I Found My Best Friend And Is Now My Lover

I Found My Best Friend And Is Now My Lover
Tantangan



Yasawa Geka.


Aku sedang diam dirumah karena kejadian kemaren aku dihukum selama libur aku GK boleh keluar sampai bulan depan.


Ah malang sekali aku menghabiskan waktu dikamar saja dan tidak melakukan apa apa, dan tiba tiba ada suara telepon.


"Halo"ucapku.


"Geka kau kan itu"ucap Reza.


"Hei ada apa kau menelepon ku"ucapku.


"Aku butuh bantuanmu sekarang"ucap Reza.


"Maaf tapi aku tidak"ucapku terpotong saat dia bilang.


"Apa kau tidak peduli nyawa sahabat mu!"ucap Reza dengan keras.


"Apa apa yang terjadi"ucapku khawatir.


"Sekarang tidak ada waktu kita harus pergi dan Yota juga tertangkap"ucap Reza.


"Sialan apa yang terjadi dan dimana kau!"ucapku tegas.


"Aku ada di tempat yang sama saat kejadian kemaren"ucap Reza.


"Baik lah aku akan ke sana"ucapku, aku pergi mengambil jaket dan senjata buat jaga jaga aku keluar lewat jendela dan pergi tanpa bilang kepada ayah.


"Tunggu saja Nagi dan Yota aku pasti akan menyelamatkan kalian.


*S**ebelum kejadian itu*.


"Ah semuanya sudah sampai"ucap Nagi.


"Ini siapa dia imut banget"ucap Nagi mencubit pipi Yuna.


"Hei aku juga mau"ucap Vina ikut mencubit pipi Yuna.


"Bisa kalian hentikan itu sakit"ucap Yuna.


"Iya iya"ucap Nagi.


"Jadi siapa namamu"ucap Nagi.


"Aku Yuna aku masih kelas 2 SMP"ucap Yuna.


"Dia itu adikku"ucap Yota.


"Sungguh tidak mirip"ucap Vina.


"Ah kau selalu menusukku dengan kata katamu"ucap Yota.


"Jadi kita mau kemana dulu"ucap Reza.


"Aku rasa aku ingin ke mall"ucap Vina.


"Aku setuju"ucap Yuna.


"Baiklah kalau kalian mau aku juga"ucap Nagi.


"Ah aku rasa aku tidak suka karena aku tidak suka belanja"ucap Reza.


"Kalau gitu kita main saja berdua"ucap Yota.


"Apa jadi kau mau kita berpisah"ucap Reza.


"Kan kau tidak suka belanja kan"ucap Yota.


"Tapi lebih baik kita tunggu saja dari pada kita berpecah dulu"ucap Reza.


"Hei Reza aku mau berbicara sebentar"ucap Yota.


"Hei kalian ikuti kagak"ucap Yuna.


"Duluan saja nanti kami menyusul"ucap Yota.


Yota dan Reza pergi kegang kecil dan Yota memulai dengan menendang.


"Apa apaan ini"ucap Reza.


"Aku hanya tidak suka denganmu aku selalu heran anak bangsawan sepertimu kenapa mau pindah ke sekolah ini dan kenapa kau selalu selamat saat bertarung dengan para mafia itu"ucap Yota.


"Hei kau bodo Geka menolongku"ucap Reza.


"Yah aku tau kedatanganmu itu seperti di rencana Geka juga mengenalmu karena pesan dari kakaknya"ucap Yota.


"Kau tidak perluh curiga aku hanya berterimakasih kepada keluarga ke 3"ucap Yota.


"Apa maksudmu"ucap Yota.


"Kau tau aku melakukan karena keluarga ke 3 pernah membantu kami hingga kami jadi keluarga ke 5 karena itu aku hanya membantu pewaris keluarga ke 3 ya itu Geka"ucap Reza.


"Baik lah aku akan mempercayaimu tapi kau masih aku awasi"ucap Yota.


Mereka berdua kembali ke tiga perempuan yang sedang memilih baju.


"Hei kalian menurut kalian bagus GK yang di kenakan Nagi"ucap Vina.


"Indah sekali"gumam Reza.


"Ah terimakasih"ucap Nagi.


"Saat nya kami berdua tunggu yah"ucap Yuna.


"Aku mau ke WC dulu"ucap Yota.


Aaat Yota melangkah ada sekumpulan orang berpakaian aneh menyerangnya.


"Ada apa ini"ucap Reza.


"Ah"suara Reza di pukul.


Mereka menculik Nagi dan Reza dengan obat bius.


"Aku harus menghentikan mereka"ucap Reza.


Setelah itu Reza menelepon Geka dan sekarang Geka sedang jalan menuju tempat yang saat kemaren mereka terkena masalah.


"Jadi di sini lagi tapi dimana Reza"ucapku.


"Dia yang menyuruhku tapi dia belum datang tapi aku yakin dia pasti datang"ucapku.


Aku langsung mendekati gudang itu dan aku di bawa masuk oleh satu orang yang menodongkan senjatanya kepadaku.


"Wah wah wah jadi ini Adin dari kapten Arga"ucap Guro.


"Siapa kau dan kenapa kau tau dia"ucapku.


"Aku Guro kapten dari distrik 14 dan aku ingin sekali melihat mu bagaimana kau bertarung apa akan sama dengan si ******** itu"ucap Guro.


"Aku tidak tau kau pernah melawannya tapi bebaskan dulu teman temanku"ucapku.


"Hei kau tau kau sekarang yang harus menyelamatkan bukan bertukar dengan nyawa, aku akan. bebaskan dia setelah kau lawan aku"ucap Guro.


"Baiklah aku akan melawan MU"ucapku.


Dia maju duluan aku memukul bagian perutnya tapi tidak terjadi apa apa dia seperti batu keras sekali tapi soal kecepatan aku yang menang bisa di bilang aku lebih unggul dari dia.


Dia mulai datang lagi aku sudah coba berkali kali memukulnya dan menendang nya tidak ada pilihan lain aku harus arah kepalanya saat aku mau mengenai kepalanya dia telah menangkap kaki ku dan dia melempar ku.


Ini tidak akan mudah jika aku ke pukul atau tertangkap bisa bahaya.


"Hei kau sedang mikir apa kau tidak bisa menyakiti ku pukulanmu lemah"ucap Guro.


"Aku tau kau memaksakan tangan kanan mu"ucapku.


"Aku tidak peduli asal aku bisa menyelamatkan temanku"ucapku.


Aku mengerti aku harus gunakan itu dia datang aku lewat bagian bawahnya dan menendang bagian leher belakang.


"Bagus juga kecepatan mu itu"ucap Guro.


"Tapi coba yang ini"ucap Guro.


Dia memukul ke arah kiri dan kanan aku tidak bisa menangkisnya karena tenaga kita berbeda, apa kenapa aku terjatuh.


"Aaaah"suaraku karena terkena tiban di perut oleh tangannya.


"Kau terlalu fokus terhadap tangan ku kau bahkan tidak melihat bawahmu"


"Sialan aku tidak akan pura pura lagi"ucapku mengeluarkan pisau yang aku bawa.


"Tuan dia menggunakan senjata"ucap seseorang yang menjaga Nagi dan Yota.


"Diam lah aku sedang melihat dia bertarung seperti apa"ucap Guro.


*S**ementara itu*.


"Ah dimana aku"ucap Reza.


"Kak Vina liat kak Reza dah bangun"ucap Yuna.


"Apa yang terjadi"ucap Reza.


"Kau pingsan, Nagi dan Yota entah kemana"ucap Vina.


"Kau belum mengetahui mereka dimana apa kau sudah telepon polisi"ucap Reza.


"Belum aku tau kau pasti melarang kan karena mereka bisa saja di bunuh jika kita melaporkan ke polisi"ucap Vina.


"Jadi bagaimana kak Vina kalau kakak tidak ada siapa yang akan menghibur ku lagi"ucap Yuna.


"Tenang aku akan pergi ke sana"ucap Reza.


"Apa kau tau mereka dimana"ucap Vina.


"Yah tapi aku minta tolong padamu"ucap Reza.


"Baiklah kau ingin aku melakukan apa"ucap Vina.


Bersambung.