I Found My Best Friend And Is Now My Lover

I Found My Best Friend And Is Now My Lover
Murid baru



Yasawa Geka.


Hah capek sekali acara yang melelahkan oh yah besok kita mulai sekolah dan aku harus terus mencari siapa mata mata yang Arga maksud lagi pula aku sudah memberi tau Reza.


keesokan harinya.


"Oi bangun Oi"ucap Yota.


"Hah selamat pagi Yota"ucapku.


"Jam berapa ini"ucapku.


"Sekitar jam 8"ucap Yota.


"Oh jam 8.... eh tunggu jam delapan yang benar saja aku harus cepat cepat"ucapku.


"hahaha padahal bohong"ucap Yota.


"Aku harus mandi eh tunggu"ucapku saat melihat ke arah jam dinding di ruang tamu.


"Oi Yota kau mengubah jam di kamar ku"ucapku.


"Yah kau saja susah di bangunkan jadi biar kau cepat siap siap"ucap Yota.


"Oh begitu yah"ucapku.


"Hei kenapa kau menggulung kan handukmu"ucap Yota.


"Bukan apa apa aku hanya membuatnya menjadi lebih keras"ucapku.


"Oi oi oi oi, maaf kan aku aah"ucap Yota berlari dari pukulan handuk yang keras.


"Hei kalian nanti terlambat sekolah"ucap Ayah Yota.


"Iya ayah aku sih mau berangkat tapi tolong aku"ucap Yota sambil dikejar kejar olehku.


"kami berangkat"ucapku.


"iya hati hati di jalan"ucap Yuna.


"Oi setelah pulang sekolah bantu aku mencarinya"ucapku.


"Oke Sahabatmu ini akan mencarinya tapi ngomong ngomong kenapa kau membicarakan pada Reza"ucap Yota.


"Memang kenapa"ucapku.


"Kau tau dia datang tiba tiba dan menjadi tim kita aku takut dia lah mata mata itu"ucap Yota.


"Kau tidak ingat di sudah memberontak Arga di juga hampir terbunuh karenanya mana mungkin dia menjadi mata matanya"ucapku.


"Aku hanya memperingati saja tapi aku tidak suka padanya"ucap Yota.


"Yah baik aku akan jaga jaga saat bersamaannya"ucapku.


"Yah kau harus begitu kalau tidak aku akan khawatir tentang dirimu"ucap Yota.


"Hei kalian berdua"suara Nagi di depan gerbang sekolah.


"Hei Nagi, kau baru datang?"ucapku.


"Iya, hei setelah pulang sekolah kita main bersama sama mau gak?"tanya Nagi.


"Ah maaf tapi aku sedang ada urusan"ucapku.


"Kalau Yota?"ucap Nagi.


"Kalau aku sa..."ucap Yota terpotong.


"Pengubahan rencana kau ikut Nagi aku takut dia curiga kalau kita sama sama tidak bisa bermain dengannya"ucapku berbisik.


"Oke aku akan menemaninya"ucap Yota berbisik.


"Kalian sedang apa"ucap Nagi.


"Ah tidak aku hanya menanyakan rahasia saat di rumah"ucapku.


"Oi Geka"ucap Yota, mengerti akan kami berbohong tentang rahasia yang sebenarnya.


"Jadi Yota kau ikut?"tanya Nagi.


"Iya"ucap Yota.


"Kalau gitu aku tanya Vina"ucap Nagi.


"sedang membicarakan aku"ucap Vina sedang di depan kelas kami.


"Ah Vina apa kau mau ikut bermain bersama kami"ucap Nagi.


"tentu saja tapi siapa saja yang ikut"ucap Vina.


"Oh kalau itu aku kau Yota dan aku mau mengajak Reza"ucap Nagi.


"Kenapa Geka tidak ikut"ucap Vina.


"Ah aku ada urusan maaf saja"ucapku.


"Oh kalau gitu aku mau menemui Reza dulu"ucap Nagi.


"Maaf tapi aku tidak bisa ikut"ucap Reza.


"Kenapa"ucap Nagi.


"Aku sedang ada acara keluarga"ucap Reza.


"Ada apa Nagi kau menatapku begitu"ucapku.


"Bilang saja apa kau menyembunyikan sesuatu dariku"ucap Nagi.


"Tidak kok"ucapku.


"hmmmmmm"suara Nagi menatapku.


"murid murid semuanya duduk"ucap Guru yang baru masuk.


ah untung lah sangat sulit membuatnya yakin tapi sungguh jika dia bersikap seperti anak anak di terlihat lucu eh apa yang aku maksud ah tenang tenang kami memang sahabat hah aku tidak tau dengan perasaan ini yang penting aku harus terus mengejar masalah yang terjadi ini.


"murid murid kita kedatangan murid baru"ucap Guru.


"Hah murid baru mana mungkin kan ini sudah semester 2 mana bisa ada murid baru apa sekolah ini mulai menggila"ucapku.


"entahlah mungkin mereka di bayar"ucap Yota.


"Semoga bukan dia semoga bukan dia"ucap Nagi.


"Apa yang kau maksud?"tanyaku.


"Ah aku takut dia itu Ren"ucap Nagi.


"Oh orang yang kau kenalkan saat acara itu"ucapku.


"Iya dia"ucap Nagi.


"Silahkan masuk tuan Ren"ucap guru.


"Apa tuan Ren yang benar saja kenapa tuan muda dari keluarga kesatu ada di sini"suara dari para gadis.


"Wah ribut sekali yah"ucap Reza.


"mungkin ini yang di namakan pertemuan 4 penerus keluarga"ucap Reza.


"Perkenalkan nama saya Karnaro Renga salam kenal dan mohon bantuannya semuanya"ucap Ren.


"Apa ada kursi kosong lagi aku ingin duduk di dekat Nagi"ucap Ren.


"Sekarang aku tau kenapa Nagi tidak mau dia datang"gumamku.


"Tapi dia mengesalkan juga"gumamku.


Setelah itu jam istirahat pun berbunyi.


"Oh Reza temu aku di atas sekolah sebentar"ucapku.


"Oh baik lah"ucap Reza.


"Jadi ada apa Geka kau memanggil ku ke sini"ucap Reza.


"Apa kau punya petunjuk tentang Arga atau Black Dragon"ucapku.


"Entah lah aku masih belum mempunyai petunjuk"ucap Reza.


"HM mungkin aku memiliki petunjuk"ucap seseorang di belakang kami.


"Kau mengikuti ku"ucap Reza.


"Yah tapi aku tidak menyangka kalian berkerja sama dengan mafia itu"ucap Ren.


"Atau bisa aku bilang anak buah dari orang gila yang membunuh keluarganya"ucap Ren.


"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan tapi apa hubungan kau dengan Black Dragon"ucapku.


"Jadi kau memang mengenal mereka tapi apa kau tau tentang anak ini"ucap Ren menunjuk Reza.


"Yah dia yang membantu Arga tapi dia juga berhiyanat padanya"ucapku.


"Hah kau memang mudah tertipu tapi aku sudah menemukan dia dan jangan halangi aku untuk menangkapnya"ucap Ren.


"Mana bisa aku tidak melakukan sesuatu terhadap temanku"ucapku.


"Hah kalau gitu pengawal tangkap mereka berdua"ucap Ren.


dan keluar lah para penjaga atau bisa di bilang bodyguard hah aku tidak tau ada masalah apa dengan Reza tapi aku tidak akan membiarkan temanku begitu saja.


"Maju serang mereka"ucap Ren.


"Kau siap Reza"ucapku.


"Yah, kita kalahkan mereka dan pergi"ucap Reza.


mereka mulai menyerang aku dan Reza sepontan menyerang dengan kaki kami.


"Ayo kita pergi dari sini"ucapku.


tapi Ren mencegah.


"Hei aku masih belum selesai denganmu"ucap Ren memukul wajahnya.


dan tiba tiba tendangannya menyerang ke arahku aku menahannya dengan tanganku.


"Reza pergi lah targetnya kau"ucapku.


"Baik lah tetap bertahan"ucap Reza.


"Aku tidak tau apa yang dia lakukan sampai kau ingin membantu penjahat itu apa otakmu rusak"ucap Ren.


bersambung.