I Hate you

I Hate you
17. si arogan



"owalahhh ternyata lagi liatin si kuman ama si toa toh."


"siapa juga yang lagi ngeliatin mereka, orang gue lagi ngeliatin tembok."bela Rubby menyangkal tuduhan Andi yang sebenarnya benar.


"ahh masa."ujar Rafa.


"kurang kerjaan banget, tembok di perhatiin kayak gak ada objek yang lain aja."sloroh Lutfi mengompori.


"bajay biasanya suka apa sih."


"suka ngless. ahahahhh"ucap Rafa, Lutfi, dan Andi serempak, di iringi tawa.


"diemm."sarkas Rubby dengan ekspresi wajah dingin.


"becanda doang elahh, sensi Amad bos."


sedangkan di meja pertama liha tengah mendongak ke meja pojok yang terakhir kala mendengar suara tertawa yang menurut nya tak asing alias familiar.


"ya ampun ci baru ngeh gue, ternyata sedari tadi ada kak Rubby ganteng beserta ajudan ajudan kampret nya."guar liha antusias.


"lah terus emang kenapa. kalau ada mereka."tanya cia dengan ekspresi wajah yang biasa biasa saja.


"yakan kalau gue tau ada kak rubby di sini, gue mau dandan dulu yang syantik biar kayak artis koreyahhhh. supaya di lirik gitu, tak apa walau pun sedikit yang penting gue udah di lirik sama kak rubby ganteng."sungut liha antusias sekali.


"buat apa wajah tampan kalau sikap nya buruk mah percuma."sloroh Cia tak setuju.


"ya ampun ci Lo tau nggak sih kalau dia tuh di mata gue ferfect banget, ya walaupun gue akui sih kalau kak rubby tu emang rada rada Sombong bin songong tapi kegantengan nya itu loh gak ngotak bangett. apa lagi pas abis main basket terus keringat nya bercucuran aaaa pokonya bikin gue pindah halauan."puji liha sambil mennyangga dagu dengan kedua tangannya, bahkan sesekali gadis itu menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya yang entah sedang membayangkan apa.


"biasa aja kali lih."jawab cia merotasi kan bola matanya karena merasa jengah.


"gak ini tuh gak bisa, biasa aja,"


"pulang aja yuk, udah ngantuk."ujar Cia menyela, seraya menguap tetapi beberapa saat kemudian kembali pokus lagi ke handphone nya.


"bentar lah Beb, gue belum puas curi curi pandang wajah pari purna nya kak Rubby. ya walaupun dari jauh si."jawab liha yang hanya di tanggapi putaran bola mata malas oleh Cia.


"iye deh klo gitu, skalian aku mau numpang WiFi dulu."sloroh liha membuka aplikasi yang biasanya ia pakai untuk nonton drama Asia.


"eh wait wait, apa apaan tuh si centil nyamperin Kak rubby."guar liha Tiba tiba.


sampai membuat Cia yang sedang menonton drama Korea pun terkejut ia melihat ke arah meja Rubby dkk yang memang benar bertambah personilnya karna ada Rara dkk.


"ya biarin aja sih, lih."jawab cia kembali pokus ke drama yang sedang di tonton nya.


sedangkan Rubby pria itu tengah kesal sekali karna kedatangan si centil rara yang selalu ngaku ngaku sebagai kekasihnya itu.


"by kok kesini gak bilang bilang sih ke aku, ini juga kalau gak di kasih tau sama Rafa mah, mana tau kalau ternyata kamu lagi disini."ujar Rara seraya menggeser posisi Lutfi yang tengah duduk di dekat Rubby.


sedangkan Rubby pria itu sedang menatap Rafa kesal.


"maaf rub, abis nya si inces maksa banget mau tau keberadaan Lo,"bela Rafa menghindari tatapan maut Rubby lalu kembali pokus ke handphone nya.


"geser,"pinta Rara yang di iya kan oleh Lutfi.


"apa sih yang ngga buat prinses Rara ahayy." guyon Lutfi beranjak dari kursi yang di duduki nya.


baru saja Rara mendudukan bokong nya Rubby sudah beranjak.


"gue cabut."pamit Rubby kepada tiga sobat nya sedangkan Rara dkk tidak termasuk.


"ih Rubby, kan aku baru datang masa udah mau pulang sih."sungut Rara dengan suara cempreng nya.


"ya gakpapa kali cess, masih ada kita kok."jawab Andi yang sedang pokus main game.


"iya yah, kita juga gak kalah ganteng kok sama Rubby, coba aja kali kali hati Lo pindah tambatan. ke gue gitu misalnya. pasti udah gue terima dengan senang hati."sloroh Lutfi dengan percaya diri.


"ayo gaess susulin pacar gue."


"hemm." gumam bela dan Sinta sedikit malas.


"ahahahaaa. syukurin di tinggalin kan loh."ucap liha dari kejauhan menyaksikan adegan laif ke aroganan Rubby.


"emang kak rubby tuh yang paling the best. pasti beruntung banget gue, kalau jadi pendamping nya dia."


sedangkan Cia Gadis itu merasa bodo amat dan cuek cuek saja, selagi tidak mengagu nya ya biarkan saja pikir cia.


"ci, pulang hayokk. kak rubby nya udah gak ada."ajak liha.


"bentar lih, episode lima nya belum ke unduh."tolak Cia merasa tanggung.


"nah done, yaudah kita pulang hayukk."lanjut Cia beranjak dari tempat.


sunyi, itulah aura yang di rasakan ketika sampai di rumah liha,


bagai mana tidak rumah seluas ini hanya di isi oleh liha dan bik inem pembantu di rumah keluarga sanjaya, sedangkan orang tua nya Liha jarang sekali berada di rumah karena menyelesaikan perkerjaan.


"udah pulang non. eh ada non Cia juga"sapa bik inem yang di balas senyuman oleh cia.


"ya kalau belum pulang mah kagak bakal kliatan batang hidungnya bik."jawab liha.


"iya juga ya. terus nona nona ini mau makan dulu tidak, biar bibik angetin makanan nya."tanya bik inem.


"gak usah bik, tadi kita udah makan. mau langsung ke kamar aja."tolak liha melangkah kaki jenjang nya menaiki tangga,


dan di ikuti oleh Cia, "kita ke atas yah bik."ucap Cia begitu ramah.


"eh, iya non."jawab bik inem seraya kembali melanjutkan perkerjaan nya.


"huhhhh."Cia membuang napas nya secara kasar kala memasuki kamar liha, ia melanjutkan langkahnya ke kamar mandi untuk bebersih sebelum tidur


"lih, bebersih dulu gih sebelum tidur."guar Cia kala mendapati sobat nya tengah rebahan santuy di ranjang.


"emm iya."gumam liha seraya beranjak.


sedangkan Cia Gadis itu merebah kan tubuh nya di ranjang king size milih liha, berlanjut membuka ponsel nya lalu melanjutkan kegiatan menonton drama nya.


karna drama yang di tonton nya bergenre komedi Cia sampai tertawa terbahak bahak membuat liha yang sedang berada di kamar mandi kaget setengah mati.


"kuntilanak."triak liha keluar dari kamar mandi, membuat Cia yang sedang menonton drama juga ikut ikutan kaget.


"mana kuntilanak nya."tanya cia panik.


"tadi aku denger suara ketawa ketawa di kamar mandi."ujar liha segara menaiki kasur lalau menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


"yang bener kamu lih."tanya cia merasa tak percaya.


"ihh beneran Cia tadi aku denger jelas banget."


"tapi kok aku gak denger ya."namun setelah beberapa detik kemudian Cia tersadar,


"lah bukannya yang tadi ketawa itu aku ya."


"hah maksudnya."tanya cia membuka lilitan selimut nya.


"iya."jawab cia menunjukkan drama yang sedang ditonton nya.


"lahaullaaaaa ciaaa, gue udah kaget setengah mati."Kesal liha tapi merasa lega karna ternyata di rumah nya tidak ada kuntilanak.


...seperti biasa yang baca mohon tinggalkan jejak hehe๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ...