I Hate you

I Hate you
You, Again



Singkat cerita, minggu lalu ketika Daniella dalam perjalanan dari bandara mengantar kedua orang tuanya, mobil Daniella tiba-tiba ditabrak dari belakang ketika ia berhenti di bahu jalan. Orang yang menabraknya tidak lain adalah Aldi. Saat itu Aldi sedang terburu-buru, jadi ia hanya sempat meminta maaf lalu pergi begitu saja. Itulah yang membuat Daniella kesal kepada Aldi, karena ia harus repot membawa mobilnya ke bengkel tanpa tanggung jawab dari Aldi.


***


"Pagi...," sapa Daniella kepada Radit yang bertemu di kantin kampus, keesokkan harinya.


"Eh, Dan.., pagi juga," sapa Radit kembali.


"Udah sarapan?" tanya Daniella.


"Belum, gue biasa sarapan dimari," jawab Radit.


"Yeah gue juga, kalau gitu sarapan yuk?" ajak Daniella.


"Ya, tapi bentar, gue lagi nunggu temen," jawab Radit.


"Oke, gue tunggu," ucap Daniella.


*


"Hai, Bro.., sorry gue telat," sesaat kemudian orang yang ditunggu Radit itu pun tiba.


"Bukannya biasa lo telat?" tukas Radit, tapi orang itu hanya tertawa kecil.


"Elo?!" celetuk Daniella setelah menyadari siapa yang datang.


"Elo lagi?!" tukas orang itu yang tidak lain adalah Aldi.


"Sial, ngapain gue pagi-pagi harus ketemu elo di sini, bikin selera makan gue ilang," celoteh Daniella.


"Lo pikir gue suka? Gue juga bete ketemu elo pagi-pagi gini, bikin nggak nafsu makan," Aldi membalas.


"Stop!! Gue lapar. Kalian mau makan atau mau berantem?" potong Radit kemudian.


Daniella dan Aldi pun berhenti beradu mulut, dengan terpaksa mereka pun harus makan bersama.


***


Siang harinya, "Aduh!! Apa sih ini?" Daniella kaget mendapati ada orang membuang sampah dari lantai di atasnya. Setelah ia lihat, ternyata adalah Aldi.


"Woii, maksud lo apa? Lo pikir gue tempat sampah?" teriak Daniella.


"Oops, sorry...," jawab Aldi singkat.


Daniella lalu bergegas menuju ke lantai di atasnya.


"Ada apa sih?" Radit menghampiri mereka.


"Nggak tahu nih, tiba-tiba datang ngajak berantem," jawab Aldi sambil melepaskan cengkeraman Daniella.


"Elo yang ngajak berantem!!" Daniella berlalu meninggalkan mereka.


"Ada apa sih, Al? Elo nggak ada ngalahnya sama cewek," Radit menggelengkan kepala.


"Haha... Sudahlah," Aldi meninggalkan Radit yang masih keheranan.


***


Setelah sore hari selepas kuliah, Daniella pun ingin segera kembali ke rumahnya. Terlalu banyak hal yang membuatnya penat hari ini. Sesaat setelah ia mulai menjalankan mobilnya, tiba-tiba "ciiitt...," Daniella menginjak rem mendadak melihat ada motor nyelonong di depannya.


"Woii, cari mati lo?" Daniella membuka kaca mobil.


"Sorry," kata orang itu sembari melepas helm.


"Bangke!! Aldi gila!! Mau lo apa?" Daniella keluar dari mobilnya.


"Gue kan udah minta maaf," kata Aldi datar.


"Maaf, maaf, enak banget lo ngomong maaf? Kalo lo tadi ketabrak gimana? Gue yang rugi, elo mah bodo amat mau mati juga. Tapi gue yang akan kena akibatnya, astaga!!" Daniella bersungut-sungut.


"Iye sorry," kata Aldi masih datar.


"Ada apa lagi sih?" Radit pun datang.


Aldi dan Radit adalah teman sejak masa kanak-kanak. Jadi tidak perlu ditanyakan lagi jika mereka akan terlihat selalu bersama.


"Entahlah!! Minggir lo!!" Daniella berlalu masuk ke mobil.


"Oke," Aldi tersenyum.


"Dih, ngapain tu anak senyum-senyum? Jijik gue ngelihatnya," gerutu Daniella lantas melaju dengan mobilnya.


"Kenapa lagi sih?" Radit bertanya kepada Aldi.


"Nggak papa, haha... Yuk pulang!" ajak Aldi.


"Ya udah," jawab Radit sembari membonceng Aldi.


***