
Yasawa Geka.
"Hei Kama, kamu sedang apa...... kama oi, jangan diam saja" ucapku,saat aku pegang pundaknya aku melihat dia berdarah darah dan tidak memiliki mata dan dia mengucap.
"ini salahmu" katanya dan bermunculan mayat dari almarhum ayahku.
"tidak... tidak!"ucapku sambil bangun dari mimpi burukku.
"Ternyata hanya mimpi" aku menoleh ke arah jam dinding "sekarang jam 8 apa aku akan tetap mencarinya" gumamku.
aku pun turun dari kasurku dan berjalan ke arah kamar mandi.
"hei cepat lah ada info baru"ucap temanku saat aku mau ke kamar mandi.
"iya"balasku.
"Jadi ada informasi apa di pagi hari Minggu ini" tanyaku kepada Yota.
"ada sebuah pesan tentang orang itu" ucap Yota.
"cih akhirnya dia memberi teka-teki juga"ucapku.
"yah walau kaya gitu dia membuatnya seperti nama sebuah tempat, dan terdapat nama pengirim yang menggunakan nama letak kompelek"ucap Yota.
"biar aku liat teka teki itu" ucapku dan melihat pesan lewat layar komputer.
Hei detektif. Sedang apa kalian Ah aku tau liat pesan kan. Nah cari lah petunjuk yah.Dengan itu kau bisa menahanku. Eh masih ada lagi jangan lupakan kejadian itu yah. R
Dikirim Dari: Block F 15
"dia hanya bicara basa basi saja,tapi yang aneh ada lah dia menyusun kata besar menjadi sebuah nama" ucapku.
"yah kau betul dia membuat nama sebuah tempat yaitu HSANDER itu tidak jauh dari sini"ucap Yota.
"jadi apa kau mau melihat ke daerah itu?" tanya Yota.
"yah" jawabku.
aku mengambil jaket ku dan berjalan keluar rumah.
"hei terus lah cari dia Yota"ucapku.
"baik boss"jawab Yota.
aku melanjutkan perjalanan menuju Hsandera
saat itu aku merasa ada yang mengikuti.
"apa perasanku saja,hm tidak ada siapa siapa" akhirnya aku melanjutkan perjalanan.
Beberapa saat kemudian
"apa benar di sini aku tidak melihat apa apa dan tidak ada petunjuk juga, mungkin aku harus mencari sebuah gang"ucapku.
aku pun mencari hingga aku menemukan sebuah mayat dia seorang mafia bisa di tau karena sebuah tato yang di tangan kanannya.
"hei Yota jawablah"ucapku.
"yah dengan saya di sini ada apa Geka"ucap Yota.
"aku menemukan sebuah mayat kemungkinan ini baru meninggal berapa saat yang lalu"ucapku menjelaskan kejadian di sana kepada Yota.
"dia mati karena apa, bisa kau lihat lukanya Geka oh dan kirim sebuah fotonya aku mau tahu orang tersebut"ucap Yota.
"tunggu sebentar"ucapku.
"sudah masuk, em orang ini adalah seorang keriminal karena kasus perampokan dan juga pembunuhan"ucap Yota.
"tapi kenapa dia bisa mati di sini"ucapku dan tiba tiba ada suara telepon berdering dari jaket mayat tersebut.
"ada apa Geka?"tanya Yota.
"ada yang tidak beres ada orang yang menelepon ponsel yang ada di dalam jaket mayat itu"ucapku.
aku pun mengambil ponsel tersebut dan di sanalah aku mulai muak mendengar ucapan seorang keriminal b*rengs*k.
"halo halo,jadi kau sudah ada di sana adik kandung ku"ucapnya.
"jangan panggil aku dengan sebutan adik!!"ucapku marah.
"jadi apa mau mu"ucapku ketus.
"hey tenang lah, tidak baik loh marah marah pada kakakmu sendiri, oke jadi gini aku akan bertemu mu di dekat gudang dekat Block F 17 cari lah, aku ada di sana dan bye adikku"ucapnya dan setelah itu dia memutuskan telepon nya.
"cih"desis ku.
"tunggu saja aku pasti membalas mu" aku pun berlari dan sambil menelepon Yota tuk memanggil polisi.
"akhirnya sampai juga dan dimana dia?"ucapku bingung karena tidak ada siapa siapa.
keluar lah enam orang mafia "sudah kuduga ini jebakan" ucapku.
"hei yang benar nih kita di panggil tuk membereskan bocah ini!" ucap salah satu orang itu.
"ya sudah lah kita juga di suruh" ucap orang yang ditengah.
aku tidak ada pilihan selain bertahan menunggu bantuan Yota aku harap cepat sampai.
maju satu orang yang ingin memukulku dia menyerang ku dari depan memukul dengan mengayunkan tinjunya ke arah kepala samping aku menahannya dan memukul bagian perutnya.
"bagus dia juga bisa berkelahi jadi ini tidak membosankan"ucapnya.
dan sekarang maju dua orang yang satu dari depan dan yang satu dari sisi kananku.
ini menyusahkan satu orang memukul ke arah wajah depan aku hindari dan pukul bagian wajahnya tapi aku terkena serang oleh yang satunya mengenai pipiku.
"cih menyebalkan"ucapku.
aku tidak ada pilihan akan ku tunjukan latihan ku selama ini.
aku menendang dengan kaki kanan ku ke arah kepala orang yang di kanan dan ada lagi yang maju di memukul dengan beruntun dan menyerang bagian bawah aku melompatinya
dan aku gunakan kaki ku Tek menyerangnya di bagian kakinya bisa di bilang aku menginjaknya.
tidak lama aku bertahan di sana polisi pun tiba.
"cih rupanya dia memanggil polisi ber*ngs*k" ucapnya marah.
dia mengeluarkan tembakan dan hampir menembak ku seorang polisi menembak tangannya duluan.
"angkat tangan kalian di atas kepala"ucap seorang polisi.
"Paman aku kira siapa!"ucapku kaget.
"kau bodoh aku sudah bilang jangan terlalu mencari informasi tentang nya!"ucapnya memarahiku.
"iya paman"ucapku bersalah.
"Yota kau juga ada di sini?"tanya ku saat aku melihatnya.
"yah aku kira ayah tidak akan tahu aku malah tersambung telepon anak buah ayahku, ah apes kita nanti di rumah"ucapnya.
tidak lama aku mendengar suara keributan saat aku lihat orang dari salah satu mafia itu mati dia ditembak di bagian kepalanya oleh seseorang yang aku tidak ketahui.
"sial"ucapku kesal.
tidak lama setelah itu aku mendapat telepon dari hp yang ku bawa saat menemukan jasat mafia itu.
aku menekan tombol telepon warna hijau.
"oi apa kau di sana adikku maaf aku tidak bisa melihat jelas dengan senapanku, oh iya aku punya game untuk ku setiap kau Menang teka teki kau akan dapat hp itu dan itu juga akan menunjukan dimana letaku jadi semangat yah"ucapnya.
"hei dimana pun kau aku akan membalas atas apa yang kau perbuat kepada keluarga kita" ucapku marah.
dia pun langsung mematikan teleponnya.
"cih aku bersumpah akan menangkapmu bagaimana pun".
setelah kejadian itu aku keluar dari rumah saat aku beres di marahin aku berkeliling keliling tidak jelas.
dan saat itu aku menabraknya seorang perempuan yang membuatku merasa tenang.
Kamaya Nagita.
Bersambung