungkin perasaan aku aja" batin Lyn.