I Still Love Her

I Still Love Her
Selena Cium Rizky



Rizky melihat Selena yang tidur bersama Doggy di sampingnya.


"Apa aku harus jadi Doggy supaya kamu bisa sayang sama aku, juga bisa di cium kamu, dan tidur bersama kamu? Dasar Doggy!! kenapa kamu menatapku? apa aku salah?" gumam Rizky dengan pelan sambil mengacak bulu Doggy.


Rizky pun kembali tidur di sofanya.


Malam berlalu dengan cepat, matahari mulai kembali memancarkan sinarnya.


Krringg...krringg...krringg...krrngg...


Alarm berdering sangat kuat, hal itu tentu saja membuat orang yang tidur segera bangun. Selena mematikan alarmnya dan segera bangun dari tempat tidurnya, begitupun Rizky ia juga langsung bangun ketika mendengar bunyi alarm.


Mereka langsung bersiap-siap untuk ke kantor. Selena membuat sarapan, sedangkan Rizky mandi duluan. Setelah Rizky dan Selena sudah rapi dan sudah sarapan, mereka pun pergi ke kantor masing-masing dengan mobil sendiri.


Tak terasa kini waktu menunjukkan pukul 11.10 siang. Selena berusaha fokus bekerja, namun ia masih saja kepikiran soal Aldi. Ia sangat takut jika Aldi mengetahui perselingkuhannya dengan Rey, ia lebih takut dengan mertua dan orang tuanya terutama ayahnya yang berwatak keras itu.


Karena perasaannya masih tidak tenang, ia langsung menghubungi Aldi.


"Halo Sel, ada apa?"tanya Aldi.


"Aldi.... kamu lagi di kantor? sekarang lagi sama Rizky ya?" jantung Selena berdetak kencang.


"Ha? nggak kok, aku nggak sama Rizky sekarang. Kamu mau bicara sama Rizky? dia gak angkat telepon?" balas Aldi.


"Eh nggak kok, aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Waktu itu....di daerah xxx, kamu kenapa bisa kenal aku? padahal aku pakai pakaian tertutup" tanya Selena.


"Oh itu aku juga gak tau kenapa bisa kenal kamu, lagian kamu kenapa pakai pakaian tertutup kaya gitu sih?" Aldi penasaran.


"Ha? i-itu... gara-gara aku takut kena sinar matahari hahaha, sedikit berlebihan ya? kamu tau kan kulit aku itu agak gelap? makanya aku harus menghindari sinar matahari apalagi waktu itu kan sinar mataharinya terik banget" jelas Selena.


"Oh iya betul, kamu telepon aku hanya karena penasaran kenapa aku bisa kenal kamu?" tanya Aldi.


"I-iya aku hanya penasaran, soalnya kamu hebat banget hahaha. Kamu pasti lagi sibuk, aku tutup teleponnya ya? Bye-bye" ujar Selena.


"iya bye" balas Aldi.


"Hmm Selena aneh banget, alasannya juga gak jelas. Cowok itu kan satu sekolah sama Selena, mungkin mereka akrab? tingkah Selena buat aku jadi tambah penasaran" batin Aldi.


Selena langsung kembali duduk di kursinya setelah menelpon Aldi.


"Aku kan cuma pakai masker sama topi, mungkin masih bisa di kenal kali ya? lain kali aku harus lebih hati-hati" batin Selena.


Terdengar pintu ruangan Selena bekerja di ketuk-ketuk, Selena pun mengizinkannya masuk.


"Iya silahkan masuk!!" seru Selena dengan keras.


Terlihat sang suami membuka pintu dan masuk, Selena kaget karena Rizky tiba-tiba berada di kantornya.


"Halo... istriku..." sapa Rizky dengan senyum lebar, ia menghampiri sang istri.


"Ki, kamu ngapain ke sini? kamu gak kerja?" tanya Selena dengan bingung, ia langsung berdiri dari kursinya.


"Aku rindu sama kamu hehe.." Rizky meletakkan makanannya dan langsung memeluk Selena dari depan.


"Rindu? terus kerjaan kamu gimana?" Selena langsung melepas pelukan Rizky.


"Hmm gapapa kan kalau di tinggal sebentar, lagian sebentar lagi jam makan siang. Aku boleh kan sering-sering datang ke sini di waktu begini" Rizky tersenyum.


"Oh iya boleh...." Selena langsung membereskan lembaran-lembaran kertas di mejanya.


"Aku bawa makanan untuk kita makan siang" Rizky kembali memeluk Selena dari belakang saat Selena sedang sibuk membereskan kertas-kertasnya, Selena hanya membiarkan Rizky memeluknya.


"Selesai jam makan siang kamu kembali ke kantor kan?" tanya Selena.


"Iya, Papaku bilang malam ini kita akan makan malam bersama, Papa sama Mama kamu juga ikut" kata Rizky.


"Memangnya malam ini kamu sibuk? kalau sibuk kita gak usah datang saja" kata Rizky.


"Nggak sibuk sih" balas Selena.


"Papaku pengen makan bulgogi, padahal dia harusnya jaga makan tapi sekali-sekali juga gapapa kan" kata Rizky.


"Oke, kita kapan makan siangnya? ini udah waktunya jam makan siang" kata Selena, ia langsung melepas pelukan sang suami.


"Kalau gitu kita makan dulu" kata Rizky.


Rizky dan Selena sudah selesai makan, sekarang jam makan siang sudah selesai bahkan sudah selesai dari tadi. Rizky pamit untuk kembali ke kantornya. Rizky membuka pintu untuk keluar namun ia berhenti karena Selena tiba-tiba berlari ke arahnya.


"Tunggu!!" kata Selena sambil berlari pelan, Rizky menoleh ke arah Selena. Tiba-tiba Selena mencium pipi Rizky hingga Membuat Rizky kaget, Selena langsung membuka pintu dan mendorong suaminya ke luar lalu menutup pintu kembali.


"Kenapa tiba-tiba dia mencium pipiku? apa semalam dia mendengarnya? hahaha" batin Rizky, ia segera kembali ke kantornya.


Setelah melakukan hal itu, Selena kembali bekerja seperti biasa. Ia sengaja mencium pipi Rizky agar Rizky bahagia dan bisa mempercayainya.


Hari sudah gelap, waktu menunjukkan pukul 19.35 malam. Makan malam dua keluarga tersebut masih sekitar 20 menit dari yang di tentukan. Rizky dan Selena sedang bersiap-siap ke restoran favorit Pak Surya untuk makan malam bersama.


Pasangan suami istri tersebut telah sampai di restoran yang mereka tuju, ternyata di sana para orang tua mereka sudah datang begitupun dengan Ilona adik perempuan Rizky.


"Ya ampun semua sudah datang, kita terlambat ya" bisik Selena dengan pelan kepada Rizky.


"Gapapa, kita terlambat 3 menit" bisik Rizky.


Mereka berdua langsung duduk.


"Kalian mau makan apa?" tanya Bu Yuri kepada Rizky dan Selena.


"Aku mau makan bulgogi juga" jawab Selena.


"Aku juga sama, pesan bulgogi aja" jawab Rizky.


"Oh oke, mungkin karena Papa ingin makan bulgogi makanya anak-anak juga mau makan bulgogi haha" balas Bu Yuri.


Sembari makan, mereka berbincang-bincang sederhana. Sekarang semua sudah selesai makan.


"Kalian rencana bulan madu di akhir tahun ya?" tanya Pak Vicky.


"Iya Pa, soalnya Rizky lagi sibuk buka cabang baru di kota ******, Selena juga sekarang lagi sibuk-sibuknya ngeluarin produk baru" jelas Rizky.


"Oh iya gapapa, memang lagi sibuk-sibuknya. Masih sekitar 4 bulan ya? lumayan lama" kata Pak Vicky.


"Gapapa, akhir tahun itu waktu yang pas" tambah Bu Yuna.


"Iya, itu gak terlalu jadi masalah" kata Pak Surya.


"Haha iya, Selena kamu harus berikan Papa seorang cucu kalau nggak kamu gak bisa jadi pemilik perusahaan Papa hahaha" kata Pak Vicky.


Semua orang yang mendengar hal itu agak kaget, namun mereka hanya tertawa dan menganggap itu hanya sebuah lelucon dari Pak Vicky yang ingin cepat memiliki seorang cucu dari anak semata wayangnya.


"Apa Papa serius? Papa pasti sengaja karena tau kalau aku belum benar-benar mencintai Rizky, Papa memang pintar" batin Selena, ia meremas tangannya dengan erat.


"Hahaha Papa bercanda, makanya kamu cepat berikan Papa seorang cucu. Umur Papa ini hampir setengah abad loh, Papa ingin lihat cucu Papa besar hahaha" kata Pak Vicky.


"Hahaha Pak Vicky memang betul, kita pasti ingin lihat cucu-cucu kita tumbuh dan berkembang. Makanya kalian jangan terlalu lama ya haha" tambah Bu Yuri.


"Hahaha.." semua tertawa termasuk Rizky dan juga Selena.


Selena mengerti bahwa itu sebenarnya bukan hanya lelucon Papanya.