
Yasawa Geka.
Aku memeluk Nagi dan aku merasa sangat bahagia memeluknya dan aku harap aku bisa terus begini.
Eh tunggu apa ini berarti aku menyukai Nagi tapi bagaimana perasaan Nagi padaku apa aku hanya di anggap sebagai sahabat.
Setelah itu Nagi pulang dan aku masih menemani ibu.
"Geka aku ingin tau dimana kakakmu"ucap ibu.
"Aku tidak tau mungkin dia masih kerja"ucapku.
"Aku harap dia tidak terbebani karena harus mengurus kantor karena bapak sudah wafat"ucap ibu.
"Yah aku juga berharap dia tidak terlalu terbebani untuk perusahaan ayah"ucap.
"Ah ibu aku mau pulang dulu yah"ucapku.
"Yah tetap lah sekolah jangan bolos jangan juga malas malasan"ucap ibu.
"aku tau dah"ucapku.
Setelah keluar rumah sakit
"aku tau aku berbohong pada ibu kalau dia sudah berubah bukan yang dulu lagi karena itu aku akan membuat dia membayar atas ke salahnya dan mengambil kembali nama keluarga kita"ucapku.
Aku membuka pesan di hpku.
saat aku kecil aku ada di tempat itu aku melihat jarum jam yang panjang ke angka 9 dan yang pendek ke angka 6 yang 9 dan aku menemukan sesuatu di bawah makhluk yang tidak bisa bergerak tapi bisa memberi oksigen.
"Jadi dia membuat teka teki seperti pertama kali bermain dengannya"ucapku.
Apa aku cari di malam hari atau aku lanjut saja besok tapi jika besok bagaimana aku harus menjaga Nagi,lebih baik sekarang aku tidak mau orang lain terlibat.
Aku mencoba pergi ke rumah karena saat kecil tempat pertama yaitu rumah yang dulu aku tinggalkan.
"arah jam 9 berarti aku harus ke timur tapi sampai kapan dia hanya bilang ke timur tidak bilang seberapa jaraknya"ucapku, sudahlah aku lakukan saja.
Aku terus berjalan ke timur sampai aku terhentikan oleh sebuah pohon yang tergambar sebuah petunjuk mengarah ke kiri.
"Berarti aku harus ke barat sekarang"ucapku.
aku terus berjalan dan berjalan dan aku baru menyadarinya bahwa di tempat ini aku selalu pergi ke sini dengan dia.
Ingatan masa lalu.
"Hei kakak sekarang malam kembang api kita pergi ke sana"ucapku.
"Iya kita pergi"ucap Arga.
"Ingatan yang masih aku ingat tapi kenapa dia harus jadi begini"ucapku.
Aku mendengar suara langkah kaki sampai aku melihat ke belakang ternyata dia datang menemui ku.
"Hei Geka lama tidak berjumpa yah"ucap Arga.
"Kukira kau mengirimkan sampah sampah tidak berguna, tau taunya kau yang datang"ucapku.
"Tenang aku di sini bukan untuk bertarung"ucap Arga.
"Hah tidak bertarung katanya"ucapku.
"Apa yang kau pikirkan Geka"ucapku.
"Tentu saja menangkapmu tidak akan aku sia sia kan kesempatan ini"ucapku.
Aku maju memukulnya dia menangkap tinjuku tapi itu memang tujuannya karena aku mengarah tulang kering tangannya aku memukul menggunakan tangan yang sebelah.
"Wow ternya kau menjebakku untuk mengambil tanganmu dan kau mengarah titik yang lunak, tapi sayangnya aku bukan seperti sampah sampah itu"ucap Arga.
Dia maju dia memukul dengan cepat ke kiri kanan aku hindari dan tangkap kedua tangannya dan dia menarik lengan baju ku membuat aku sedikit menunduk dan dia juga menendang ku dengan lututnya di bagian perutku.
"Nah sekarang aku juga melakukan hampir sama kayak yang kau lakukan"ucap Arga.
"Tidak akan aku tidak akan menyerah"ucapku.
"hah anak ini"ucap Arga.
Dia bergerak zig zag aku menyerangnya di tidak menangkis malah mendorong tanganku
aku menendang dan dia malah menendang kakiku yang satu lagi membuat aku terjatuh dan dia menahanku.
"Sial"ucapku.
"Sudah aku bilang berhentilah, karena tidak bisa berhenti lebih baik gini saja"ucap Arga.
"Apa kau tau kenapa aku selalu bisa melihat dan mengetahuimu"ucap Arga.
"tentu saja kau membayar seseorang untuk mengikutiku"ucapku.
"Oh yah aku heran kenapa kau tidak mencari orang yang memperhatikanmu"ucap Arga.
"Untuk apa karena aku ingin kau bermain dan membuat kesalahan karena meladeniku"ucapku.
"Hah kau yang sekarang saja masih belum bisa mengalahkan ku"ucap Arga.
"Dan aku hanya akan bilang sesuatu pada mu cari orang yang mengikuti mu dan aku akan memberikan hadiah untuk permainan ke 4 ini"ucap Arga dia pun berdiri dan melepaskan aku.
Aku menyerangnya kembali dengan teknik yang berbeda aku mengayunkan kaki kanan buat menyerang kaki nya dia mengangkat kakinya dan aku menangkap bagian leher dengan kaki kiri ku tapi dia sudah menyadari dia mendorong ku dulu sebelum aku mendapat kannya.
"Jurus itu sudah kau pelajari tapi kau lupa aku juga seorang yang sama denganmu dan kita di ajarkan itu bersama"ucap Arga.
Aku sudah mengetahuinya tapi bukan berarti aku akan menerima kekalahan ini aku menyerang dengan kaki kanan dengan arah mengenai paha perut dan muka tapi dia tangkis dengan kedua tangannya dan dia maju dengan cepat dia menyerang ke bagian paha dan perut.
"Ah sial ini tidak akan berjalan lancar"ucapku dan setelah itu dia memukul bagian perut dan daguku.
Tanpa sadar aku pingsan dan di pergi meninggalkan ku.
"Aku harus jadi lebih kuat"ucapku dalam hati.
Keesokan harinya.
"Ah apa yang terjadi"ucapku, aku baru ingat aku bertarung dengan Arga dan aku pingsan.
"Sial aku kalah lain kali aku harus menangkap nya"ucapku.
Aku pergi dari tempat itu dan pergi kembali ke rumah apa yang akan terjadi yah dan pasti aku akan dimarahi oleh Ayah.
"Aku pulang"ucapku.
"Dari mana saja kau"ucap Ayah.
"Itu aku tadi tidur di rumah sakit menemani ibuku"ucapku berbohong.
"Kalau gitu kenapa kau tidak jawab teleponku"ucap Ayah.
"Ponselku mati jadi aku tidak tau ada telepon jadi aku tidak bisa izin atau menjawab telepon Ayah"ucapku.
"Baik lah kalau gitu cepat mandi kau harus sekolah"ucap Ayah.
"baik"ucapku.
Aku berangkat bersama Yota seperti biasanya dan aku menyapa Nagi dan Vina tapi saat aku melihat Nagi aku merasa sedikit malu apa karena kejadian kemaren ah sungguh memalukan jika aku ingatkan dan lagi aku menggunakan kata kata seperti itu.
Setelah itu aku baru terpikirkan aku harus menyelesaikan game ke 4 ini karena aku harus tau kenapa dia ingin aku memainkan game ini walau tujuanku menangkapnya tapi dia tetap saja tidak merasa terancam.
"Hei Geka kenapa kau melamun"ucap Nagi.
"Ah iya ada apa"ucapku.
"Kau tidak mendengarku"ucap Nagi.
"Kau bilang apa?" tanyaku
Bersambung.