
Kamaya Nagita
Aku berada di ruang tunggu,Kami menunggu Kabar dari dokter sebenarnya dia melakukan Apa hingga jadi seperti ini lagi pula tato itu Seperti aku pernah liat tapi dimana yah aku Tidak ingat.
Aku melihat kearah Yota dia dari tadi diam Saja dan semua pertanyaanku dia tidak Menjawabnya memang aku bukan teman Dekat atau keluarganya tapi aku juga ingin tau Tentangnya.
"hei sampai kapan kita diam saja"ucap Vina.
"emang mau bicara apa"ucap Yota.
"tentang Geka"ucap Vina.
Dia pun terdiam lagi dia memang ingin diam tidak berkata-kata.
"kenapa kau diam bukannya kau tau"ucap Vina.
"karena aku teman dekatnya bukan berarti aku tau segalanya tentang dia"ucap Yota.
"tapi kau anak dari kepala polisi kan dan lagi kau langsung ada di tempat kejadian"ucap Vina.
"wajar saja kan kalau aku di sana ayahku juga Akan bilang kalau dia terluka jadi aku pasti Akan datang ketempat kejadian"ucap Yota.
Dari sikapnya yang agak bodoh tapi saat serius dia menjadi orang yang sangat patuh.
"kenapa kau ingin tau tentangnya!"ucap Yota bertanya padaku.
"karena dia temanku"ucapku.
"hanya teman kalau begitu tanyakan saja pada Geka karena aku tidak bisa membeberkan rahasia"ucap Yota.
dan pada akhirnya dokterpun datang memberitahu kami tentang keadaan Geka dan Reza, kami pun langsung pergi ke ruang Geka di rawat dia masih pingsan kami pun memutuskan pergi ke rumah masing-masing
Keesokan harinya.
hari ini masuk sekolah seperti biasa tapi ada pengumuman terkait Geka yang terkena musibah atau kejadian yang tidak terduga karena itu perwakilan dari km akan memberikan bantuan kepada Geka km itu seorang perempuan dia lumayan baik terhadap teman kelasnya yah kami juga merencanakan akan datang setelah pulang sekolah.
"pagi Vina Yota"ucapku.
"pagi"ucap Vina dan Yota.
"bagaimana keadaan Geka?"tanyaku kepada Yota.
"ayahku bilang kepadaku dia sudah sadar"ucap Yota.
"kalau keadaan Reza bagaimana!"ucapku.
"dia juga sudah sadar"ucap Vina.
"enak sekali yah dia di antarkan hadiah oleh km"ucap Yota.
"jadi kau mau"ucap Vina.
"iyalah!"ucap Yota.
"kalau gitu aku ambil pisau dulu di kantin"ucap Vina bercanda.
"hei tunggu aku cuma bercanda"ucap Yota.
aku pun tertawa melihat tingkah laku mereka, belpun berbunyi jam pelajaran di mulai aku mengerjakan tugasku ah aku merasa ngantuk apa karena kemaren yah.
"hei nak apa kau tidak apa apa"ucap seorang siapa siapa itu aku terbangun dan melihat lihat dimana aku ini, tempat ini.
"tangkap dia!"ucap seseorang.
apa siapa kenapa dia mengejarku aku berlari lari di sebuah gedung tidak tau arah hanya bisa menjauh dari orang yang mengejarku.
"hei berhenti"ucapnya.
aku naik kesebuah tempat yang sedang di bangun aku menyenggol sebuah lemari yang penuh dengan sebuah besi panjang yang berbentuk bulat di ujungnya bisa dibilang seperti rotan dia pun tertibun dengan besi besi itu dia mundur dan tergelincir saat itu aku sekilas melihat sebuah tato ditangannya dia pun terjatuh kebawah hingga akhirnya dia meninggal di sana.
"apa yang telah aku perbuat apa aku membunuh orang"ucapku dan terdengar suara suara yang mengangguku.
"kau pembunuh kau membunuh ku"ucapnya.
"tidak itu bukan aku tidak tidak"ucapku.
"Kamaya Kamaya Kamaya"ucap seseorang.
ah aku terbangun dari tidurku saat itu aku dilihat oleh semua murid pada akhirnya guru menghukum ku karena tidur di kelas saat jam pelajaran sungguh hari yang tidak beruntung.
jam istirahat tiba aku pun kembali ke kelas dan berbicara dengan Vina.
"kau kenapa tadi?"tanya Vina.
"entahlah mungkin aku kecapean"ucapku.
"karena memikirkan Geka"ucap Vina.
"apa bukan itu i.. itu karena aku ada pr saja jadi kekurangan tidur"ucapku.
"oh yah dah aku puas melihat ekspresi mu ayo kita ke kantin"ucap Vina.
"sudah sudah ayo"ucap Vina.
"iya iya"ucapku.
"oh yah dimana Yota"ucapku.
"entahlah mungkin lagi ada urusan"ucap Vina.
setelah pulang sekolah kami menuju rumah sakit tuk melihat Geka dan juga Reza.
dan ini saat yang pas untuk menanyakannya tapi jika aku tanya kepada Geka pasti dia akan diam saja aku coba saja kepada Reza mungkin dia tau tentang sesuatu.
aku dan yang lain menuju ke ruang Geka di rawat.
"Yo Geka kau masih sakit"ucap Yota.
"aku sudah lumayan sembuh"ucap Geka.
"kalau gitu kau jangan banyak berkelahi"ucap Vina.
"iya betul itu tidak baik"ucapku.
"iya iya"ucap Geka.
"em enak nih banyak cewe yang memperhatikanmu"ucap Yota.
"terserah kau"ucap Geka.
"apa tadi km sudah ke sini"ucapku.
"eh kau peduli km datang, apa kau cemburu"ucap Vina.
"hei Vina berhenti bercanda!"ucapku.
"iya iya maaf"ucap Vina.
"oh yah aku membawa buah buahan tunggu ya"ucapku sambil mencoba mengambil buah buahan di dalam keranjangku yang aku bawa.
"aduh aku lapar aku mau beli makanan dulu yah,Yota kau juga ikut"ucap Vina.
"apa kenapa aku harus"ucap Yota.
"Yota apa kau mau aku jelaskan ayo ikut saja"ucap Vina.
"iya iya"ucap Yota.
merekapun pergi meninggalkan kami berdua.
aku canggung sekali tidak tau mau ngomong apa tapi kenapa aku begini aku tidak seperti biasanya.
"Geka apa kau mau makan apel"ucapku.
"yah boleh"ucap Geka.
"tunggu yah aku kupas dulu"ucapku sambil mengupas apel yang berada di tanganku.
"sudah selesai"ucapku.
"hei kenapa kau tidak makan?"tanyaku.
"yah bagaimana aku bisa makan kalau tanganku sedang sakit"ucap Geka.
"jadi aku suappin yah"ucapku.
"eh kalau gitu tidak usah"ucap Geka dan dia terlihat aneh.
"tidak boleh gitu aku sudah capek capek kupasin buat kamu sayang kalau tidak di makan"ucapku aku pun mengambil sepotong apel yang sudah di kupas.
"nah buka mulutmu"ucapku. tanpa sadar aku melakukannya menyuapkan sebuah apel kepada Geka saat aku lihat wajahnya dia juga sedang menatapku aku terhenti dan malah aku merasa malu.
"eh kenapa berhenti itu masih ada dua lagi"ucap Geka.
"mungkin itu sudah cukup" ucapku.
"eh katanya sayang kalau gk di makan, ayo lakukan lagi"ucap Geka.
"apa kau mencoba bercanda!"ucapku kesal.
"eh jangan marah dong"ucap Geka.
"yasudah aku lakukan"ucapku aku mengambil sebuah potongan apel dan menyuapinya.
"hei Geka apa kau ada masalah dengan mereka"ucapku.
"apa maksudmu?"tanya Geka.
"tato itu tato di orang orang yang berantem denganmu"ucapku.
Bersambung.