I Hate you

I Hate you
Part 25



Happy reading🌹🌹🌹🌹


Malam harinya Steven gelisah ingin tau keadaan Zoya setelah ia tenggelam tadi sore ,jam di nakas sudah menunjukan pukul 02:05 pagi,Namun belom ada tanda tanda kantuk dimata steven.


Steven mengambil benda pipih yang ada di nakas hendak menelfon Zoya,Namun niat nya ter urung karena ia takut malah akan mengganggu tidur Zoya.


"Ahh telfon aja lah...dari pada gue mati penasaran" ucap steven lalu memencet tombol memanggil atas nama" Kesayangan Gue❤ "


"Hallo steve??" tanya zoya dari seberang sana.


"Emm..loe udah tidur?"


"Udah...emangnya ada apa ??"


"Enggak papa ...gue khawatir kejadian tadi sore" jawab steve gugup.


"Loe tenang aja gue gak papa kok"


"Eemm..syukur deh..Ehh..besok pagi loe berangkat bareng gue ya" ajak steven


"Emm...ok"


"Sampai ketemu besok cantik ku"


"Apa?? " potong Zoya.


"Engg...enggak zoy.. gak papa , udah ya gue udah ngantuk" jawab steven gugup dan langsung memutus panggilan telefonya.


"Iihhh gue kok bego banget sih" ucap steven sambil memukul mulutnya nya karena keceplosan.


Sementara dari seberang sana Zoya senyum senyum atas apa yang baru steven katakan.


************


"Ketika steven sampai dirumah zoya ternyata disana udah ada Bayu yang menunggu Zoya terlebih dahulu,Zoya segan menolak ajakan dari Bayu karena walau bagaimana pun jasa Bayu dan keluarganya sudah banyak menolong Zoya ,terlebih masalah ekonomi.


"Ini ngapain sih sicurut jemput Zoya,jadi rusak deh romantis gue" ucap steven pelan tapi masih dapat didengar.


Namun Bayu cuma menunduk atas apa yang steven katakan barusan.


"Ehh...nak steven..mau jemput Zoya juga?? tanya yuni melihat ke arah steven.


"Emm..ia tante"ucap steven sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Stev, maaf ya kali ini gue berangkat sama Bayu dulu ya" ucap Zoya segan.


"Ok..gue duluan ya..tante steven pergi dulu ya" ucap steven senyum ke arah Yuni namun tak memandang wajah Zoya dan pergi meninggalkan mereka.


Diperjalanan Zoya khawatir kalau steven akan marah padanya karena lebih memilih Bayu dari pada dia,Zoya cuma diam memandangi mobil yang lalu lalang dari balik kaca mobil Bayu,dan sepertinya Bayu juga tau perasaan Zoya kali ini,karena ekspresi Zoya yang gugup dan seperti rasa bersalah.


Ketika Zoya sudah sampai dikelas yang benar saja,steven sudah pindah ketempat duduk nya semula ,yaitu sebangku dengan putra,dan indri sudah balik ke bangku lamanya yaitu sebangku dengan Zoya.


"Eh loe berantem sama steven ya? ,soalnya dari tadi mukanya ketat banget kayak ****** baru" tanya indri penasaran.


"Engg...Enggak kok" ucap Zoya gugup.


Zoya melihat ke arah steven ,Namun steven malah buang muka sesaat setelah mereka saling memandang.


Zoya semakin takut gimana kalau steven gak akan mau berteman dengan nya lagi.


Dari awal masuk pelajaran pertama sampai pulang steven selalu menghindar dari Zoya setiap kali Zoya ingin menjelaskanya namun steven malah menghindar dan menjauh dari zoya.


"Oohh...Ini toh cewek miskin yang mengharap bisa jadi mantu keluarga CEO??" ucap Cleo ketika ia dan Zoya berpapasan dikoridor sewaktu ingin pulang sekolah.


"Ahhh???... Apah??? mantu CEO?? mimpi kaleeee..." balas indri.yang kemudian malah ditertawakan oleh Cleo dan antek anteknya.


"Apa maksud kalian?? gue gak ada apa apa sama steven,kita cuma temen gak lebih" bantah Zoya.


"Ia emang kalian belom jadian..tapi loe mengharap kan bisa jadian sama steven?? ucap Cleo yang mendekatkan wajahnya tepat ke wajah Zoya.


Zoya cuma diam atas perkataan Cleo barusan,karena dilawan pun sama aja malah akan menambah masalah.


"Loe kenapa diam??,loe mengharap kan jadian sama steven??" bentak Cleo.Yang membuat Zoya takut dan menundukkan wajahnya.


Ketika Cleo ingin melayangkan tangannya untuk menampar Zoya ,tangan nya langsung ditahan oleh steven sehingga Cleo gagal menampar pipi Zoya.


"Loe berani sekali lagi nyakitin Zoya gue gak akan segan segan ngasih pelajaran sama loe" ucap steven dan menghempaskan tangan Cleo.


Steven langsung menarik tangan Zoya dan hendak membawanya menjauh dari Cleo .


Steven membawa Zoya dengan sepeda motor sport nya dan melajukan nya dengan kecepatan diatas rata rata yang membuat Zoya takut dan memeluk steven semakin erat.


Sampai lah mereka di danau tepat dimana Zoya tenggelam kemaren, tapi kali ini steven hanya membawa Zoya duduk di bangku yang tepat mengarah ke danau sehingga mereka dapat melihat seisi danau yang lumayan luas .


"Stev..loe marah ya sama gue?" tanya Zoya gugup sambil melihat ke arah steven.


"Menurut loe?? " tanya steven namun tak sedikit pun memandang Zoya.


"Gue minta maaf ya,bukanya gue gak mau berangkat sama loe cuma gue gak enak aja sama Bayu" balas Zoya sambil menundukkan kepalanya.


"Emang kenapa sama bayu, loe suka kan sama si tompel itu !!?? " tanya steven penasaran namun masih tetap melihat kedepan .


Kemudian Zoya menceritakan semua jasa yang sudah diterima Zoya dan keluarganya semenjak Zoya masih kecil,apalagi semenjak Ayah Zoya sudah tiada.


Zoya menceritakan kejadian 11 tahun lalu dimana Ayahnya ditabrak, Namun pelakunya bukanya tanggung jawab malah mengatakan ayahnya lah yang salah, agar dia terhindar dari hukuman, namun sebenarnya disitu Zoya tau kalau ayahnya gak salah.


Semenjak dari itu semua kebutuhan Zoya dan putri semuanya dipenuhi keluarga Bayu,Zoya dan Bayu udah berteman dari mereka masih kecil, jadi Ayah Bayu sudah menaggap Zoya dan putri sebagai anak angkatnya.


Tanpa sadar dari tadi Zoya menceritakan kisahnya air matanya sudah membasahi pipinya.


Karena pernyataan dari Zoya akhirnya steven mengerti gimana keadaan zoya,steven langsung memeluk Zoya erat,dia merasa bersalah karena sudah mengungkit kejadian masa pahit Zoya dulu.


"Gue minta maaf ya " ucap steven lalu mencium kepala Zoya.


Zoya semakin membenamkan wajahnya di dada steven,dan semakin banyak air mata yang keluar sari sana.


Mata hari mulai meredupkan cahaya nya yang menandakan kalau sebentar lagi hari mulai gelap,Steven langsung mengantar Zoya pulang kerumahnya karena sebelum kesini Zoya belom permisi ke ibunya kalau dia keluar bersama steven.