I Found My Best Friend And Is Now My Lover

I Found My Best Friend And Is Now My Lover
Seorang Ibu



Kamaya Nagita.


Setelah kejadian itu ayah melarangku untuk keluar bahkan aku di izinkan untuk tidak sekolah aku tau ayah ingin melindungiku tapi aku bukannya ini terlalu berlebihan sampai aku di larang sekolah.


"Ah membosankan kenapa aku harus diam di rumah"ucapku perotes.


"Ini juga demi kebaikanmu"ucap Ayah.


"Tapi aku juga ingin keluar"ucapku.


"Tidak ada kau ingin seperti kemarin"ucap Ayah.


"Itu hanya kebetulan lagi pula aku baik baik saja"ucapku.


"Yah aku tau kau baik baik saja karena Geka"ucap Ayah.


"Dan lagi Ayah tidak akan mau kau keluar sendiri jika terjadi sesuatu"ucap Ayah.


"Baiklah"ucapku.


"Tuan ada seorang tamu"ucap pembantu.


"Siapa dia"ucap Ayah.


"Dia bernama Geka tuan"ucapnya.


"Suruh dia masuk"ucap Ayah, aku tidak salah dengar kan kenapa dia mau ke sini.


"Ah paman, saya datang untuk menemui Nagi"ucap Geka.


"Oh bagus dia sedang mengobrol denganku"ucap Ayah.


"Ada apa Geka"ucapku.


"Ini masalah kemaren, maaf aku tidak menjagamu"ucap Geka sambil menundukkan kepalanya.


"Eh tidak tidak itu salahku juga"ucapku.


"Kau tidak perluh merasa bersalah Geka kau sudah menyelamatkan Anak, karena itu aku berterimakasih"ucap Ayah.


"Kalau begitu izin kan Nagi keluar"ucap Geka.


"Apa kau sengaja menyuruh Geka datang"ucap Ayah melihatku.


"Em tidak aku hanya meneleponnya saja"ucapku.


"Em baik lah aku akan mengijinkan keluar seperti biasa tapi dengan satu syarat"ucap Ayah.


"Apa itu Ayah"ucapku Bersemangat.


"Kau memang merencanakannya, jaga dia tetap aman dan jangan sampai seperti kejadian itu"ucap Ayah.


"Baik aku akan terus menjaganya dengan sepenuh hati"ucap Geka.


"Yeh aku bisa keluar"ucapku.


"Jadi kita mau ke mana sekarang"ucap Geka.


"Entahlah aku masih belum memikirkannya"ucapku.


"Bagaimana kita bermain game saja"ucap Geka.


"Apa kau sudah siap kalah"ucapku.


"Tentu saja tidak akan ku tunjukan seberapa berkembangnya diriku"ucap Geka.


"Ha iya kau banyak berkembang terutama penampilan"ucapku.


"Tapi tetap saja aku masih belum paham kenapa kau pura pura laki laki,sudah lah apa pun itu kau tetap sahabatku"ucap Geka.


Saat aku mendengar kata katanya entah aku harus bahagia atau sedih.


"Jadi Kita cuma sahabat"Gumamku.


"Apa kau bilang apa tadi"ucap Geka.


"Tidak bukan apa apa, ayo kita pergi"ucapku sambil menarik tangan Geka.


kami pergi bermain game online bersama setelah itu kami ketemu dengan seorang anak perempuan.


"Adik kecil kenapa kau sendiri di sini"ucapku.


"Kayanya dia terpisah dengan orangtuanya"ucap Geka.


"A.. aku tidak tau dimana tolong aku"ucap adik tersebut.


"Iya kakak pasti menolongmu, siapa namamu"ucapku.


"Aku, namaku Nami"ucap Nami.


"Kalau nama kakak Nagi dan ini Geka"ucapku.


"Kalau begitu Nami apa kau ingat nomer telpon ibu atau ayahmu"ucap Geka.


"Aku tidak tau tapi aku kehilangan ibu saat kami sedang belanja di pasar"ucap Nami.


"Kalau gitu Kita cari bersama Nami"ucapku sambil mengulurkan tanganku.


"Baik"ucap Nami.


Kami mencari mencari ibunya Nami sampai kami mengelilingi pasar namun disana terjadi pertikaian antara seorang pereman yang menganggu seorang Wanita.


"Hei cantik kenapa tidak bermain sebentar"ucap dua orang pereman.


"Hei jangan ganggu wanita itu"ucapku.


"Wah ada wanita cantik lagi"ucap pereman itu.


"Hei jika kau berani menyentuhnya aku tidak akan menjamin tanganmu akan baik baik saja"ucap Geka.


"Apa apaan anak ini berlagak dia"ucap temannya.


"Ibu"ucap Nami.


"Anakku"ucap wanita itu berlari memeluk anaknya.


Dan para pereman itu menyerang kami tapi pada akhirnya mereka bukan apa apa dan pergi meninggalkan tempat ini.


"Awas aja kalian"ucap pereman tersebut.


"Kak Nagi dan kak Geka hebat"ucap Nami.


"Ah biasa saja ko"ucapku aku sempat melihat Geka dia tersenyum melihatku.


"E..EH ada apa kau melihat ku begitu"ucapku malu.


"Tidak aku hanya mengingat saat Kita ketemu saja"ucap Geka.


"Ah iya saat itu"ucapku.


"Terimakasih kalian berdua telah menyelamatkanku dan menjaga anakku"ucap wanita itu.


"Sama sama, tapi lain kali jangan terpisah lagi Yah"ucap Nagi.


"Iya"ucap wanita itu.


Mereka pergi dan Nami melambaikan tanganya ke kami berdua, rasanya enak yah kalau di perhatikan seorang ibu.


Tidak lama ada telepon masuk dan Geka pun mengangkatnya setelah dia mendengar itu dia langsung ingin pergi tapi aku memutuskan untuk ikut bersamanya.


"Geka kenapa wajahmu begitu tegang"ucapku.


"Ah ini karena ibuku, kata dokter keadaannya begitu buruk dan harus di larikan ke pengobatan sepesial"ucap Geka.


aku hanya melihatnya dan masih belum bilang apa apa saat dia bilang begitu.


Saat kami sampai di rumah sakit dia begitu gelisah dan berbicara dengan dokter.


"Bagaimana ini dok"ucap Geka.


"Kami takut dia tidak bisa bertahan tapi jangan khawatir kami akan melakukan hal yang kami bisa"ucap dokter.


"Jadi apa saya harus bayar biaya lagi"ucap Geka.


"Eh apa anda belum di kasih tau"ucap dokter.


"Apa maksudnya dok bukannya saya belum membayar sama pengobatan yang itu"ucap Geka.


"Oh kukira kakakmu memberi tau tapi dia juga tidak bisa di hubungi jadi kami menghubungi mu untuk keadaan ini tapi soal dana kakakmu sudah membayarnya semuanya"ucap dokter.


"Oh iya dan satu lagi dia menitipkan ini untukmu katanya ini hadiah yang dia lupakan untuk permainan ketiga"ucap dokter.


"Kalau gitu terimakasih dok"ucap Geka.


Aku melihat Geka tidak senang dan terus memegang hp yang di berikan oleh dokter.


"Kau kenapa"ucapku.


"Ah tidak apa apa aku hanya terlalu banyak berpikir"ucap Geka.


"Kalau begitu tenangkan dirimu dulu dan jika kau ingin tanya sesuatu aku ada disini"ucapku.


"Yah terimakasih Nagi"ucapnya.


"Ah yah kalau gitu kita cari makan dulu yuk"ucapku karena dari saat kami bermain dan membantu orang kami belum makan.


"Yah ayo kita cari"ucap Geka.


Kami pun pergi ketempat kantin rumah sakit dan makan di sana tapi tidak lama aku melihat seorang laki-laki yang sangat familiar.


"Ada apa Nagi"ucap Geka.


"Ah Tidak aku hanya melihat seseorang"ucapku.


Dan tidak lama setelah kamu makan ada sebuah telepon dari hp Geka tapi Geka tidak ada karena dia pergi ke WC.


Aku mengangkat telepon itu dan mencoba berbicara.


"Halo"ucapku.


"Hei adikku kau siap tuk permainan ke empat"ucap Arga.


"siapa ini"ucapku.


"Oh aku kakaknya boleh aku tau dimana Geka"ucap Arga.


"Siapa yang menelepon"ucap Geka dan aku berbalik melihat wajahnya.


Bersambung.