I Found My Best Friend And Is Now My Lover

I Found My Best Friend And Is Now My Lover
Seorang yang sepesial



Kamaya Nagita.


"Oh ini dari kakakmu"ucapku.


"Tolong berikan Hp itu dulu"ucap Geka.


"Ha iya"ucapku, aku tau dia pasti benci pada kakaknya aku masih ingat wajahnya mirip dengannya.


"Kalau gitu aku mau bicara sebentar"ucap Geka pergi meninggalkan ku.


"Hm sekarang mending aku jalan jalan atau diam di sini menunggu Geka"ucapku.


aku melihat lihat sambil menunggu dan pada akhirnya aku jalan jalan mengelilingi rumah sakit dan ketemu dengan Reza.


"Reza"ucapku.


"Ah kau, kenapa ada di sini?"tanya Reza.


"Aku hanya menemani Geka melihat ibunya"ucapku.


"Kalau kau sedang apa?"tanyaku.


"Kalau aku hanya menjenguk teman ko"ucap Reza.


"Kalau gitu dia sakit apa dan aku ingin berkenalan sama dia kalau bisa"ucapku.


"Tidak jangan"ucap Reza.


"Eh kenapa?"tanyaku.


"Ah dia lagi tidur jadi kita mending jangan mengganggunya"ucap Reza.


"Baiklah kalau gitu kita mau kemana"ucapku.


"Kenapa kau tidak pergi ke Geka saja"ucap Reza.


"Entahlah dia sedang sibuk dan aku juga bosan kalau sendiri"ucapku.


"Kalau gitu kita pergi mencari Bunga"ucap Reza.


"Untuk siapa kau ingin mencari Bunga"ucapku.


"Sudah ku bilang temanku yang sakit"ucap Reza.


"Baik ayo kita pergi"ucapku.


"Tunggu kau tidak bilang pada Geka dulu"ucap Reza.


"Tinggal aku chat saja, ayo kita pergi"ucapku.


"Ok kalau gitu"ucap Reza.


Kami pergi mencari Bunga saat aku ingin beli bunga ternyata yang menjaga toko bunga itu Vina.


"Hei Vina"ucapku.


"Oh hei Nagi"ucap Vina.


"Kau kerja di sini!"tanyaku.


"Iya karena ibuku pemilik toko bunga ini jadi mau tidak mau aku harus berkerja di sini"ucap Vina.


"Kau jarang jarang nih pergi sama Reza"ucap Vina.


"Ah iya soalnya aku hanya mengantar Reza saja"ucapku.


"Bukannya kau yang ingin ikut"ucap Reza.


"Iya iya"ucapku.


"Hei Vina aku mau beli bunga yang seperti biasa"ucap Reza.


"Apa kau sudah tau Vina berkerja di sini"ucapku.


"Iya sebelum aku pindah ke sekolah aku sudah mengetahuinya tapi saat itu kami belum berteman"ucap Reza.


"Oh Jadi seperti itu"ucapku.


"Ini bunganya"ucap Vina.


Setelah kami beli bunga kami pergi lagi ke rumah sakit.


"Oh iya Reza aku lupa bilang terimakasih"ucap ku.


"Buat apa"ucap Reza.


"kerena kejadian itu kau juga membantu Geka"ucapku.


"Ah kejadian itu, tidak apa lagi pula kita ini teman"ucap Reza.


"Yah kita akan saling melindungi"ucapku.


Tidak lama datang Geka memegang tanganku.


"Hei bodi kau kemana saja"ucap Geka.


"Mana bahkan chat saja tidak ada"ucap Geka, eh chat pun gak ada berarti aku lupa.


"Hahaha maaf aku lupa chat kamu"ucapku dan Geka pun menyentil dahiku.


"Kau tau aku khawatir kalau terjadi lagi gimana apa yang akan aku katakan kepada orangtuamu"ucap Geka.


"Iya iya maaf"ucapku tapi Geka terus saja mengomel dan Reza tertawa.


"Kalian mesra sekali yah, apa kalian pacaran"ucap Reza.


"Eh tidak ko!"ucapku.


"Kami hanya sekedar sahabat saja"ucap Geka tapi entah kenapa aku setiap mendengar sekedar sahabat seperti aku merasa kecewa.


"Yah kau gitu aku pergi dulu"ucap Reza.


"Ah iya"ucapku.


Setelah itu aku pergi bersama Geka dan masuk ke ruang pasien yaitu ibunya Geka aku melihat dia sedang tertidur dan Geka terus memegang tangannya.


"Aku harap kau cepat bangun dan Sembuh seperti dulu"ucap Geka dia terus memperhatikan ibunya.


aku melihat lihat sekitar sampai aku melihat sebuah foto yang membuatku kehilangan semangatku.


"Ah Geka boleh aku keluar dulu"ucapku.


"Ah iya silahkan"ucap Geka.


aku pergi untuk menghilangkan pikiran dan kenapa ada foto dia disana.


"ibu maafkan aku!"ucapku ibu tetap menyiksaku sampai aku menangis selama semalam dan di pagi harinya ayahku datang.


dia memelukku dan bilang maafkan aku karena aku kau begini tapi aku berpikir ini bukan salah ayah ini hanya salah wanita itu wanita gila itu.


"Kenapa aku masih belum bisa menghilangkan rasa takut sama rasa dendam ini"ucapku.


"Padahal aku sudah dewasa dan banyak teman teman yang baik padaku"ucapku.


Aku berkeliling lagi dan tidak mau mengingatkannya tapi kenapa ibu Geka kenal dengan ibuku entahlah aku harus kembali.


Saat aku kembali dan aku melihat ibu Geka sudah bangun.


"Ah siapa dia Geka"ucap ibunya.


"Dia adalah sahabatku yang sering aku ceritakan"ucap Geka.


"Tapi bukanya dia seorang laki laki"ucap ibunya.


"Ah itu karena Geka salah kira Geka dia laki laki"ucap Geka.


"Tapi dia cantik"ucap ibunya.


"Ah terimakasih"ucapku.


"Yang harusnya terimakasih aku karena kau telah membuat anakku menjadi ceria seperti sekarang"ucap ibu Geka.


"sama sama Tante"ucapku.


"Hei Geka kalau ibu setuju"ucap ibunya sambil memegang tangan Geka.


"Eh apa"ucap Geka.


"Kami hanya sahabatko tidak ada hubungannya sepesial sama sekali"ucap Geka dan aku pun tertawa.


"Setelah aku perhatikan kau mirip seperti dia"ucap ibu Geka.


"Siapa dia?"Tanya Geka.


"Teman ibu dia juga sama seperti ibu tapi dia memiliki penyakit yang sangat parah"ucap ibu Geka.


"aku memang anaknya"ucapku aku tidak mau terus lari.


"pantas saja mirip"ucap ibu Geka.


"nak namamu siapa aku lupa menanyakan ya"ucap ibu Geka.


"Namaku Kamaya Nagita"ucapku.


"Nagita ada pesan untukmu ini aku sampaikan dari ibumu dia bilang maaf untuk segalanya maaf karena aku kau jadi tersakiti karena aku kau tersiksa"ucap ibunya Geka.


Setelah aku mendengar itu aku pergi dari ruangan itu aku merasa kesal dan sedih karena aku merasa kenapa harus orangtuaku yang terkena penyakit itu dan tidak lama Geka datang dan memelukku.


"kenapa kenapa dunia ini tidak adil!"ucapku.


"Aku tau ini berat tapi kau jangan menyerah"ucap Geka.


"Walau aku tidak menyerah tetap saja pasti selalu ada rasa sakit hati ini"ucapku.


"Aku tau karena itu aku akan selau di samping mu dan terus membuatmu bahagia jika kau sedih aku akan ada untuk membuatmu bahagia jika kau merasa kesal keluarkan saja aku pasti akan membantumu"ucap Geka.


Aku menangis di pelukan Geka aku merasa tenang dekatnya aku merasa dia sebuah guling yang sangat lembut dari kata katanya sikapnya dan wajahnya aku suka aku rasa semakin lama aku tidak akan menganggap mu sebagai sahabat melainkan aku malah mencintaimu kau orang yang membuat ku merasa dunia ini telah memberikan hadiah padaku yaitu bertemunya dengan mu Geka.