
Yasawa Geka.
"Sekarang dia sudah tertangkap"ucap Yota.
"Kau baik baik saja Geka"ucap Nagi.
"Di mana Reza kenapa dia tidak ke sini"ucapku.
"Apa dia tau kita di sini"ucap Nagi.
"Yah dia yang membereskan yang di luar"ucapku.
"Kalau gitu sekarang dia dimana"ucap Yota.
"Yah makannya itu aku juga bingung"ucapku.
"Tapi mumpung ada orang yang berguna di sini"ucapku sambil melihat ke arah Guro.
"Kenapa kau melihatku, kau ingin tau tentang dia"ucap Guro.
"Yah aku ingin tau dimana dia"ucapku.
"Entahlah lah"ucap Guro,setelah aku mendengar itu aku langsung memukul wajah nya.
"Ah sakit juga"ucap Guro.
"Sekarang bilang dimana dia"ucapku, dia masih saja mengoceh hal hal yang membantah pernyataan ku, aku memukulinya sampai aku di hentikan sama Nagi.
"Sudah cukup"ucap Nagi.
"Aku masih belum dapat jawabannya!"ucapku kesal.
"Untuk apa kau tanya padanya selagi orangnya di sini"ucap Arga.
"Suara itu"ucapku sambil melihat ke orang yang berbicara tadi.
"Kau adalah Arga"ucapku.
"Hei hei jangan panggil kakakmu dengan nama depan dong"ucap Arga.
"Apa dia yang selama ini dia cari"ucap Nagi bertanya kepada Yota.
"Iya dia lah yang paling membuat Geka marah"ucap Yota.
"dasar bereng*ek!"ucapku marah.
Aku menyerangnya dengan pukulan dia menangkap pukulan dan mendorong ku.
"Hei sudah lah kau ini begitu nafsu sekali"ucap Arga.
"diam kau"ucapku.
"ET jangan bergerak"ucap Arga menodongkan senjatanya dan di ikuti ke dua orang yang di belakangnya.
"Apa kalian sudah melakukan yang aku suruh"ucap Arga.
"Sudah tuan"ucap mereka berdua.
"Bagus lah, dan kalian akan mendapatkan hadiah sekarang"ucap Arga.
"Terimakasih tuan kami sangat terhormat"ucap mereka
"Baguslah kalau begitu,hadiah kalian ada diantarkan ke tempat kematian"ucap Arga sambil menembak mereka berdua.
"Ah sudah ku tebak kau akan membunuhku kan"ucap Guro.
"Yah benar karena ada saksi mata maka aku harus membunuhnya"ucap Arga.
"Dasar iblis kau membunuh rekanmu sendiri"ucap Nagi.
"Kau boleh panggil aku kaya begitu tapi lihat sisi baiknya mereka tidak akan berbuat hal buruk lagi kan"ucap Arga.
"Jadi kau ingin membunuh Guro dan pergi meninggalkan kami hidup"ucap Geka.
"Entahlah itu juga kalau kau bisa selamat"ucap Arga.
"Untuk sekarang kalian diam saja"ucap Arga.
sambil mundur perlahan dan dia menekan tombol dan datang lah sebuah helikopter.
"Ah aku sudah di panggil untuk pergi, selamat tinggal adikku"ucap Arga.
"sial"ucapku kesal aku hanya bisa diam dan tidak bisa apa apa tapi bukannya dia ingin membunuh Guro kenapa dia pergi.
Dan api mulai muncul di gudang tersebut.
"Sial apa apaan ini"ucapku.
"Sudah ayo kita cari jalan keluar"ucap Yota.
"Lihat jalan belakang Yota"ucapku aku harap jalan belakang tidak tertutup seperti jalan depan.
"Tidak bisa kita lewati"ucap Yota.
"Jadi bagaimana ini"ucap Nagi.
Aku berpikir dan mencari jalan dan sampai aku melihat ada sebuah gentong berisi bensin dan kenapa itu di taruh di tengah, sudah jangan pedulikan aku harus dorong gentong itu kearah tembok itu jadi jika terbakar akan meledak dan membuat lubang supaya kita bisa keluar.
"Hei Nagi Yota bantu aku"ucapku sambil menjatuhkan gentong itu dan kamipun mendorongnya.
Kami semua keluar dan berhasil selamat tapi aku sempat berpikir kembali tapi semua itu sudah tidak bisa lagi karena tampar itu sudah habis meledak.
DI SUATU TEMPAT.
"Wah indah sekali yah ledakan ini"ucap Arga.
"Kau masih menyimpan bom di tempat itu kan jika tidak saat adikmu keluar dia bisa kembali lagi tapi kau meledaknya supaya adikmu tidak kembali"ucap asisten.
"Yah kau tau itu diriku, aku masih mau main dengannya lagi pula dia juga bisa mengalahkan sampah itu"ucap Arga.
"Sial aku tidak bisa mendapatkan info apapun tentangnya.
"Hei kalian baik baik saja kan"ucap Reza.
dengan luka luka di badannya.
"Kenapa kau bisa begini"ucapku.
"Tidak aku hanya baru beres menyelesaikan orang orang itu"ucap Reza.
"Kalau begitu istirahatlah"ucap Nagi.
dan tidak lama polisi datang.
"Ada apa ini"ucap Ayah Yota.
"Kau baik baik saja kak Geka kak Yota dan kak Nagi"ucap Yuna.
"Terimakasih Geka karena telah selamatkan kami"ucap Nagi.
"Mereka ada mafia itu kapten"ucap seorang anggota polisi.
"Ayo bawa dia ke kantor"ucap Ayah Yota.
"Maaf kita tidak bisa membawanya"ucapnya.
"Apa maksudnya"ucap Ayah Yota.
"Mereka sudah mati"ucap polisi tersebut
"Apa apa yang menyebabkan mereka mati"ucap Ayah Yota.
"kapten ada panggilan"ucap salah satu anggota polisi.
"Yah halo"ucap Ayah Yota.
"Ada sebuah kasus aneh Meraka yang kita penjara tiba tiba mati"ucapnya.
"Apa apaan ini"ucap ayah Yota.
"Yah semua sampah sudah selesai"ucap Arga.
"Tapi kau masih berguna mata mataku Reza"ucap Arga.
!KEJADIAN SAAT REZA MENDAPAT TELPON!
"Halo"ucap Reza.
"Oh Reza aku minta tolong sebentar"ucap Arga.
Reza langsung berbalik karena suaranya begitu dekat.
"Kenapa kau ada disini"ucap Reza.
"Kenapa kau terkejut sih aku hanya orang yang membutuhkan bantuan"ucap Arga.
"Apa yang kau inginkan"ucap Reza.
"Kau tau aku berencana untuk membersihkan sampah dulu tapi tidak seru jika aku hanya melihat dari orang saja lebih baik datang sendiri"ucap Arga.
"Dan aku hanya butuh satu permintaan, yaituh bakar tempat ini dan pura pura lah kau seperti di pukuli"ucap Arga.
"Dah hanya itu dan sekarang mohon bantuannya anak anak"ucap Arga.
Reza membantu menyebarkan bensin dan setelah itu Reza di pukuli karena ini adalah sandiwara dan harus di pukul dengan asli supaya tidak ketawan dia juga sampai berdarah darah.
"Yah aku masih ingat kalau ini bukan pertama kalinya"ucap Reza.
"Kira kira berapa lagi yang harus aku bohong"ucap Reza.
"Ini saatnya, Halo Vina ini saatnya kau panggil polisi"ucap Reza.
"Kenapa dengan kau suaramu seperti sedang kesakitan"ucap Vina.
"Sudah tidak ada waktu aku harus pergi lagi"ucap Reza.
"Baiklah"ucap Vina sambil menutup teleponnya.
"Meraka berjuang tapi aku malah diam dan tidak berguna"ucap Vina.
Reza pergi tuk membakar gudang tersebut setelah terbakar Reza bersembunyi menunggu mereka keluar.
"Yah maaf kan aku yah Geka tapi ini juga aku lakukan demi Keluarga kita"ucap Reza.
"Aku mungkin orang hina tapi dia tidak dia adalah yang membuatku mengerti rasa menjaga"ucap Reza.
Bersambung