I Found My Best Friend And Is Now My Lover

I Found My Best Friend And Is Now My Lover
Pertanyaan



Kamaya Nagita


aku sedang berada di dalam ruangan pasien bersama Geka aku menanyakan sesuatu padanya.


"tato itu tato di orang orang yang berantem denganmu"ucapku.


"memang ada apa dengan tato itu kan itu bisa buat memperlihatkan riasan mereka"ucap Geka.


"tolong jangan berbohong, tato itu ada lambang dari suatu organisasi kan"ucapku.


"apa yang membuktikan itu lambang organisasi"ucap Geka.


"empat tahun lalu aku pernah di kejar kejar oleh salah satu pemilik tato tersebut dan tidak sengaja aku membunuhnya"ucapku.


"mungkin itu hanya kebetulan"ucap Geka dengan nada yang tidak peduli dia memang tidak mau melibatkan seseorang dalam masalahnya itu membuat aku kelas aku berdiri dan mendekatinya.


"kau bodoh"ucapku sambil menamparnya.


aku pergi dari ruangan Geka dan di depan pintu aku bertemu dengan dua orang tersebut.


"apa yang terjadi"ucap Yota.


"hei tunggu Nagi"ucap Vian.


"jangan ikuti aku, aku hanya ingin bicara sama Reza dulu"ucapku menjauh dari mereka.


aku berjalan menuju ruang Reza dan saat aku membuka pintu dia sedang menonton tv dan memakan buah buahan.


"hei Reza"ucapku.


"oh hei kalau tidak salah Nagi kan"ucap Reza.


"iya,apa kau tidak merasa sakit?"tanyaku.


"iya butuh waktu tuk sembuh"ucap Reza.


"jadi ada apa kau datang ke sini "ucap Reza.


"sebenarnya apa yang terjadi sampai jadi begini"ucapku.


"biasa itu karena mereka ingin uang karena aku berasal dari keluarga kaya jadi kadang ada yang mengarahku"ucap Reza.


"tapi kalau begitu kenapa kau tidak lapor kekeluargaan mu"ucapku.


"sebenarnya aku sedang kabur dari mereka"ucap Reza.


"kenapa kau kabur"ucapku.


"sudah sudah aku tidak mau membahasnya"ucap Reza.


"kalau gitu maaf yah jika aku mengingatkan sesuatu"ucapku.


"iya tidak apa apa,dan terus kau datang hanya ingin menanyakan itu"ucap Reza.


"tidak aku juga ingin berkunjung,jadi kau mau apel"ucapku.


"tidak usah aku baru saja makan"ucap Reza.


"kenapa kau tertarik tentang identitas parah penjahat itu"ucap Reza.


"mungkin karena masa laluku aku dikejar kejar oleh orang yang sama menggunakan tato itu"ucapku.


"apa penyebab mereka ingin menangkapmu"ucap Reza.


"aku tidak tahu"ucapku.


"karena itu kau ingin tahu, yah mending tanya saja Geka"ucap Reza.


"tidak dia tidak kau sama saja"gumamku.


"apa"ucap Reza.


"tidak bukan apa apa, aku pergi dulu yah dah"ucapku.


"iya dah"ucap Reza.


setelah aku pergi Reza pun menelepon seseorang.


"hei ini aku Reza"ucap Reza.


"iya ada apa"ucap seseorang.


"apa kau tau Kamaya Nagita"ucap Reza.


"oh anak itu kalau tidak salah dia keluarga bangsawan ke 2"ucapnya.


"pantes dia jadi sasaran"gumam Reza.


"apa yang kau bilang, jadi kau melihat nya"ucapnya.


"yah memang kenapa"ucap Reza.


"aku ingin kau tuk melindunginya karena aku akan bermain game dengan Geka"ucapnya.


"iya iya dah aku tutup dulu"ucap Reza.


aku sudah sampai di rumah saat itu aku melihat sebuah paket paket itu berisi sebuah hp aku mengambilnya dan melihat lihat langsung ada suara telepon yang berdering.


"halo"ucapku.


"iya halo apa ini temannya Geka"ucapnya.


"iya memang kenapa"ucapku.


"bisa kah kau memberikan hp ini besok"ucapnya.


"yah tapi kau siapa"ucapku.


"aku kakaknya aku hanya ingin bermain game samanya"ucapnya.


"oh iya baik akan aku kasihkan"ucapku.


"kalau gitu aku tutup dulu sampai jumpa"ucapnya.


keesokan harinya.


aku berangkat ke sekolah kaya biasanya.


"pagi Vina"ucapku.


"pagi"ucap Vina.


"dimana Yota"ucapku.


"dia belum datang, soal kemarin kenapa kau marah"ucap Vina.


"tidak itu hanya ada salah paham"ucapku.


"hm benarkah"ucap Vina.


"iya bener"ucapku.


datang lah Yota ke sekolah dan kami berbicara sampai masuk jam pelajaran selama itu aku bercanda dan belajar sampai waktu pulang sekolah tiba.


"yah aku pulang duluan"ucap Vina.


"yah samapai jumpa"ucapku Vina pun sudah pergi jauh tinggal aku dan Yota kami berdua berniat ke rumah sakit.


"hei Yota kau ingin melihat Geka"ucapku.


"kau sendiri"ucap Yota.


"aku ada urusan sama Geka, dan jawab pertanyaan ku"ucapku.


"iya aku mau ke Geka karena ada informasi yang penting sama dia"ucapku.


"informasi apa"ucapku.


"informasi bahwa kekasihnya akan datang"ucap Yota. aku sempat berpikir siapa kekasihnya pada hal yang dimaksud aku.


"siapa kekasihnya"ucapku.


"kau,haha aku bercanda"ucap Yota.


"eh kau sekarang jadi sama seperti Vina"ucapku.


"aku sama anak pemarah itu tidak beda"ucap Yota.


"terserah kau nanti aku kasih tau Vina gimana"ucapku.


"ei jangan jangan itu cuma bercanda"ucap Yota.


aku tertawa saat melihat ekspresi Yota kenapa dia begitu takut seperti tuannya saja.


akhirnya kami sampai di rumah sakit aku dan Yota pergi ke ruang Geka.


"hei Geka kau sedang apa"ucap Yota.


"kau tahu kan keseharianku gimana di rumah sakit"ucap Geka.


"iya aku tau makan dan tidur kan"ucap Yota.


"ei tuan putri ada barang buatmu"ucap Yota memanggilku.


"sudah aku bilang berhenti bercanda Yota"ucapku.


"jadi ada apa dan maaf soal kemarin"ucap Geka.


"yah aku maafkan dan ini dari kakakmu"ucapku.


"apa yang kau bilang tadi"ucap Geka dengan ekspresi serius.


"ini sebuah hp dari kakakmu"ucapku.


"apa kau sempat berbicara dengan nya"ucap Yota.


"iya memang kalian kenapa sih"ucapku heran melihat ekspresi wajah mereka.


"tidak bukan apa apa dia hanya kadang datang"ucap Geka.


"hei aku lapar bisa kalian belikan makanan untukku"ucap Geka.


"yah kalau gitu ayo kita pergi Nagi"ucap Yota.


"tidak aku disini saja"ucapku.


"tidak kau harus ikut ayo"ucap Yota menarikku.


"iya iya kalau kau memaksa"ucapku.


kami pergi ke koperasi rumah sakit tuk membeli makanan aku melihat Reza sedang berkeliling.


"hei Reza kau mau kemana"ucapku.


"aku cuma ingin menghirup udara segar"ucap Reza.


"kau sedang apa"ucap Reza.


"aku hanya menunggu Yota beli makanan"ucapku.


"untuk siapa"ucap Reza.


"Geka dia sedang lapar jadi suruh Yota dan Yota mengajak aku tuk ikut"ucapku.


"hei ayo kita pergi"ucap Yota.


"kalau gitu aku pergi dulu yah Reza"ucapku.


"iya dah"ucap Reza.


kami pun kembali ke kamar Geka aku melihat Geka seperti dia habis marah akan sesuatu.


Bersambung.