
Yasawa Geka.
aku bermain dengan kakakku kami selalu berjalan jalan di taman dan pergi ke hutan rumah kami di Dareh dekat hutan aku bahagia dengan keluargaku.
"hai kak tunggu aku"ucapku.
"ayo cepat sebelum ketinggalan"ucapnya.
"hah hah aku capek lah"ucapku.
"sini biar aku gendong"ucapnya.
"yeeh akhirnya"ucapku senang.
"kau ini sampai kapan kamu mau dimanja"ucapnya.
"ayok nanti terlambat loh"ucapku mengabaikan perkataannya.
"iya ayo"ucapnya, kami pun sudah sampai di sebuah bukit.
"kita sampai hei kak kapan kembang api dimulai"ucapku.
"kita tunggu sebentar"ucapnya, dan tibalah suara kembang api meledak di udara.
"wah indahnya aku selalu suka melihat di sini"ucapku.
"yah karena aku kau selalu ke sini"ucapnya.
"jadi kak mau kah kita berjanji kita akan terus melihat kembang api di sini"ucapku.
"iya aku akan terus menemani mu"ucapnya.
"yah udah selesai"ucapku.
"ayo kita pulang sudah malam"ucapnya.
"yah Takut ayah khawatir"ucapku.
kami pun pergi ke rumah,kami sampai di rumah aku tidak melihat ayah aku pun menanyakan ke pembantu.
"hei"ucapku.
"ada apa tuan"ucapnya.
"dimana ayah"ucapku.
"dia sedang pergi menengok ibunda anda tuan"ucapnya.
"oh begitu yasudah"ucapku.
"jika tidak ada pertanyaan lagi saya kembali kerja"ucapnya.
"ah iya"ucapku.
"kak kapan ibu akan sembuh"ucapku.
"aku juga tidak tahu tapi lebih baik kita berharap ibu sembuh"ucapnya.
"iya kalau gitu aku mau tidur"ucapku.
"yah silahkan"ucapnya aku pun menuju kamar saat sudah di kamar aku balik lagi karena takut.
"kak aku takut temani aku tidur yah"ucapku.
"kamu gak bisa tidur sendiri"ucapnya.
"aku takut kan biasanya ayah selalu menemaniku"ucapku.
"iya iya adikku yang ku sayang"ucapnya.
pada akhirnya kami tidur bareng.
keesokan harinya.
ah aku terbangun dan melihat kakakku yang masih tidur aku menuju ke kamar mandi tuk mengusap wajahku dan kembali lagi ke kamar tuk membangunkan dia.
"hei Bagun kak"ucapku.
"ayok Bagun"ucapku lagi.
"sebentar aku masih mengantuk"ucapnya sambil tutup mata.
"ayo lah sekarang dah pagi kita bermain"ucapku.
"iya iya aku bangun"ucapnya.
"belum"ucapku.
"mandi dulu beres itu makan lalu kita main"ucapnya.
aku pun turun dari kasur menuju kamar mandi dan mandi di sana setelah itu aku pergi ke dapur melihat ayahku.
"hei ayah"ucapku.
"ada apa Geka"ucap ayah.
"kemaren ayah kan menjenguk ibu bagaimana keadaan nya"ucapku.
"dia baik baik saja, dah ayok makan"ucap ayah.
"iya ayah"ucapku.
"dimana kakakmu"ucap ayah.
"tadi kakak baru nyuruh aku mandi kayak nya lagi mandi"ucapku.
"ada apa ayah"ucap kakak.
"tidak ada, ayo makan"ucap ayah.
kami pun makan dan sambil membicarakan sesuatu setelah itu aku dan kakakku main di taman seperti biasa kakak pulang duluan tapi aku tetap main aku terus berjalan sampai aku menemukan seseorang dia seorang perempuan dia sedang baca buku aku pun menayapanya.
"hei kamu"ucapku.
"siapa kau"ucapnya.
"aku Geka"ucapku.
"sedang apa kau"ucapku.
"aku hanya membaca buku"ucapnya.
"buku tentang apa"ucapku.
"tentang pertemanan dua orang"ucapnya.
"wah menari boleh aku ikut baca"ucapku.
"iya tidak apa apa ko"ucapnya.
kami pun saling membaca bercerita tentang kisah yang ceria soal impian masing masing dan ada seorang yang menjemputnya aku melihat wajahnya jadi muram sebenarnya kenapa.
"hei boleh aku tau siapa nama mu"ucapku.
"namaku Nagi terimakasih telah menemaniku"ucapnya dengan muka yang manis.
dan dia pun pergi aku merasa sangat bahagia apa dia akan datang ke sana lagi, aku pun pulang ke rumahku saat aku membuka pintu aku tidak bisa melihat rumahku sangat gelap apa ini saat aku melihat sebuah cahaya di kamar ayahku aku pun menuju ke sana.
"ada apa ini!"ucapku saat melihat semuanya mati penuh dengan darah.
"ayah para pembantu, siapa yang melakukan ini"ucapku, dan aku terkejut saat melihat kakakku sedang memegang sebuah pisau.
"bohong kan kakak pasti tidak melakukan ini!"ucapku.
"terimalah kenyataan nya aku melakukan nya"ucapnya.
"bohong itu bohong kan!"ucapku.
"sudah lah bodoh aku memang membenci mereka termasuk kau"ucapnya.
"kenapa apa semua keceriaan itu semuanya bohong!"ucapku.
"kenapa kenapa kau tega membunuh ayah!"ucapku.
"apa salah mereka!"ucapku.
"bisa kah kau tidak berisik aku hanya bosan karena sekarang aku tidak ada niat membunuh mu pergi sana"ucapnya.
"kak kenpa"ucapku.
"sudah aku bilang aku bosan dengan kalian dan aku tidak suka penampilan mu yang mirip dengan ku"ucapnya.
"tapi kakak"ucapku sebelum aku pingsan di pukul kakakku.
setelah aku bangun aku sudah di selamat kan polisi dan aku melihat rumahku terbakar dan hancur di sana aku menangis aku di bawa ke kantor polisi tapi saat itu juga aku di tawar kan tuk tinggal dengan seorang teman ayahku kepala polisi di kantor tersebut dia membawaku ke ibuku dan ibuku pun menangis dia tidak terlalu memikirkan kakakku yang melakukannya dia tidak bisa menyalahkan anaknya jadi dia malah menyalahkan diri sendiri, aku di bawa lagi kerumahnya kepala polisi tersebut dan aku di perkenalkan dengan Yota anak dari kepala polisi tersebut awalnya aku tidak suka bilang padanya tapi akhirnya dia menjadi temanku tapi sayangnya dia harus pergi karena sekolahnya berbeda dia juga tinggal dengan ibunya aku sendiri aku juga memanjang kan rambutku aku tidak suka mirip seperti nya dan hidup ku seperti berubah aku selalu di bully tapi saat itu aku menemukan teman yang selalu perhatian dia adalah Kamaya Nagita dia laki laki yang aneh dia bersikap hampir seperti perempuan dan wajah nya juga tapi itu tidak bertahan lama dia pun pergi meninggalkan ku karena dia di suruh pindah oleh keluarganya setelah aku kelas 3 SMP aku memotong rambutnya ku aku berambisi bahwa masa lalu yang sudah terjadi tidak bisa di ulang tapi masa depan aku akan menjadi yang aku inginkan dan aku juga akan mencarinya mencari kakakku dan membalaskan dendam ku.
saat aku memotong rambutku aku terlihat populer kalangan perempuan saat lulus SMP ada yang ingin menjadi pacarku tapi aku tolak karena aku tidak suka rasa cinta lagi dan aku pun masuk SMA dan sekarang Yota tinggal di ayahnya kami pun menjadi saudara tapi tidak sekandung atau bisa di bilang saudara tiri tapi aku sering panggil dia sebagai teman dan sekarang aku memiliki 4 teman.
Bersambung.