I Hate you

I Hate you
You



"Bi, saya berangkat," teriak seorang gadis yang terlihat sedang terburu-buru.


"Lho, Non, sarapan dulu," jawab seorang yang dipanggil bibi itu.


"Nggak sempat, Bi, keburu telat, ada tugas yang belum selesai," lanjut sang gadis.


"Ya sudah, hati-hati, Non. Nanti jangan lupa sarapan kalau tugasnya sudah selesai," kata bibi kemudian.


"Makasih, Bi..," gadis itu berlalu pergi.


Daniella Stefanie adalah nama gadis itu. Di rumahnya, ia hidup berdua bersama asisten rumah tangganya, yang sudah dianggap keluarga sendiri. Kedua orang tuanya sibuk dengan urusan bisnisnya di luar negeri. Ayahnya yang notabene asli kelahiran Inggris membuat mereka sibuk dengan bisnis di negara itu. Ibunya asli Indonesia, tetapi ia memilih meninggalkan anak semata wayangnya demi urusan bisnis di negara suaminya.


Daniella, begitu sapaan akrabnya, adalah sosok gadis blasteran Inggris-Indonesia yang cantik tapi cuek dengan penampilannya. Ia tidak peduli dengan semua hal yang kurang penting menurutnya. Ia berpikir bahwa untuk apa ia peduli berlebih, lagi pula selama ini tidak ada yang peduli padanya, termasuk kedua orang tuanya.


Daniella adalah seorang mahasiswi semester 5 jurusan sastra Indonesia di sebuah universitas ternama di Indonesia.


***


Sesampainya di kampus Daniella sangat terburu-buru, hingga tiba-tiba "BRUAKK" Daniella bertabrakan dengan seseorang, dan jatuh ke lantai dengan keras.


"Aduh!!" rintih Daniella.


"Sorry, gue nggak sengaja," kata orang yang bertabrakan dengannya.


"Iya nggak papa," jawab Daniella sembari bangun dari lantai.


"Lo nggak papa?" tanya orang itu sambil membantu Daniella.


"Kagak. Thanks. Sorry gue buru-buru," jawab Daniella lalu bergegas pergi.


"Eh, Mbak!!" orang itu memanggilnya tapi Daniella tidak mendengarnya.


***


Setelah selesai jam kuliah, Daniella berniat bermain basket di lapangan indoor.


"Aduh!! Apaan ini?! Siapa yang berani lempar bola ke kepala gue?" teriak Daniella mendapati ada bola basket mengenai kepalanya, ketika ia baru selangkah masuk ke ruangan.


"Sorry gue nggak sengaja," kata seseorang panik.


"Kayaknya gue nggak asing sama suara ini," kata Daniella pada diri sendiri.


"Elo?! Astaga, sorry banget. Udah dua kali dalam sehari ini gue buat elo celaka," kata orang itu.


"Duh, sial banget gue. Jangan-jangan ntar gue ketemu elo lagi terus sial lagi," celetuk Daniella.


"Woy cepetan ambil bolanya, malah pacaran!!" teriak seseorang dari tengah lapangan.


"Ntar dulu, minta maaf dulu lah. Nggak nyadar kalau bola yang lo lempar tadi kena kepala orang?" kata orang yang bersama dengan Daniella.


"Gue kayak nggak asing sama suara itu," kata Daniella.


"Siapa? Aldi?" tanya orang itu.


"Oh jadi namanya Aldi," sahut Daniella.


"Emang ada apa dengan Aldi? Btw kita dua kali ketemu nggak sengaja belum tahu siapa namanya," lanjut orang itu.


"Gue, Daniella Stefanie. Biasa dipanggil Dani," jawab Daniella.


"Gue, Radit," kata orang itu.


"Hello... Mau main atau mau pacaran?" tiba-tiba orang yang bernama Aldi itu datang.


"Jadi bener suara tadi suara elo? Sial banget gue ketemu elo lagi," gerutu Daniella.


"Oh jadi bola yang gue lempar tadi kena kepala elo? Bagus deh," kata Aldi yang membuat Daniella kesal.


"Jadi elo yang tadi lempar bola? Sial!! Gue pergi dulu, ilang selera main gue," kata Daniella lantas pergi.


"Lho, Dan, mau ke mana?" teriak Radit.


"Pulang!!" teriak Daniel dari kejauhan.


"Emang sebenernya ada apa sih antara elo sama Dani?" tanya Radit kepada Aldi.


"Ya gitu deh," jawab Aldi singkat lalu kembali ke tengah lapangan.


* * *