
Kamaya Nagita.
aku bangun dari tidur ku dimana ini oh iya aku kan di rumah aku pindah kemaren ah aku malas sekali karena acara itu.
"Nagi cepat bangun kau bisa terlambat sekolah"ucap ayah.
"siap"ucapku.
aku turun dan terkejut melihat seorang.
"eh kanapa Reza ada di sini"ucapku.
"jadi kau memang kenal yah"ucap ayah.
"hai"ucap Reza.
"dia akan berangkat bareng dengan mu"ucap ayah.
"cepat sanah mandi"ucap ayah.
"iya iya"ucapku.
setelah mandi aku makan bareng dengan ayah Reza dan aku kami langsung berangkat ke sekolah menaiki mobil yang di kemudikan oleh pengawal Reza.
"hei bukan kah ini terlalu mencolok"ucapku.
"tenang tidak ada yang bakal mengetahui mu"ucap Reza.
"yah terserah"ucapku.
kami pun sampai di sekolah.
"hei Nagi"ucap Vina.
"hei"ucapku.
"tumben kau bareng Reza apa ini yang di sebut cinta segitiga"ucap Vina.
"tidak aku hanya seorang teman"ucap Reza.
"cih dia menguping"ucap Vina.
"sudah sudah kita ke kelas"ucapku.
"di mana Yota apa dia belum datang"ucapku.
"aku juga tidak tau"ucap Vina.
"kau tau mungkin sedang bersama Geka di rumah sakit"ucap Reza.
"terus dia bolos karena urusan itu"ucapku.
"yah entahlah"ucap Reza.
jam pelajaran dimulai tapi Yota belum juga masuk ke kelas ada apa yah, jam istirahat tiba.
"hei Nagi ayo kita makan ke kantin"ucap Vina.
"yah ayo"ucapku.
"boleh aku ikut"ucap Reza.
"aku tidak keberatan kalau Vina"ucapku.
"Hem boleh mumpung kita tidak ada teman laki lagi selain Yota dan Geka"ucap Vina.
kami bertiga pergi ke kantin bareng di sana aku terpeleset dan aku di pegang Reza.
"kau tidak apa apa"ucap Reza.
"ah iya aku tidak apa apa"ucapku.
"ehem"suara Vina melihat kita berdua.
aku langsung berdiri tegak.
"ah sudah ayo kita ke kantin"ucapku sambil malu.
jam istirahat selesai kami kembali ke kelas belajar lagi dan setelah itu kami pulang sekolah, aku berniat pulang bareng dengan Vina tapi aku tidak bisa karena aku sudah pindah rumah dan Vina tidak tahu indentitas ku hanya Reza saja.
kami berjalan berdua setiap langkah aku merasa ada yang mengikuti sampai di suatu gang ada tiga orang aku tidak tahu siapa mereka.
"ada apa ini"ucapku.
"hei nak kalian diam saja yah kami tidak akan menyakiti kalian"ucap salah satu orang tersebut.
"pergilah!"ucap Reza.
"tidak akan kau masih terluka"ucapku.
"kau tidak usah pikiran kan aku pergi lah"ucap Reza.
dan salah satu orang itu maju dan Reza melawan mereka sebelum Reza terkena pukul dia sudah merasa sakit karena luka tusuknya yang belum sembuh total.
"hei Reza"ucapku.
"pergi sana!"ucap Reza.
"ah sialan apa yang kau lakukan"ucap orang tersebut.
"aku juga bisa berkelahi jadi jangan remehkan aku"ucapku.
mereka menyerah di dua sisi depan dan belakang aku melompat dan menendang keduanya.
"ah ternyata dia hebat"ucap Reza.
"kau diam saja lukamu itu belum sembuh"ucapku.
"hah kenapa aku yang jadi di lindungi"ucap Reza.
mereka Bagun lagi tiga orang itu sekarang menyusun rencana untuk menangkap ku ada satu orang kabur dan yang dua menahan ku di sini sebenarnya apa yang mereka rencanakan aku kurang tau tapi aku harus menyelesaikan mereka berdua dulu yang satu maju aku tendang bagian perutnya dan yang satu menyerang ku aku mengganti kaki ku yang kanan menjadi menyerang dan yang kiri jadi ke seimbangan, dan mereka berdua berdiri lagi mereka tidak ada kata menyerah nya aku harus membuat mereka pingsan mereka melakukan hal yang sama membuat mereka melakukan yang sia sia tapi sebenarnya mereka menguras tenagaku mereka sengaja mereka hanya mengulur waktu buat aku capek dan mereka memanggil bantuan bagaimana ini aku sudah tidak kuat lagi tuk bertarung.
"sekarang kau menyerah nona"ucap salah satu orang Tersebut.
mereka ada 7 orang aku mungkin tidak bisa mengalahkan mereka aku pun mencoba lari saat ada yang mencoba memukulku dia terkena tendangan dari seorang temannya sendiri, tapi apa maksudnya.
"yok maaf aku tidak ada di sekolah"ucap Yota membuka jaket atasannya dan melepas sebuah topi.
"Yota kenapa kau bisa tahu"ucapku sambil menggendong Reza.
"sudah ku duga kau disuruh Geka kan"ucap Reza.
"kita bahas itu nanti sekarang aku mau menang kap orang orang ini"ucap Yota.
tapi itu baru satu yang pingsan sedangkan masih ada 6 lagi.
"gedek kau mau melawan kami"ucap seorang tersebut.
"aku tidak akan melawan kalian tapi menangkap kalian"ucap Yota dan suara mobil polisi pun terdengar.
"sial dia memanggil polisi"ucap salah satu orang.
"eh kalau mau kabur"ucap Yota mengangkat senjatanya.
mereka terdiam.
"semuanya angkat tangan polisi Yota di sini"ucap Yota dan setelah itu polisi datang termasuk kepala polisinya.
"ah sudah selesai"ucap Yota.
"jadi kau di suruh Geka"ucapku.
"yah dia khawatir padamu jadi dia menyuruhku tidak sekolah dan mengawasi mu tuk sementara waktu"ucap Yota.
"Reza dimana"ucapku.
"dia di bawa ke rumah sakit"ucap Yota.
"oleh siapa"ucapku.
"para polisi,oh iya aku juga harus membawamu ke rumah sakit"ucap Yota.
"apa Geka ingin bicara"ucapku.
"iya, dia akan menjelaskannya"ucap Yota.
kami pun pergi ke rumah sakit untuk menemui Geka.
"hei Geka lihat siapa yang aku bawa"ucap Yota.
"dia sudah datang"ucap Geka.
"jadi kenapa kau tahu aku akan di arah mereka?"ucapku bertanya.
"karena kau juga seorang bangsawan aku mengetahui itu saat aku menyuruh Yota tuk cari informasi Masi pribadimu walau kami sudah tuk mehacknya"ucap Geka.
"kalau kau tau kenapa kau tidak bilang saat itu"ucapku.
"itu karena saat itu aku tidak tahu indentitas mu yang asli dan sebenarnya aku adalah pengawal pribadimu"ucap Geka.
"jadi kau yang di kata ayahku"ucapku dan tiba tiba telepon berbunyi.
"halo"ucapku.
"syukurlah kau baik baik saja"ucap Ayah.
"kau sedang dimana"ucap Ayah.
"aku sedang di rumah sakit"ucapku.
"kau bersama anak bernama Geka kan"ucap ayah.
"kenapa ayah bisa tahu"ucapku.
"karena dia lah penjagamu"ucap ayah.
"tunggu di sana ayah akan menjemputmu"ucap ayah dan ayah langsung menutup teleponnya.
"kau tahu sekarang kebenarannya dan itu juga kewajiban ku tuk menjagamu"ucap Geka.
Bersambung.