
Kamaya Nagita.
Aku sedang berada di ruang Pasien Geka singkatnya sedang di rumah sakti kami sedang membicarakan tentang apa saja atau bisa di sebut basa-basi (bahas sana bahas sini).
"hei Geka kapan kau di izinkan keluar rumah sakit"ucap Yota.
"satu Minggu lagi"ucap Geka.
"yah lama gua bosan kalau gak ada kau"ucap Yota.
"oh iya aku mau tanya kalian tahu Reza kemana"ucapku.
"entahlah"ucap Geka.
"kau tidak salah di sudah di izinkan keluar rumah sakit"ucap Yota.
"bukan nya dia masih sakit"ucapku.
"dia hanya tertusuk sedangkan aku patah tangan dan lumpuh"ucap Geka.
"kalau gitu kau harus cepat sembuh"ucapku.
"iyalah"ucap Geka.
"hei Vina kemana dia tidak ke sini"ucap Yota.
"dia lagi tidak bisa datang katanya urusan keluarga"ucapku.
dan tiba tiba ada teleponku berbunyi.
"ah aku keluar dulu yah"ucapku sambil keluar dari ruangan Geka.
"halo"ucapku.
"Nagi cepat kembali ke rumah ada yang harus ayah bicarakan"ucap Ayah.
"iya Ayah"ucapku, aku menutup teleponnya dan kembali ke ruangan Geka.
"aku pergi duluan yah ada urusan"ucapku.
"yah hati hati"ucap Geka.
aku berjalan ke kosan dan mengambil uangku yang ada di sana sama membawa baju aku pergi mencari Taxi dan aku pergi ke tempat dimana aku awal tinggal.
"hei ayah"ucapku.
"ah anakku sudah lama tidak bertemu"ucap ayah.
"sebenarnya ada apa memanggilku?"tanyaku pada ayah.
"sekarang aku harus bicara denganmu tapi di dalam saja"ucap ayah.
"baiklah"ucapku.
kami pun masuk rumah dan di sambut.
"sekarang apa yang ingin ayah katakan"ucapku.
"kau tahu kan sekarang kau mengubah status"ucap Ayah.
"iya kan ini asli statusku sebagai perempuan"ucapku.
"ayah ingin kau menyembunyikannya karena sudah ada rumor parah mafia menyerang semua bangsawan kelas atas seperti kita keluarga ke 2"ucap ayah.
"dan sekarang kau tetap tinggal di sini untuk sementara waktu"ucap ayah.
"tapi bagaimana dengan sekolahku"ucapku.
"tidak perlu khawatir karena akan ada seseorang yang akan menemani mu kesana menggunakan mobil"ucap ayah.
"baik lah ayah jika ini tidak merepotkan ayah"ucapku.
"aku lebih penting memikirkan ke selamatan putriku"ucap ayah.
"ah ayah aku sayang ayah"ucapku.
"aku juga"ucap ayah.
"dan ada satu lagi yang akan mengawalmu"ucap ayah.
"siapa tapi sayangnya di lagi sakit"ucap ayah.
"kenapa ayah tidak menolaknya"ucapku.
"tidak bisa soalnya dia kenal dengan kepala polisi jadi itu membuat ayah yakin dia bisa menjagamu"ucap ayah.
"yah terserah ayah saja"ucapku.
"oh ayah aku mau keluaryah"ucapku.
aku keluar dan berkeliling di sekitar rumah aku juga sempat bermain dengan peliharaan ku aku pergi ke kamar lama ku sudah lama aku tidak melihat kamarku dan aku mengambil sebuah foto, foto itu foto saat awal aku mempunyai seorang sahabat aku berharap bisa bertemu dengannya tapi bagaimana dia bisa tau itu aku kalau dia tahu sebenarnya aku perempuan bakal kaya gimana yah, ah sudah lah oh yah yang membuat Geka kaya gitu kan mafia dan tunggu bukan nya aku juga di kejar karena aku bangsawan dan tato yang ada di mafia itu sama apa mungkin Geka juga seorang bangsawan.
"iya ayah"ucapku.
"aku lupa memberi tahu mu malam ini ada pertemuan dengan para bangsawan aku ingin kau ikut"ucap ayah.
"Iyah ayah aku akan ke sanah"ucapku.
malam hari pun tiba aku pergi ke sebuah acara sebenarnya aku males mengikuti acara ini aku juga malu akan yang lain dan kadang ada yang menggodaku, aku berjalan jalan dan melihat orang berdansa saat itu aku melihat seorang sedang bersender di sebuah tembok saat aku lihat lebih jelas ternyata itu Reza.
aku pun langsung berbalik dan menjauh dari nya aku tidak mau identitas ku ketawaan orang yang ku kenal apa lagi teman sekelas.
"hei nona yang di sana"ucap Reza.
"eh iya"ucapku tidak berbalik ke arahnya.
"kau menjatuhkan sesuatu"ucap Reza.
"oh iya teri eh kau berbohong"ucapku saat berbalik badan.
"kau mencoba bersembunyi, tenang saja aku tidak akan bilang ko"ucap Reza.
"apa kau takut diarahkan seperti aku dan Geka"ucap Reza.
"kenapa kau tau aku seorang bangsawan"ucapku.
"aku selalu melihat dan mencari identitas seseorang dan lagi kau menanyakan tentang tato itu dan pernah jadi sasaran mereka"ucap Reza.
"apa Geka juga seorang bangsawan"ucapku.
"tidak dia hanya terlibat saja"ucap Reza berbohong.
"kalau begitu dia hanya terlibat kenapa dia bisa ada di sana dan merahasiakannya"ucapku.
"entahlah aku juga kurang tahu tapi kita harus hati hati mereka bisa saja mencari kita"ucap Reza.
"iya aku juga di suruh begitu oleh ayahku"ucapku.
"kalau begitu mau kah kau menari denganku"ucap Reza.
"eh tapi aku tidak bisa menari"ucapku.
"tidak apa apa aku akan mengajarkanmu kau hanya ikuti saja"ucap Reza dan dia mulai memegang tangan ku kami saling bertatapan dia menarikku, kami menari walau aku tidak bisa di terus menuntunku ah aku harap ini cepat berakhir.
"hei kau sangat jago menari"ucapku.
"yah itu biasa"ucap Reza.
"tapi aku masih heran untuk seorang bangsawan kau tidak bisa menari"ucap Reza.
"karena aku tidak pernah belajar menari dan setiap acara seperti ini aku selalu sendiri"ucapku.
"maaf kan aku jika membuat mu merasa sedih"ucap Reza.
"ah tidak apa apa ko, aku masih heran kenapa waktu itu kau di pukul Geka padahal kau baik"ucapku.
"terimakasih atas pujiannya, tapi itu karena aku mengejeknya jadi dia memukulku"ucap Reza.
"oh jadi seperti itu"ucapku.
"oh sekarang acara penutupan ayok kita ke sana"ucap Reza.
"ah iya"ucapku.
kami melihat penutupan dan akhirnya aku pulang duluan.
"aku pergi dulu dah"ucapku.
"sampai ketemu lagi di sekolah"ucap Reza.
ah malam yang seru ternyata rasa punya temen memang menyenangkan aku harap aku seperti ini dari dulu.
di suatu tempat.
"halo apa kau mendengar ku Arga"ucap Reza.
"oh kau memang jago yah mendekati seorang gadis"ucap Arga.
"jadi apa yang akan kau lakukan"ucap Reza.
"jangan bilang kau suka padanya"ucap Arga.
"tidak aku hanya bertanya"ucap Reza.
"tidak ada aku hanya akan melihatnya melalui mu terus awasi dia mungkin aku akan menggunakannya buat bermain saja tapi tenang saja aku tidak akan membunuhnya"ucap Arga.
"baiklah"ucap Reza.
Bersambung.