
Keesokkan harinya, Radit mencari Daniella ke rumahnya.
"Hai, Beb," sapa Radit yang melihat Daniella sudah beraktifitas normal.
"Oi, Dit," balas Daniella.
"Lo masih mikirin Aldi?" tanya Radit memastikan.
"Dikit. Gue masih bingung aja. Tapi ya sudahlah," jawab Daniella.
"Kemarin Aldi nitip surat ke asisten rumah tangga gue. Dia pamit mau pergi. Entah kenapa dia, seumur-umur gue kenal sama dia, dia nggak pernah kayak gini," jelas Radit.
"Boleh gue baca nggak?" pinta Daniella.
"Hmm, boleh sih," jawab Radit sedikit bimbang karena isinya Aldi berkata bahwa dia suka sama Daniella.
"Beneran boleh? Ragu gitu kayaknya," Daniella membaca raut muka Radit.
"Boleh, nih," Radit menyodorkan surat itu, ia berpikir bahwa lebih baik Daniella mengetahui perasaan Aldi yang sebenarnya.
"Hmm," Daniella mengernyit membacanya, akhirnya ia tahu bahwa Aldi memang menyimpan perasaan kepadanya.
"Terus, lo tahu ke mana dia?" Daniella melanjutkan.
"Nggak, lo kan udah baca. Dia nggak bilang juga mau ke mana," jawab Radit.
"Oh," raut muka Daniella pun berubah.
"Lo kenapa?" tanya Radit.
"Nggak papa," jawab Daniella singkat.
Radit menduga jika sahabat barunya pun sudah menyimpan perasaan juga kepada sahabat lamanya. Tapi Radit tidak ingin terburu-buru, jika salah ia malah akan kehilangan keduanya.
***
Satu minggu kemudian, "Beb, gue harus pergi," kata Radit tiba-tiba.
"Ke mana?" tanya Daniella kaget.
"Ke Belanda. Tugas gue di sini udah kelar. Gue udah nyelesaiin studi gue. Jadi gue harus balik ke Belanda. Gue minta maaf, Beb, tapi gue janji gue akan selalu ngubungin elo," jelas Radit.
"Lo tega mau ninggalin gue sendirian?" Daniella tidak percaya.
"Apa boleh buat, Beb? Gue harus pergi," Radit tidak tega meninggalkannya.
"Selama ini gue udah ngerasa bahwa gue nggak sendiri setelah gue kenal sama lo, tapi...," Daniella tidak melanjutkan kalimatnya.
"Lo janji?" Daniella memastikan.
"Iya gue janji. Pegang kata-kata gue," Radit meyakinkannya.
"Oke," Daniella mengangguk.
***
Keesokkan harinya Daniella mengantar Radit ke bandara.
"Gue pamit, Beb," kata Radit.
"Iya, take care, Dit. Jangan lupain gue," Daniella memeluknya.
"Iya bawel," Radit membalas pelukan Daniella, kemudian berajak pergi.
***
Satu tahun berlalu, Daniella sibuk dengan kegiatannya di Indonesia. Ia sudah menjadi penulis, beberapa karyanya pun sudah terbit di berbagai majalah dan surat kabar.
Kini ia sendiri di negara ini, tanpa seorang Radit yang biasanya menemaninya setiap waktu. Namun ia masih enggan meninggalkan negaranya, walau kedua orang tuanya sudah berkali-kali memintanya untuk ikut ke negara ayahnya, Inggris.
*
Sedangkan Aldi belum juga memberikan kabar kepada Daniella di mana ia saat ini. Hanya saja ia sempat menitipkan surat untuk diserahkan kepada Daniella.
Daniella Stefanie...
Maafin gue jika gue pergi gitu aja. Gue nggak sanggup buat ketemu elo setelah lo tahu semua itu. Gue takut lo marah ke gue. Maafin gue, Dan.
Gue tahu lo sekarang pasti udah bahagia. Tapi yang sudah gue lakuin kemarin, semua itu gue nggak bohong. Gue jujur sama perasaan gue, kalau gue suka sama elo, Dan, gue sayang elo. Walau gue tahu, lo benci banget sama gue. Tapi perasaan gue nggak bisa dibohongi, bahwa kebencian lo ke gue malah buat gue jatuh cinta ke elo.
Sekali lagi maafin gue, Dan. Karena mungkin dengan hadirnya surat dari gue ini akan mengusik kebahagiaan elo. Maafin gue, Dan, gue nggak bisa hapus rasa sayang ini ke elo. Dari dulu, sekarang, hingga mungkin besok, gue akan selalu sayang sama lo, cinta sama lo.
Maafin kelancangan gue, Dan.
-- ALDI --
Hanya itu yang Daniella terima. Aldi tidak menyebutkan di mana ia saat ini. Hingga Daniella pun tidak tahu harus membalas surat itu ke mana. Namun di satu sisi, entah perasaan apa yang muncul, Daniella merindukan sosok Aldi. Ia pun justru lega mengetahui bahwa Aldi tidak mempermainkannya.
*
Di samping itu, Radit menepati janjinya untuk selalu ada buat Daniella. Walau terbatas jarak yang cukup jauh dan juga zona waktu yang berbeda, Radit tidak pernah berhenti menghubungi Daniella. Kapan pun Radit selalu ada buat Daniella ketika dibutuhkan, seperti janjinya dulu. Radit juga mengetahui perkembangan hubungan Daniella dan Aldi, karena sering kali Daniella berbagi cerita tentangnya.
***