
Kamaya Nagita
"Sudah aku bilang jangan bilang ke siapa siapa"ucap Geka menghadap Vina.
"ah tolong pangeran marah"ucap Vina sambil bersembunyi di belakangku.
"kau jangan memberitahu dia soal hal yang tidak berkaitan"ucap Geka.
"masa kau akan menutupinya Ter hadap pacarmu sendiri"ucap Vina jahil.
aku langsung berkata sepontan dengan Geka "tidak!!" ucapku dan Geka, tiba tiba aku mendengar suara guru menegur kami berdua.
"yang belakang mohon jangan ribut terutama kamu murid baru kamu baru di sini"ucap guru.
"kenapa aku yang kena parah"ucapku.
"hihihi" terdengar suara tertawa yang di tahan oleh Vina, yah Vina terimakasih tuk membuat ku dimarahi guru di awal aku masuk kelas.
Jam istirahat pun tiba, dan ini juga jam yang pas tuk menghukum Vina.
"hei Vina"aku memanggil Vina dan menjitaknya.
"itu pembalasan" ucapku.
"ah itu sakit tau"ucap Vina.
"hei mau kita ke kantin" ajak Geka.
"oke Vina kau mau ikut"ucapku.
"apa aku tidak di ajak" ucap seorang laki laki yang melihat ke arah kita bertiga.
"tidak ada ajakan untuk orang yang melakukan kesalahan"ucap Geka.
"hei kau masih marah soal kemarin, jahat sekali kau aku kan sudah minta maaf padamu"ucap laki laki tersebut.
"oh ya namaku Kamuya Yota panggil saja Yota dan kalau tidak salah kau ada Kamaya Nagita kan"ucap Yota.
"oh hai" ucap ku sambil berjabat tangan.
"apa kau pacarnya Geka"ucap Yota.
"tidak"ucapku.
"bagus lah dia orangnya pemarah"ucap Yota.
"jadi mau sampaikan kalain bicara jam istirahat makin berkurang"ucap Geka.
"oh yah maaf kalian menunggu kami yah"ucapku.
kami langsung ke kantin dan membeli makanan kami juga duduk bareng bareng, aku rasa ini kehidupan baru yang menyenangkan.
"lihat dia anak pembuat masalah itu" "kenapa dia masih belum di keluarkan dari sekolah ini" dengar ku suara suara yang menganggu.
"hei Nagi Nagi!!"ucap Geka.
"ah apa maaf tiba tiba aku ingat masa lalu"ucapku.
"kamu tidak apa apa kan Nagi atau aku antar ke UKS"ucap Vina.
"tidak aku hanya ke pi ki ran"ucapku dan aku pun kehilangan kesadaran.
"ibu kau dimana" aku memanggil ibuku dan mengelilingi seisi rumah saat aku keruang tamu.
"ibu kenapa ada disini bukannya ibu harus istirahat"ucapku khawatir.
"ibu... bu!"ucapku heran karena dia tidak menjawab ucapan ku.
"siapa kamu" ucapnya.
"ibu ini aku Nagita"ucapku.
"tidak kau bukan anakku anakku laki laki bukan perempuan"dia mengatakan itu sambil panik.
"pergikau siapa yang membiarkan kau masih hei pelayan pelayan!"teriaknya memanggil seseorang tuk mengusir ku.
"ibu sadar lah ini aku anak mu"ucapku, tidak lama datang ayahku.
"ada apa ini!"ucapnya khawatir.
"ini dia mengaku sebagai anakku"ucap ibu
"Nagi pergi ke kamar"ucap ayahku.
"kenapa kenapa kau tidak mengusirnya dan siapa dia?"ucap ibu dengan suara yang lantang.
"tenang lah kau akan baik baik saja"ucap ayah.
"jelaskan padaku siapa dia kau selingkuh hah!"ucapnya dengan nada yang marah.
aku pun berlari ke kamar ku meninggalkan kedua orang tuaku, tak lama tiba ayahku.
"Nagi mulai sekarang kau harus berpura pura menjadi laki laki ibu masih mengidap penyakit sakit jiwa atau gangguan mental jadi dia agresif terhadap perempuan lain"ucap ayah.
"kau berbohong"ucap seseorang.
"kau bilang akan menjagaku "ucapnya lagi.
"siapa itu"ucapku, aku mencari cari hingga akhirnya aku menemukannya.
"Yasawa"memanggil orang yang ku pegang saat dia berbalik hanya terdengar sebuah kata kata.
"kau bohong kau bohong kenapa kau meninggal kan ku tiba tiba pembohong" suara suara yang menganggu.
"tidak aku bisa jelaskan tidak tidak tidak!!"
aku terbangun di ruang UKS apa yang terjadi bukannya aku ada di kantin bersama yang lain.
"kau sudah bangun baru saja aku beli kau makanan" ucap Vina.
"oh terimakasih Vina"ucapku.
"jadi kau kenapa sampai pingsan di kantin" ucap Vina.
"entahlah mungkin aku sedang gak enak badan"ucapku.
setelah itu datang Geka bareng dengan Yota
"hei, kau dah bangun" ucap Yota.
"jadi sekarang jam berapa dan berapa pelajaran yang aku lewatkan?" tanyaku.
"sekarang masih jam 11 kau hanya ketinggalan 1 pelajaran saja" ucap Geka.
"karena sekarang kau sudah bangun kau bisa ijin pulang awal" ucap Yota.
"tidak aku masih sanggup belajar" ucapku.
"kau gitu aku duluan yah, ayo Yota" ucap Geka.
"eh kenapa aku juga di bawa" keluh Yota.
"sudah ayo ikut saja" ucap Geka.
"kau tidak pergi ke kelas Vina?" tanyaku.
"aku akan bareng denganmu" ucap Vina.
"kalau gitu aku minum obat dulu" ucapku.
setelah aku minum obat aku dan Vina kembali ke kelas untung aku hanya ketinggalan satu mata pelajaran dan parahnya ini awal aku belajar huh.
beberapa saat kemudian
"hey Nagi apa mau pulang bareng" ucap Geka.
"iya kita pulang bareng Geka dan aku tinggal bersama jadi kita searah"ucap Yota.
"emang kapan kau tau rumah Nagi?" tanya Geka.
"tidak tapi kau tau kan makannya mengajak pulang bareng, hm jangan bilang kalian niat berduaan yah"ucap Yota.
"terserah kau saja,jadi ikut gak Nagi?" tanya Geka.
"tunggu aku aja Vina"ucapku.
"Vina apa kau mau ikut"ucapku.
"yah aku ikut asalkan aku harus berada jauh dari anak mesum itu"ucap Vina menyindir Yota.
"siapa yang kau maksud?"tanya Yota.
"tidak hanya seorang yang bertanya"ucap Vina.
"udah keburu sore juga ayo kita pulang"ucapku.
"hei tunggu kenapa kalian tidak jawab aku siapa orang yang di maksud mesum itu"ucap Yota.
"loh" ucap Vina.
"eh ko gua"ucap Vina
"yah kan loh suka berpikir aneh saat ketemu cewe"ucap Vina.
"dah ah gak usah di bahas lagi"ucap Vina mengehentikan pembicaraan.
kami pun pulang ke rumah masih masih aku tidak sabar tuk hari besok, apa yang akan terjadi yah besok ah aku tidak sabar tapi kenapa aku jadi girang gini yah mungkin karena terlalu lama tidak punya teman dah aku tidur saja.
Keesokan harinya
tiba tiba kedatangan murid pindahan lagi namanya Arginsaki Reza bukannya dia anak bangsawan kenapa dia pindah ke sekolah ini.
jam istirahat tiba aku berbicara sebentar dengan Vina saat aku keluar sama Vina kejadian pun dimulai perkelahian Geka dan Reza sebenarnya ada apa dengan mereka.
Bersambung