
Yasawa Geka.
Aku bersama Nagi sedang menaiki komedi putar walau aku tidak suka ketinggian tetap saja dia menarikku masuk perempuan ini seperti menyiksaku dengan rasa takutku.
setelah kami naik kami berbicara tentang kenangan aku pertama kali ke taman hiburan.
"siapa sahabatmu itu"ucap Nagi.
"dia orangnya ceria seperti kau tapi dia seorang laki laki"ucapku.
"apa kau pernah ketemu lagi dengannya"ucap Nagi.
"aku tidak tau dia dimana sengitku dia pergi tinggal di tempat neneknya"ucapku.
"dan dia bilang dia akan kembali kesini"ucapku.
"apa kau tidak coba telepon dia"ucap Nagi.
"entahlah lah aku sudah coba beberapa kali dia tidak dapat di telpon"ucapku.
"coba sekarang kau pasti bisa"ucap Nagi.
"kenapa kau sangat yakin"ucapku dan aku mengambil hp ku aku telpon dia.
"yah sekarang telpon"ucap Nagi.
dan aku mendengar suara dering yang sangat dekat saat aku melihatnya dia menangis.
"ada apa Nagi, kau kenapa"ucapku dan disana aku sadar ternyata sahabatku adalah Nagi dia mendekatiku dan memelukku.
"akhirnya aku menemukanmu"ucap Nagi.
"tunggu kau adalah Kamaya"ucapku.
"aku memang Kamaya bodoh"ucap Nagi.
"bisa kau jelaskan dulu jangan terus menangis"ucapku.
"jadi kenapa kau bisa jadi perempuan"ucapku.
"aku memang perempuan aku hanya pura pura jadi laki laki"ucap Nagi.
"eh jadi selama kita temenan kau memang perempuan"ucapku.
"dan aku ingin tau kenapa kau tidak coba meneleponku"ucapku.
"aku tidak tau kau yang mana saat itu nomermu aku tidak sengaja blcok dan dihapus"ucap Nagi.
"jadi selama ini kau tidak menjawab karena alasan itu"ucapku.
"yah aku minta maaf lagian kau juga ganti gaya rambut mu"ucap Nagi.
"yah karena kau"ucapku.
"kenapa gara gara aku"ucap Nagi.
"kau yang memberikan semangat dan menggerakkan aku tuk berubah dari masa lalu"ucapku.
"karena aku kau jadi gini"ucap Nagi.
"iya kau adalah sahabat yang paling aku pedulikan"ucapku dan aku melihat Nagi memerah.
"hei kenapa kau memerah apa kau sakit"ucapku.
"tidak tidak aku tidak apa apa"ucap Nagi.
"lagian ini salahmu"gumamnya.
"apa kau bicara apa"ucapku.
"tidak ayo kita turun"ucap Nagi.
"yah tapi aku masih penasaran kenapa kau pura pura jadi laki laki"ucapku.
dia malah diam saja dan terus berjalan.
"hei Nagi kenapa kau tidak jawab"ucapku.
"hentikan aku tidak mau menjawabnya!"ucap Nagi dengan nada marah.
"hei kau kenapa"ucapku.
"tidak aku tidak apa apa ayo ini keburu malam"ucap Nagi menghindari kata kataku.
"ah aku tidak peduli lagi"ucapku.
"apa"ucap Nagi kaget saat aku menarik tangannya dan memeluknya.
"hei hei apa yang kau lakukan"ucap Nagi.
"jika kau memiliki masalah ucapkan lha jika kau mau aku akan membantu jika kau ingin menangis menangislah aku akan ada tuk membuatmu ceria karena aku adalah sahabat mu!"ucapku.
"bodoh kau membuatku berpikir"ucap Nagi dan dia pun menangis.
"aku memang tidak salah tuk memilihmu"ucap Nagi.
"dan aku berterimakasih pada Tuhan karena ada orang yang begitu peduli"ucap Nagi.
"yah aku akan terus selalu ada di dekatmu dan karena kau juga aku jadi begini"ucapku.
"apa kita harus berhenti berpelukan"ucap Nagi.
"ah iya aku sudah merasa sakit"ucapku baru sadar bahwa tanganku kejepit badannya.
"ah maaf aku lupa tanganmu"ucap Nagi.
"ah tidak apa apa ini juga karena aku"ucapku.
kami pun pergi dari taman hiburan aku menaiki Taxi bareng Nagi dia mengantarku pulang saat aku di depan rumah.
"ada apa la..gi"ucapku Ter patah patah saat dia mencium pipiku.
"selamat malam"ucap Nagi dia pun pergi naik mobil Taxi itu.
"yah selama malam"ucapku.
"ehem ehem"suara seseorang.
"apa kau iri"ucapku.
"kau bilang tidak akan ucap cinta tapi apa itu kau barusan di cium"ucap Yota.
"dah jadi kau ingin aku meneraktirmu"ucapku.
"betul sekali wahai sang pangeran yang telah mendapatkan hati seorang putri"ucap Yota mengarang.
"sudah sudah ayok masuk aku sudah capek"ucapku.
"capek kenapa kau barusan baru mesra mesraan"ucap Yota.
"ah kau tidak tahu saja"ucapku karena masih ingat bahwa Nagi menyiksaku dengan ketakutan ku.
keesokan harinya.
ah aku merasa berat apa ini saat aku Bagun aku terkejut.
"ah siapa ini!"ucapku kaget.
"hei hei kau tau dia lagi sakit"ucap Yota.
"ah kak Geka sakit apa"ucapnya.
"bisa kau minggir Yuna"ucapku.
"baik lah aduh maaf"ucap Yuna menginjak tangan ku yang kanan.
"aaaah!"teriakku kesakitan.
"eh ada apa"ucap Yota.
"tidak ada hanya adik nakalmu ini menginjak tanganku"ucapku.
"oh ya sudah"ucap Yota.
"woi apa kau tidak peduli padaku"ucapku.
"kau bilang baik baik saja"ucap Yota.
"terserah kau,kenapa dia ada di sini"ucapku.
"kak Geka jahat masa kau ingin mengusirku"ucap Yuna.
"emang iya kenapa"ucapku.
"kak Yota dia jahat sekali"ucap Yuna memohon.
"yah dia itu seorang yang gak peduli Ama saudarannya sendiri mending kita jauhi"ucap Yota.
"hei apa kau masih iri tentang Nagi"ucapku.
"bagaimana tidak kau membiarkan aku jomblo sendiri"ucap Yota.
"apa kak Geka pacaran"ucap Yuna.
"yah kemaren dia di terimanya bahkan dia di cium di depan rumah kita"ucap Yota.
"hei siapa yang bilang aku sama Nagi pancaran"ucapku.
"hei kalian berhenti ribut ribut cepat sekolah sana terutama kalian berdua Yota Geka kalian harusnya beri contoh yang baik ke Adik kalian"ucap ayah.
"hei ini jam berapa"ucapku.
"eh jam 7 pas"ucap Yuna.
"dah gua mandi duluan"ucap Yota.
"hei sialan"ucapku.
setelah ribut ribut di rumah kami hampir terlambat masuk sekolah.
"hah hah"suaraku kecapean.
"ini karena kau Yota"ucapku.
"hei hei yang buat iri siapa"ucap Yota.
"sudah lah"ucapku.
aku melihat Nagi dia sekali kali melirik saat pelajaran apa dia masih memikirkan tentang itu dan aku melihat arah sebaliknya dari Nagi aku merasa ada rasa tidak nyaman dari Yota.
apa dia memang iri tunggu apa dia suka sama Nagi kalau gitu aku membuatnya patah hati dong.
istirahat pun tiba.
"hei Nagi kita ke kantin"ucapku, dia malah lari dengan Vina.
"ada apa dengan nya yah"ucapku.
"hei Yota ayok kiat"ucapku terpotong oleh Yota.
"tidak kau sendiri saja"ucap Yota.
sudah ku duga dia akan marah dia memang suka kepada Nagi.
Bersambung.