I Found My Best Friend And Is Now My Lover

I Found My Best Friend And Is Now My Lover
Kekacauan



Yasawa Geka


"hei ikut aku Yota"ucapku.


"kenapa aku juga di bawa"ucap Yota.


"dah ikut saja"ucapku.


setelah kami keluar dari ruang UKS aku membicarakan sesuatu bersama Yota.


"jadi ada apa Geka?"tanya Yota.


"kau tahu kejadian saat itu aku rasa sudah dua hari tidak ada petunjuk dari dia"ucapku.


"entahlah tapi soal mayat yang mati waktu itu dia hanya anak buah mafia Gezero"ucap Yota.


"Gezero adalah mafia yang susah kita temukan dan lagi rumor tentang kasus itu sudah tiga tahun belum ada yang menemukan siapa dan dimana mereka berkumpul"ucap Yota.


"aku sudah tau itu yang aku ingin tau kenapa orang itu masuk ke kelompok mafia tersebut"ucapku.


"entahlah, oh yah kau menginginkan aku mencoba membobol hp itu kan"ucap Yota.


"yah apa ada perkembangan?"tanyaku.


"belum susah tuk kalahkan kode keamanan nya hp itu seperti di buat untuk mengirim surat doang"ucap Yota.


"apa maksudmu?"ucap Yota.


"kau juga tau kan ucap dia tentang hp itu"ucap Yota.


"dia menyuruhku tuk mengumpulkan hp yang dia kirim padaku"ucapku.


"mungkin itu petunjuknya, oh yah sekarang kita masuk kelas saja dulu, ayok!"ucap Yota.


setelah kami pulang sekolah aku pulang ke rumah dan saat itu juga aku mendengar suara telepon yang aku dapat dari kejadian kakakku.


"apa mungkin dia menelepon"ucapku, aku pun mengambil hp tersebut.


"halo halo, apa kau di sana"ucapnya.


"iya jadi apa yang kau inginkan"ucapku.


"tidak ada tapi aku hanya akan memberikan satu petunjuk"ucapnya.


"apa?"tanyaku.


"besok ada lah hari sekolahkan jadi dengar kata kata ini, Jika aku marah saat aku terhina maka apa yang aku dapat dari memukulnya dan siapa orang yang menghinaku dia berkatian dengan orang yang sukses dan kaya bisa di bilang keluarganya ada lah nomer 4 dari 1-5, sudah itu saja bye"ucapnya.


"hei tunggu sebentar"ucapku tapi aku telat karena dia sudah menutup teleponnya.


"apa maksudnya"ucapku, sesudah itu hari pun semakin malam aku memutuskan tuk mencari jawaban tuk besok.


keesokan harinya.


aku terbangun dari tidurku, aku merasa perasaan buruk akan terjadi sudahlah aku ganti baju dan berangkat ke sekolah, tunggu seperti ada yang ketinggalan tapi apa itu entah lah.


di suatu tempat yang Geka tidak sadari Yota masih tidur di kamarnya.


aku sampai di sekolahku,oh iya aku belum liat Yota dimana mana ah sudahlah aku tidak peduli dengan anak itu, aku masuk kelas dan menyapa Nagi dan Vina.


sat bel pelajaran pun dimulai datang guru bersama seorang di belakangnya dan Yota masih belum datang, ternyata murid baru dia bernama Arginsaki Reza.


"hai Vina kau tau dia?"tanyaku pada Vina.


"di adalah anak bangsawan dari urutan bangsawan terkaya dia ke 4 dan yang aneh bagiku adalah kenapa dia mau sekolah di sini" ucap Vina.


"tunggu dulu anak bangsawan ke 4"gumamku.


saat itu aku sadar dengan perkataan kakakku mungkin dia tau akan ada murid baru atau dia menyuruhnya masuk ke sekolah ini.


aku melihat dia dan dia melewati dan berkata "bukan kah kau anak bangsawan juga"ucapnya.


aku tak sempat tuk menanyakan kembali karena tempat duduk kami sangat jauh terpaksa aku harus menunggu jam istirahat tiba.


Beberapa saat kemudian


aku menghampiri anak tersebut.


"hei Reza kau ada waktu"ucapku.


"kita bicara di luar saja"ucapku.


kami pun keluar dan aku menahannya kan soal keberadaan kakakku.


"apa kau tau tentang kakakku"ucapku.


"tentang orang itu, memang apa yang kau inginkan darinya" ucap Reza.


"aku hanya ingin balas dendam"ucapku.


"hahahaha aku tidak tau kenapa kalian bertengkar, oh aku tau bukan nya dia yang melakukan insiden 23 Desember 2001 kan, kalau tidak salah hanya kau yang selamat"ucap Reza.


"aku menanyakan tentang orang itu bukan keluargaku!"ucapku mulai marah.


"tenang tenang,memang apa yang di perbuat oleh ayahmu sampai anaknya begitu"ucap Reza yang membuat aku kesal.


tanpa berpikir panjang aku memukulnya Hinga dia terjatuh saat aku mau memukulnya lagi dia berkata.


"pukul lagi kau menginginkannya kan"ucap Reza.


aku pun melepaskannya aku sudah tidak peduli lagi tentang amarahku sebelum aku pergi dari sana dia bilang padaku.


"kau mau tau dia, apa kau membawa hp itu pergilah ke tempat yang sepi dan kau akan tau apa maksud ucapnya"ucap Reza.


aku menoleh sebentar kepadanya, sudahku duga dia disuruh aku memang membawa hp tersebut dan aku pun mencari tempat yang sepi setelah tidak lama aku dapat telepon dari dia, aku mulai saja dengan mengangkat telepon tersebut.


"oh kau telah melihat murid baru itu"ucapnya.


"apa yang kau inginkan dariku"ucapku.


"kau kan tau apa yang aku inginkan, bermain bersama"ucapnya.


"cuma itu kau hanya ingin bermain teka-teki, apa hadiah nya jika aku menjawab atau memecahkan teka-teki tersebut?"tanyaku.


"petunjuk kau kan ingin menangkapku kau harus tau aku dimana makanya itu setelah kau memecahkan teka-teki tersebut aku akan kasih kau petunjuk dimana dan apa tujuanku, tapi untuk sekarang cobalah berbicara bersama Reza"ucapnya.


"kau ingin aku berbicara Dengannya tapi bukannya kau yang menyuruhnya"ucapku.


"kau bodoh, memang benar aku menyuruhnya tapi bukan dengan hadiah tapi ancaman karena itu kau harus membantunya"ucapnya.


"jadi maksudnya kau ingin aku menjadi detektif tuk memecahkan kasus Reza"ucapku.


"bingo seratus untuk adik pintarku karena kau sudah tau alur permainannya maka dari itu aku pergi bye"ucapnya.


aku pun hendak kembali ke kelas tapi ada satu telepon lagi yang memanggilku.


"halo"ucapku.


"hei Geka kau bodoh"ucapnya.


"kau meninggalkanku sendiri disini"ucapnya.


"oh pantas saja aku lupa sesuatu"ucapku.


"bagaimana kalau ayahku tau habis lah aku pokonya kau harus tanggung jawab aku tidak sekolah karena kau"ucapnya.


"iya iya gua tau dah aku mau masuk kelas dah Yota"ucapku.


"hei tunggu aku belum"ucapnya terpotong.


karena aku menutup teleponnya sudah aku harus ke kelas sebentar lagi jam pelajaran.


aku pun kembali ke kelas tapi setelah aku ke kelas aku tidak melihat anak itu Reza dimana dia apa dia diam di UKS dan dimana Nagi juga.


"hei Vina kau tau dimana Nagi"ucapku.


"yang aku tau dia pergi bersama Reza"ucap Vina.


"kapan dia bersamanya"ucapku.


"kalau tidak salah setelah kau memukul anak itu"ucapnya.


aku pun merasa khawatir apa yang akan terjadi terhadap Nagi.


Bersambung.