I Found My Best Friend And Is Now My Lover

I Found My Best Friend And Is Now My Lover
Acara



Kamaya Nagita.


"Hei Geka"ucapku menyapa Geka.


"Oh hei"ucap Geka.


"Hei Geka apa kau ada waktu besok, kalau tidak aku ingin kau ikut bersamaku kesebuah acara, ini bukan bermaksud apa apa ko aku hanya mengajakmu ke pesta"ucapku panjang tapi dia tidak mendengar.


"Hei Geka kenapa kau melamun"ucapku.


"Ah iya ada apa?"tanya Geka.


"Kau tidak mendengarku?"ucapku.


"Kau bilang apa?"tanya Geka.


"Jadi benar kau tidak mendengarku"ucapku.


"Ah iya maaf, jadi apa yang kau bilang"ucap Geka.


"Apa kau ada waktu besok"ucapku.


"Emang kau mau ajak aku ke mana"ucap Geka.


"Apa kau mau menemani aku ke sebuah acara"ucapku.


"Oke aku bisa"ucap Geka.


"Kalau gitu pergi ke rumahku jam 10"ucapku.


keesokan harinya.


Aku di bangunkan oleh pembantuku dan aku disuruh siap siap oleh ayah


"Nagi cepat bangun"ucap Ayah.


"Iya iya"ucapku sambil bangun dari kasurku.


Aku melihat sini dan sana terus aku turun kebawah untuk mandi setelah mandi aku di pilihkan baju.


"Apa aku harus pakai baju seperti ini"ucapku.


"Iya nona"ucap pembantu.


"Yah sudahlah"ucapku.


Beberapa saat kemudian.


"Nona tuan Geka sudah datang"ucap pembantu.


"Dia sudah sampai"ucapku.


"Iya Nona"ucap pembantu.


Aku pergi dari kamarku dan menemui Geka.


"Hei Geka"ucapku.


"Oh Hai"ucapnya sambil melihat aku terus.


"Ada apa?"tanyaku heran.


"Tidak apa apa, Aku hanya terkejut saja kau bisa jadi begini"ucap Geka.


"Apa yang kau maksud begini?"tanyaku.


"Hahaha, kau tau dulu kau ini mirip banget dengan laki laki dari sikap dan penampilan tapi sekarang kau sudah mulai seperti seorang perempuan"ucap Geka.


"Yah aku kan memang perempuan"ucapku.


"Sudah bicaranya ayo kita berangkat"ucapku.


"Baik lah"ucap Geka.


Kami sampai di sebuah acara aku harap waktu cepat berlalu pesta seperti ini sangat membosankan.


"Hei Geka tolong ambilkan aku minuman"ucapku.


"Oke tunggu yah"ucap Geka.


"Hah aku ingin cepat pulang"ucapku.


"Hm bukannya itu Reza oh iya aku lupa dia juga pasti diundang"ucapku.


"Hai Reza"ucapku memanggil Reza.


"Oh hei Nagi"ucap Reza.


"Reza aku mau tanya sesuatu, yang di rumah sakit siapa?"tanyaku.


"Aku sudah bilang temanku"ucap Reza.


"Bukan itu yang aku maksud bagaimana orangnya apa dia sahabatmu?"tanyaku.


"Yah kau sangat ingin tau"ucap Reza.


"Iya lebih baik mendengar cerita dari pada Meliah orang orang yang sedang bicara"ucapku karena tidak ada teman untuk berbicara.


"Dia itu orangnya baik dia selalu menemaniku dan orangnya juga sangat ceria terkadang nakal,dia tidak pernah mengeluh dan dia membuatku merasa seperti ingin melindunginya"ucap Reza.


"Itu kenapa aku merawatnya dia adalah seorang yang membuat aku memiliki tujuan"ucap Reza.


"Wah kau memiliki teman yang sangat baik tapi dia cewe atau cowok dan siapa namanya"ucapku.


"Dia seorang cewek dan namanya Nisa"ucap Reza.


"Oh hei Reza kau juga ikut acara ini"ucap Geka yang baru datang.


"Ini Nagi minumannya"ucap Geka.


"Terimakasih"ucapku.


"Sama sama,hei Reza apa kau punya waktu sebentar"ucap Geka.


"Ada apa?"tanya Reza.


"Hei aku ikut"ucapku.


"Tidak usah aku ingin bicara empat mata dengan anak ini"ucap Geka.


Yah aku sendiri lagi setelah itu.


"Lama sekali mereka berdua"ucapku.


"Hei nona kenapa kau seorang diri"ucap orang di belakangku dan aku melihatnya.


"Kau Ren"ucap ku terkejut.


"Hei sudah lama kita tidak bertemu"ucap Ren.


"Apa yang membuatmu datang"ucapku.


"Apa aku tidak boleh menemui tunangan ku"ucap Ren.


"Yah aku cuma bertanya"ucapku.


"Aku hanya datang karena suatu pekerjaan dan menemuimu"uacp Ren.


"Kalau begitu kapan kau akan pergi"ucapku.


"Hei tidak baik loh kau mengharapkan aku cepat pergi"ucap Ren, sejujurnya aku tidak terlalu suka dan lagi ini karena ayahku.


"Aku dengar kau di arah oleh seseorang mafia"ucap Ren.


"Kau tau dari mana"ucapku.


"Yah aku harus tau kalau ada yang menganggu tunanganku"ucap Ren.


"Sudah cukup aku tidak suka di rayu"ucapku kesal.


"Haha sudah lama aku tidak melihat sikap itu juga,tapi aku tau dari ayahmu dan ada seseorang yang menyelamatkanmu siapa dia"ucap Ren.


"Ah dia itu sahabatku"ucapku.


"Benarkah yang aku tau kau tidak pernah punya teman selain aku"ucap Ren.


"Siapa bilang aku tidak punya teman"ucapku.


"Yah aku hanya tau saat kau di perkenalkan padaku"ucap Ren.


"Oh iya waktu itu"ucapku sambil mengingat saat aku pertama bertemu dengannya.


"Yah ini adalah tuan muda Karnaro Renga"ucap Ayah.


"Selam kenal Namaku Karnaro Renga kau boleh memanggilku Ren"ucap Ren.


"Salam kenal Namaku Kamaya Nagita panggil saja Nagi"ucapku.


Saat itu aku orangnya pendiam karena aku masih belum bisa berbaur dan Ren selalu menemaniku pergi ke kantin dan kadang kami berbicara.


Dia juga selalu datang Ke rumahku dan setelah aku kelas tiga SMP dia pindah entah kemana dan saat itu aku tidak memiliki taman.


"Yah aku ingin tau apa sekarang kau punya teman"ucap Ren.


"Yah sekarang beda dengan dulu aku memiliki 4 teman"ucapku.


"Yah bagus lah oh yah aku harus pergi dulu"ucap Ren.


"Sampai jumpa lagi"ucap Ren


"Yah sudah lama juga tapi dimana Geka dan Reza lama sekali"ucapku.


"Hei Nagi"ucap Geka.


"Kau lama sekali dan dimana Reza?"tanyaku.


"Yah dia ada urusan sebentar"ucap Geka.


"Eh yang lain sudah mulai berdansa"ucapku.


"Apa kau mau berdansa"ucap Geka.


"Eh aku rasa tidak aku tidak bisa menari"ucapku.


"Kalau gitu ikuti saja gerakannya"ucap Geka menarikku.


"Apa yang kau lakukan bodoh"ucapku sambil malu tangannya memegang tanganku dan yang sebelahnya di badanku tubuh kami berdekatan.


"Hei ini kan cuma berdansa jangan malu-malu"ucap Geka.


"Terserah kau saja!"ucapku kesal dasar bodoh kau tidak tau perasaanku.


Setelah lah itu aku capek dan dicampur rasa deg degan.


"Ah tadi itu lumayan seru juga"ucap Geka.


"Seru apanya aku Bahakan tidak tau gerakan"ucapku.


"Hahahaha, yah aku seru karena melihatmu"ucap Geka.


"Dasar!!"ucapku kesal.


"sudah lah aku pulang saja"ucapku.


"Hei tunggu"ucap Geka.


Setelah acara selesai dan aku pulang kerumah.


"Aku pulang"ucapku.


"Kau sudah pulang"ucap ayah.


"Iya, ayah apa kau tau Ren kesini"ucapku.


"Yah memang kenapa"ucap Ayah.


"Sudah lah tidak apa apa aku capek"ucapku sambil pergi ke kamar.


bersambung