
"......Gak, aku gak benci sama kamu. Kenapa kamu yang harus di benci? Kamu kan gak salah apa-apa, pernikahan kita memang sudah di atur sama orang tua kita kan?" jawab Selena.
"Kalau pernikahan kita? apa kamu membencinya?" tanya Rizky dengan wajah yang serius.
Kini mereka saling menatap, wajah mereka juga sangat dekat. Selena memperhatikan wajah serius Rizky dengan saksama tanpa berkedip sekalipun. Entah kenapa jantungnya berdetak kencang dan tak normal.
Deg..deg..deg..
Selena dapat merasakan jantungnya yang berdetak kencang, ia juga kaget mengapa jantungnya bisa berdetak kencang saat ini.
"Apa ini? kenapa jantungku begini? Apa wajahku memerah? aku gak pernah berdebar-debar seperti ini selama bersama Rizky. Apa gara-gara wajahnya? Gak, gak mungkin. Mungkin ini karena dia memberikan pertanyaan seperti itu, makanya aku gugup" pikir Selena.
"Kamu.. sudah pasti membencinya kan? Kenapa aku tanya ya kalau sudah jelas" kata Rizky, ia langsung memutuskan tatapan mereka berdua dan melihat ke depan.
"Ng? gak kok, aku gak benci pernikahan ini. Kan aku yang menyetujui pernikahan ini walau kamu mau menolaknya. Jadi jalani saja hehe" jawab Selena.
Rizky senang mendengar hal itu, ia langsung tersenyum dan memperlihatkan gigi putihnya serta mata sipitnya.
Rizky langsung memegang tangan kiri Selena dengan kedua tangannya dan menatap wajah cantik dan alami sang istri. Selena yang mengetahui itu langsung menoleh ke arah Rizky sambil mengunyah biskuit di mulutnya.
"Sel, tinggallah bersamaku dan jangan pernah pergi meninggalkan aku. Aku sangat mencintaimu" kata Rizky dengan tulus.
Kata-kata dari Rizky membuat jantung Selena kembali berdetak kencang.
"Tapi...suatu saat nanti, aku akan menjadi orang yang paling kamu benci" batin Selena.
"I-iya, jangan khawatir. Aku akan selalu bersamamu, tenang saja" balas Selena dengan menatap mata sang suami, ia berusaha agar tak terlihat gugup di depan sang suami. Rizky hanya tersenyum lebar mendengar balasan sang istri.
Setelah membalas perkataan sang suami, Selena langsung melepas pandangannya dari sang suami. Ia langsung menghindar dengan cara meneguk kembali coca-cola yang ada di depannya.
Sambil bertopang dagu, Rizky masih terus memandangi istrinya yang sedang meneguk coca-cola. Selena yang mengetahui sang suami terus memandanginya langsung salah tingkah, untung saja ia tidak tersedak saat minum Coca-cola tersebut.
Saat Rizky masih memandangi wajah sang istri, tiba-tiba terdengar bunyi telepon masuk di hp Rizky.
Selena yang mendengar bunyi telepon dari hp Rizky langsung lega karena akhirnya Rizky berhenti memandanginya.
Rizky langsung mengambil hp yang berada di saku celananya dan melihat siapa yang menelponnya.
Ternyata yang menelponnya adalah Aldi, sahabat baiknya. Entah mengapa ia menelponnya di saat-saat begini, Rizky segera mengangkat telepon dari sahabatnya itu dan menempelkan hp di telinganya.
"Halo? kenapa telepon?" tanya Rizky.
Selena melihat sang suami yang sedang berbicara di telepon. Ia memperhatikan wajah Rizky yang tampan itu saat Rizky sedang bertelepon di sampingnya. Wajah Rizky yang putih dan bersih, matanya yang agak sipit dan sangat lucu ketika ia tersenyum atau tertawa. Rizky sangat tampan, itu yang ada di pikirannya saat ini.
"Gimana? jadi gak hari minggu ini? Kamu udah tanya Selena?" tanya Aldi dengan bersemangat.
"Hhh aku pikir ada hal yang penting, ternyata cuma itu? kamu itu selalu mengganggu tau" jawab Rizky agak kesal.
"Ini juga penting tau, Lyn itu udah nanya dari tadi siang. Masa sampai sekarang belum ada jawabannya sih. Aku udah kasi nomor hp kamu sama dia, tapi dia mungkin malu mau telepon kamu makannya barusan dia telepon aku lagi" jelas Aldi.
"Hhh ya udah nanti aku tanya, tutup dulu ya?" balas Rizky.
"Eh eh tunggu dulu, kamu lagi sama Selena kan? kasih hp kamu buat Selena, nanti aku yang bicara biar cepat selesai urusannya" saran Aldi.
Selena yang sedikit mendengar pembicaraan mereka pun tau bahwa Aldi ingin berbicara dengannnya. Ia pun menganggukkan kepala saat Rizky menoleh ke arahnya yang artinya ia memperbolehkan Aldi berbicara dengannya. Rizky langsung memberikan hpnya kepada Selena.
"Oh hai Sel, kamu hari minggu ini sibuk gak?" tanya Aldi.
"Hm gak kok, kenapa emang?" Selena penasaran.
"Oh jadi gini, hari minggu ini kita mau ketemu teman SMA kita yang udah lama gak ketemu. Gimana kamu mau ikut gak? temen SMA kita perempuan kok" tanya Aldi.
"Teman SMA? terus kenapa aku harus ikut gabung sama kalian, aku gak enak ikut kalian" jawab Selena.
"Oh gapapa, ikut aja! si Rizky takut kamu gak suka kalau kita ketemu" balas Aldi.
"Gak suka kenapa? emangnya kenapa kalau kalian ketemu?" tanya Selena.
"Oh soalnya teman SMA kita ini dulunya suka sama Rizky, makanya si Rizky yang imut ini takut kamu marah hahaha. Padahal kamu biasa-biasa aja kan? dia aja yang berlebihan" jawab Aldi dengan percaya diri, ia tak tau bahwa Rizky yang sedang duduk di samping Selena masih bisa mendengar percakapannya.
"Hhh kenapa ungkit-ungkit soal itu sih, bikin aku malu aja" batin Rizky yang sedikit kesal.
"Ooh hahaha gapapa kok, kalian ketemu aja. Aku gak marah" balas Selena sambil melihat sang suami di sampingnya.
"Hahaha oke-oke, kamu juga ikut aja!, dia juga ingin ketemu sama kamu" seru Aldi.
"Ah iya-iya aku ikut" balas Selena.
"Oke, sampai ketemu 2 hari lagi" kata Aldi, ia langsung menutup telepon.
Selena langsung mengembalikan hp Rizky.
"Cinta lama ya? hahaha kamu populerjuga ya" kata Selena yang tertawa.
"Ng? gak kok, itu dia saja yang suka sama aku tapi aku gak. Kamu... gak marah kalau kita ketemu?" tanya Rizky.
"......Nggak kok, kenapa harus marah? dia pasti udah move on dari kamu, kan kita udah nikah. Emangnya temen kamu itu siapa?" tanya Selena.
"Oh itu...dia anak dari pemilik Wijaya Group" kata Rizky.
"Wah, berarti dia kaya juga ya haha tapi kamu populer di sekolah kan? sampai-sampai anak pemilik Wijaya Group ngejar-ngejar kamu. Aku masih gak percaya kamu gak populer di sekolah, udah ganteng, pintar terus kaya juga masa gak populer" goda Selena.
"Emang yang kaya gitu populer ya?" tanya Rizky, Selena pun mengangguk kepalanya.
"Yang kaya gitu pasti populer kalau di sekolah aku, mungkin kamu yang terlalu dingin sama anak-anak lain haha" kata Selena.
"Aku gak peduli yang kaya gitu, kalau tipe lelaki idaman kamu kaya gimana?" tanya Rizky.
"Emmm...... tinggi? pintar? ganteng? setia? pokoknya aku nyaman sama dia. Kenapa emang?" Selena tersenyum.
"Tinggi? pintar? ganteng? setia? apa kamu gak nyaman sama aku?" tanya Rizky
Selena kaget mendengar pertanyaan Rizky.
"Nggak kok, aku nyaman.... aku nyaman-nyaman aja" jawab Selena dengan ragu.
"Kalau gitu... aku masuk tipe lelaki idaman kamu kan?" Rizky mengangkat kedua alisnya.